Jumat, Desember 19, 2008

ANOMALI RYAN

Anomali Ryan

OLEH: SUMARLIN

MANA ada penjahat ‘segaul’ Very Idham Henyansyah
alias Ryan? Pria kemayu asal Jombang itu hobi fitness,
rajin merawat wajah, bahkan pintar mengaji. Saat menjalani
masa penahanan di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Jabar,
Ryan masih bisa mengajar tari salsa, menulis biografi, juga
membuat album musik.
Ryan bukan tipikal penjahat biasa. ‘Prestasinya’ bikin
geleng-geleng kepala; mencabut 11 nyawa dengan
dinginnya. Memang masih kalah jauh dengan korban Amrozi
cs yang mencapai 202 orang. Tapi Ryan tetap di atas
Robot Gedek yang hanya berani menebas 6 nyawa anak
jalanan, setelah puas mencabulinya.
Di luar aksi kriminalnya itu, Ryan memang istimewa.
Aktivitas ‘keartisannya’ terus disorot. Termasuk ketika
dia memproklamirkan diri sudah berubah; bukan lagi gay,
tapi sudah memiliki pacar perempuan berkulit putih.
Ryan adalah anomali di alam kriminal. Cesare Lombrosso
(1835-1909), seorang dokter Italia yang mendapat julukan
Bapak Kriminologi Modern, mendeskripsikan penjahat
sebagai si buruk rupa; telinga tidak sesuai ukuran, dahi
menonjol, hidungnya pun bengkok.
Ryan tidak mewakili ciri-ciri fisik yang akhirnya menjadi
dasar kelahiran teori Born Criminal itu. Wajah Ryan ganteng,
kulitnya bersih, selalu tampil dandy—maka itu disukai
beberapa pria dan wanita yang menjadi korbannya.
Karenanya, ketika kemudian Ryan diketahui telah
menjagal belasan orang, banyak orang terhenyak. Mereka
tak percaya, malah (mungkin) ada yang ‘tidak rela’ orang
semanis Ryan menjadi pembantai sesama.
Robot Gedek lebih pas memainkan peran antagonis itu,
sepantas Brutus (Popeye), Two Face (Batman), Rahwana
(Rama & Shinta), atau Yuyu Kangkang (Ande-Ande Lumut).
Jadi, jangan kaget bila kerap muncul celetukan, “Aduuh..,
ganteng-ganteng kok jadi pembunuh,” untuk ‘membela’
Ryan. Andai si penjahat berparas buruk, pasti celetukannya
berubah begini; “Kapok koen!!! Wis elek, nyopet pisan!” (*)

marlinmetro@yahoo.com

Senin, Desember 15, 2008

BUSH JAGO NGELES


TIDAK KENA:Bush dapat menghindari dua lemparan sepatu yang dilayangkan jurnalis televisi Al-Baghdadia Muntadar al-Zeidi.


BUSH JAGO NGELES

Presiden USA George Walker Bush benar-benar ahli ngeles. Sebab, dua kali dia bisa menghindari lemparan sepatu jurnalis televisi Al-Baghdadia Muntadar al-Zeidi. Muntadar kesal atas komentar Bush bahwa perang belum usai. Bush yang saat itu bersama PM IRak Nuri Al Maliki, melakukan reflek dengan menghindari dua lemparan Muntadar.
Bahkan, selain jago ngeles, Bush ternyata humoris. Sebab, begitu dua lemparan gagal menemui sasaran orang nomor satu yang kedudukannya akan digantikan oleh Barack Obama dalam waktu dekat ini langsung ngece,” "Ini sepatu ukuran 10, bukan," kata Bush. Dia bahkan tidak merasa terancam dengan dua lemparan jurnalis Irak ini. Kata Bush, lemparan sepatu itu ia ibaratkan massa yang emosional ketika berunjuk rasa. "Saya tidak paham apa yang menyebabkan orang bisa seperti itu, tapi saya tidak merasa terancam sedikit pun," imbuh Bush.
Yang jelas, Bush juga menunjukkan sikap gentle-nya atas tindakan jurnalis nekat ini. Well Mr Bush, ati-ati saja kalau ke Indonesia, mungkin anda bisa jadi kena lempar Duren. Sebab, saat ini memang lagi musimnya. (diperkaya oleh okezone.com

Sweet Victory


SWEET VICTORY: Alexander Del Piero merayakan gol bersama rekan-rekannya. Juve menang telak 4-2 atas AC Milan

What a sweet victory. Juve berhasil mengasak tamunya AC Milan dengan skor telak 4-2. Dua gol Amauri Carvalho dan satu gol dari Alexandro Del Piero dan Giorgio Chiellini, membungkam Carlo Ancelloti. Ya, Ancelloti memang pantas bersedih. sebab, kekalahan dari Juve cukup menyesakkan dada. sebab, laga melawan Juve memang syarat emosi. betapa tidak, Ancelloti pernah melatih Del Piero dkk pada medio 1999-2001. Ancelloti pun bisa dibilang gagal. sebab, dua tahun menangani tim berjuluk the old lady ini, dia hanya bisa membawa Juve meraih posisi runner-up.
dan bagi Del Piero, laga dinihari tadi makin membuat pangeran Turin dipuja. betapa tidak, meski usianya sudah terbilang uzur (33) untuk ukuran striker, tapi ketajaman mantan bintang iklan Extra Joss ini makin terlihat. Bahkan hingga pekan ke-16, Del Piero telah mencetak 12 gol di pentas Seri A.
Lebih manis lagi, Juve adalah tim idola-ku he9. come on Juve, kurang 6 poin lagi untuk ngejar internazionale.

Rabu, Desember 10, 2008

GERAK JALAN SAPI


LENGGANG KANGKUNG: Dengan santainya sapi-sapi ini melangkah di Jl Raya Wiyung tanpa mempedulikan pengguna jalan lainnya.
Foto diambil Selasa, 9 Desember 2008 pukul 20.25
dengan:
camera Nikon E5600
Orientation: upper left
X Resolution:300
Y Resolution:300
Exposure time: 1/60 s
F-Number 2.9
Exposure program:normal program
Iso speed: 200
Dari atas motor menggunakan tangan kiri dengan kecepatan 20 km/jam

GERAK JALAN (SAPI)

Ya namanya juga sapi, tentunya tidak peduli dimana dan kemana ia melangkahkan kakinya. jalanan macet akibat ulahnya pun hewan berkaki empat ini tak peduli. yang penting melangkah pulang ke kandang dengan selamat.
"Sapi siapa sih ini. malam-malam bikin macet jalan," tanya ku kesal dalam hati. Apalagi, saat itu hujan gerimis membasahi jalanan Wiyung dan sekitarnya. Macet sekitar 1 km pun tak terhindarkan akibat gerak jalan yang dilakukan belasan sapi ini.

Setelah aku coba tanyakan ke warga sekitar. sapi-sapi ini adalah milik seorang peternak di kawasan wiyung. sapi-sapi ini saban pukul 20.00-23.00 biasanya pulang sendiri ke rumahnya eh salah kandangnya, setelah merumput seharian di sekitar rawa-rawa Wiyung. Hebatnya lagi, ini sapi, pulang tanpa kawalan si pemiliknya. Pinter juga nih sapi-sapi. "Padahal, dia tidak pernah mendapatkan pelajaran geografi dari Pak Safi'i guru Geografiku di SMP," pikirku.
Namun lebih pinter, bila si pemilik juga ikut mengawasi dan mengiring sapi-sapinya agar tidak menganggu pengguna dan memacetkan lalu lintas. itu saran saya Pak Gembala sapi.(*)

Senin, Desember 08, 2008

Episode Cinta

EPISODE CINTA

OLEH: HENDARMONO AL SIDARTO

Hari ini (8/12) atau 10 Dzulhijjah 1429 H seluruh umat
Islam memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi
Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah
SWT yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim sungguh bisa disebut
sebagai sebuah ‘Episode Cinta’ dari dua hamba Allah,
Ibrahim dan Ismail.
Betapa tidak, pengorbanan yang dilakukan beliau dengan menyembelih putra kesayangannya yang baru saja diperolehnya dari Allah, benar-benar
merupakan bukti kecintaannya kepada Allah.
Karena cinta, Ibrahim sudah tidak melihat dirinya sebagai
ayah dari Ismail, putranya. Karena cinta pula Ismail sudah
tidak menganggap dirinya sebagai anak dari Ibrahim, ayahnya.
Ibadah kurban dalam Islam bukan sekadar ritual
penyembelihan ternak di Hari Raya Idhul Adha (10
Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Tetapi lebih dari itu, selain sebagai pembuktian keislaman
seseorang, juga mengasah kecerdasan sosial dan finansial.
Karena berkurban pada dasarnya adalah memberikan
sesuatu miliknya untuk orang lain atau mereka yang berhak.
Islam adalah pasrah secara total kepada perintah Allah.
Oleh sebab itu, nilai-nilai ibadah kurban perlu dilaksanakan
atau diimplementasikan secara terus menerus dalam
kehidupan sehari-hari.
Dalam kapasitasnya sebagai seseorang hamba, manusia
harus tunduk patuh pada perintah Tuhannya. Misalnya,
kalau mencari uang, tidak dengan cara korupsi, mencuri,
atau merampok. Sebagai seorang hamba, tidak boleh
mengajukan cara-cara mencari uang yang licik dan dilarang
Tuhannya itu. Sebaliknya, harus mencari dengan cara
dengan cara-cara yang diizinkan oleh Allah, cerdas, bagus,
berprestasi.
Kurban adalah cinta, ujian, kesanggupan, kesediaan,
kesetiaan. Maka ukirlah sebuah episode cinta dengan tinta
emas keabadian di sepanjang kehidupan. Ibrahim dan Ismail
telah membuktikan kesetiaan dan cintanya kepada Allah lebih
di atas segalanya dalam sebuah episode pengorbanan. (*)
hendarmono@yahoo.com