Kamis, Januari 01, 2009

MENGHAPUS JEJAKMU

MENGHAPUS JEJAKMU
Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu-kamu di hatiku
namun melupakannmu, butuh waktu ku seumur hidupku (st-12)


PINTU MASUK



SD PUCANG




ALUN-ALUN



PENUNJUK ARAH PULANG


Rabu, Desember 31, 2008

INUL NYALEG

KURANGI KECEPATAN NING INUL NYALEG








Senin, Desember 29, 2008

MANYOO OH MANYOO


ManYoo…….oh…….ManYoo

Jangan tidak terlalu suka atau benci dengan sesuatu atau pun seseorang. Sebab, bisa jadi anda jatuh cinta atau pun suka dengan orang atau sesuatu itu (ah masak sih). Ini juga yang aku alami sendiri. Sebelumnya, sumpah mati aku benci banget dengan tim Manchester United (MU) atau biasanya disebut Pak Rak (redaktur olahraga Radar Surabaya) ManYoo. Sebab, tim berjuluk the red devil ini adalah rival utama Chelsea, tim favoriteku. Apalagi ketika ManYoo akhirnya finish di urutan pertama musim lalu. the blues-julukan Chelsea pun harus puas di posisi runner-up. Tapi, kebencianku dengan tim yang baru saja menjadi juara dunia antara klub di Jepang ini, mendadak sirna. Masalahnya Cuma simple saja. Pas jalan-jalan di mall Jl Pemuda (sulit amat sih ngomong Delta Plasa (takut iklan) tiba-tiba saja di hanger sebuah etalase toko sport terpampang jaket merah menyala milik Man Yoo. Kontan saja pandanganku tertuju pada jaket kinclong itu. Seolah magnet, tanpa sadar kakiku melangkah mendekatinya. “Silahkan Mas jaketnya, bagus lho,” kata SPG yang tidak cantik tapi dandanannya menarik ini.
Dengan malu-malu, kucoba intip harganya. “Jangkrek, larang-e,” (untuk ukuran kantongku). Tapi mungkin tidak bagi para caleg yang kini lagi Tebar Pesona (TP) di jalan-jalan untuk menuai simpati dan dukungan. Juga tentunya tidak mahal bagi para konglomerat dan om-om perut buncit yang mengandeng cewek cantik di mall dengan dandanan menor yang pantas jadi anaknya itu. “Ah, sialan, dunia tidak adil”. “Kalau aku terpaksa beli, berarti……………….. satu jaket= tiga kaleng susu untuk anakku,”. Maafkan bapakmu, kalau tak mampu beli susu. Gara-gara beli jaket? (ah jangan sampai). Tapi tenang Nak…… jatah untuk susumu sudah ada kok. (tenang boy).
Ah daripada nggak bisa tidur, ‘terpaksa’ juga aku beli nih jaket. Ah ManYoo….. ManYoo. (*)

Sabtu, Desember 27, 2008

PERSEBAYA SEHAT

Persebaya Sehat

Oleh:Eko Yudiono

Kaget juga mendengar ucapan Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Sumitro yang menyatakan bahwa sebelum keluarnya enam pemain rasionalisasi ada ‘virus’ di dalam tim Persebaya. Bahkan Haruna mengatakan bahwa keluarnya enam pemain tersebut bukan saja rasionalisasi, melainkan proses menyehatkan Persebaya.
Sebab, sudah menjadi rahasia umum pemain senior lebih mendominasi dibandingkan para junior. Ada semacam garis komando yang harus ditaati bagi setiap pemain muda di Persebaya. Kalau tidak mau menuruti apa kata senior, siap-siap saja dikucilkan dari tim. Suara junior seringkali terbelengu dan terabaikan. Itu juga yang terjadi baru-baru ini. Di saat Persebaya kekurangan dana, pengurus dan manajemen mencoba mencari solusi terbaik. Suara senior lebih mendominasi.
Imbasnya, wacana rasionalisasi gaji langsung ditolak mentah-mentah para senior, semacam Bejo Sugiantoro dkk. Bahkan, setelah didepak dari Persebaya, Bejo terang-terangan mengatakan dia sudah plong tak kala berhasil memperjuangkan tidak adanya rasionalisasi gaji. Tapi, sikap Bejo yang terkesan arogan terhadap pengurus dan manajemen membuatnya harus angkat kaki dari Mes Eri Erianto, markas Persebaya.
Karena itu, Haruna berharap, setelah sebagian pemain senior yang mempunyai power of senioritas ini keluar dari Persebaya, Persebaya akan lebih sehat. Lalu, apakah ada jaminan bahwa setelah keluarnya enam pemain senior itu ‘virus’ yang dimaksud itu benar-benar hilang? Sebab, tentunya, para pemain junior juga nantinya akan menjadi pemain senior. Lebih bijak bila senioritas memang harus ada, haruslah suatu sikap senior yang patut diteladani bagi juniornya. Bukannya menyebarkan ‘virus’ yang menganggu keharmonisan tim.
Kita juga berharap, ke depan, Persebaya sehat bukan sekedar impian saja. Sebab, bila Persebaya sehat, konflik atau pun riak-riak yang datang silih berganti akan dengan mudah diatasi dengan sikap bijak pula. Persebaya sehat, sebuah impian yang tak mustahil tapi juga tidak gampang untuk diwujudkan. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com

Minggu, Desember 21, 2008

FATKUL WOODBALL MANIA


WOODBALL MANIA:Bujangan terkeren se-Banjarnegara main woodball


Fatkul Woodball Mania

Benar juga kata Jecky Tandiono Ketua Umum Indonesian Woodball Asosiation (IWbA). Woodball adalah olahraga yang asyik. selain murah meriah olahraga ini cukup bergengsi. sebab, ketika menenteng melat (stik)nya saja, pemain woodball sudah mirip golfer internasional. (tiger wood lewat dong he9). Tapi bener, setelah mencoba sendiri woodball. eh rasanya ketagihan. kayak bermain patek lele saat masih keil dulu. bedanya, kalau patek lel menggunakan dua buah kayu panjang dan kecil, kalau woodball menggunakan stik, bola dan gawang yang juga terbuat dari kayu. (kan sama-sama kayu mas he9).salah satunya yang bukan hanya ketagihan adalah Fatkul.


GAK KALAH:tukang potret-e Fatkul yo gak gelem kalah

bujangan yang mengaku paling ganteng se-Banjarnegara ini. bahkan bisa dibilang, woodball adalah 'cinta pertama pada pandangan pertamanya' (bilang aja belum laku). sebab, ketika mencoba bermain olahraga yang dipopulerkan oleh Mr. Meng Hui Weng dari Taiwan tahun 1990, lelaki berkacamata ini terlihat super asyik. Bahkan, jatah 6 fairway langsung dihabiskannya dalam waktu cepat. Fatkul yang katanya hanya doyan bule Jepang ini langsung kebingungan manakala fairway telah habis. "Waduh, disalurkan di mana lagi ini ya. tenagaku masih kuat ini," kata Fatkul cengengesan. bahkan untuk memuaskan rasa penasarannya, Fatkul berencana membeli seperangkat alat salat eh salah seperangkat alat woodball yang harganya sekitar Rp 425 ribu itu. maju terus Fat-siapa tahu jadi atlet woodball. (*)