
Antara Ketiak Carrisa Puteri dan Trauma SMA
Siapa pun pasti setuju dengan saya saat ini. Kalau tidak, cobalah untuk setuju. Bahwa, ketiak Carrisa Puteri saat ini bisa dikatakan ketiak paling mulus se-Indonesia. Buktinya, di jalan-jalan protokol di Surabaya, dengan pedenya, pemeran Maria di film Ayat-Ayat Cinta ini memperlihatkan kelek mulusnya. Gadis kelahiran Frankfurt, Jerman, 12 September 1984 ini juga kerap muncul di layar kaca untuk mempromosikan produk deodorant yang katanya bisa menyingkirkan keringat berlebih dan tentunya bau badan ini.
Terus terang, saya salah satu pengagum Carrisa. Bukan lantaran dia menjadi ikon produk deodorant dan ketiaknya putih mulus saja. Melainkan, karena Carrisa terlihat natural ketika memerankan tokoh Maria di film garapan Hanung Bramantyo ini. Aktingnya pun masih terlihat alami ketika tampil di sinetron Rafika yang tayang di salah satu stasiun TV swasta nasional. Meski pun saya selaku fans beratnya kurang setuju Carrisa ikut-ikutan arus dengan bermain sinetron, tapi saya tetap menghargai keputusan cewek yang pernah dekat degan Fedi Nuril, lawan mainnya di film Ayat-Ayat Cinta.
Kembali ke ketiak mulusnya Carrisa. Saya memang termasuk fans berat ketiak mulus. Alasannya simple, di mata laki-laki, cewek harus tampil perfect, tak terkecuali masalah ketiak.
Alasan kedua, gara-gara ketiak, saya mempunyai kejadian yang membuat saya traumatik. Begini ceritanya, saat itu saya masih duduk di bangku SMA kelas II. Saat jam istirahat tiba, saking laparnya aku berlari menuju kantin sekolah. Tujuannya Cuma satu, menyantap bakso Pak Man. Bakso terenak sedunia. Saya pun langsung pesan satu mangkok. Setelah pesanan tiba, dengan lahapnya aku memasukkan bulatan penthol ke dalam mulut. Saat asyik menyuapkan penthol ke mulut, tiba-tiba, teman cewekny sekelasku datang menghampiri. Eh, dengan pedenya, dia mengangkat ketiaknya ketika mengikat rambut ekor kudanya. Huwek…..seketika penthol dalam mulutku berhamburan keluar ketika aku lihat rambut ketiak tumbuh dengan lebatnya.
Kejadian traumatik ini masih membekas hingga sekarang. Untungnya, saat ini, istriku rajin memelihara ketiaknya dengan produk yang diiklannya Carrisa Puteri. Meski pun hingga anakku berusia 1,7, peristiwa ini belum pernah aku ceritakan. Namun istriku sempat curiga kenapa aku memotret baliho iklan Carrisa Puteri dengan HP-ku. (*)


