Selasa, Maret 10, 2015

BUNGA MENCARI CINTA

Namanya sebut saja Bunga. Kisah cintanya sungguh merana kalau tidak dibilang tragis. Menginjak usianya yang ke-28, Bunga belum jua mendapatkan jodoh.
Padahal, Mama-Papanya sudah kepingin banget menimang cucu. Dari sudut apapun, Bunga adalah gadis manis. Tutur katanya renyah-enak didengar. Senyumnya asli tanpa pengawet. Poin plusnya lagi, Bunga juga mencintai Nabinya (Muhammad SAW). Buktinya, ia tidak pernah melewatkan Salat. Meski kesibukannya menderanya mulai 8.00-17.00, bahkan lebih. Meski dari pagi harus mondar-mandir, menerima telepon. Mencatat order dll, Bunga tetaplah Bunga. Tanpa mengeluh sedikitpun. Sayang, ya itu tadi, kisah cintanya tak semulus pipi Syahrini. Iya, Syahrini itu. Artis yang terkadang suka lebay dan kemarin membuat sewot Farhat Abas. Jadinya klop. Sori nggak fokes (baca:fokus). Kembali ke Bunga. Sepengetahuanku, ia sudah beberapa kali patah hati. Pertama dengan karyawan sebelah kantor. Kedua dengan anak negeri antah-berantah. Ketiga....eits. Untuk yang ketiga ini mohon doanya. Sebab, naga-naganya, si Bunga lagi falling in love. Nah, bagaimana kisah selanjutnya si Bunga? Penasaran? Sama. Aku juga penasaran heee. Tungga ya updatenya.

KETIKA SENJA MENYAPA

Lama tidak menyapa blog ini. Ada sejuta kerinduan dalam untaian sore via lantai IV. Hujan yang membasahi jalanan seolah mengisyaratkan bahwa musim belum akan berubah. Seperti umumnya manusia yang hidup di dunia fana, hujan kadang dicemooh karena seringnya turun. Tapi seringkali dirindukan ketka tanah mulai pecah-pecah dan mata air kering kerontang. Ah, sore yang hangat meski mentari tak lagi mampu menerobos jendela-jendela kaca yang berbalut nuansa biru. Memandang dari sudut jendela ini tak terasa 11 tahun berlalu. Waktu yang panjang meski terkadang juga terlalu singkat untuk sekedar melihat keluar jendela.

Minggu, Oktober 13, 2013

Jingkrak-Jingkrak hingga Meneteskan Airmata. Ana, Ibu Evan mendukung Timnas U-19 dengan Nobar Bersama Keluarga

Evan Dimas menjadi bintang lapangan ketika timnas U-19 mengalahkan Korea Selatan di kualifikasi Piala AFC 2013, Sabtu, (12/10) malam. Tiga gol Garuda Muda, Garuda Jaya dihasilkan melalui kedua kaki Evan. Kemenangan timnas U-19 sejatinya sudah dirasakan oleh Ana, ibu Evan Dimas. Menurut Ana, sebelum melawan Korea di laga terakhir grup B, pemain internal Mitra Radar Surabaya itu sempat menelponnya. “Evan minta didoakan agar timnas menang. Saya hanya bisa mengatakan, tentu Van, ibu akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan timnas,” urai Ana. Ia juga berpesan kepada Evan agar tetap tenang dalam bermain. “Sebab, di pertandingan terakhir, Evan agak emosi dan ia kena kartu kuning,” sebutnya. Mendapatkan pesan demikian, Evan menurut Ana, berjanji bakal melakukannya. Doa Ana, khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia akhirnya terwujud tadi malam. Korea Selatan yang di atas kertas lebih bagus dari timnas U-19 mampu dikalahkan, tadi malam. Ketika ditelpon RADAR Surabaya, suara Ana masih histeris. Back sound Ana terlihat gemuruh degan sorak-sorai. “Maaf Mas, saya habis jingkrak-jingkrak. Saya lagi nonton bareng dengan keluarga dan orang-orang kampung,” ungkap Ana yang menggelar nonton bareng (Nobar) di rumahnya, kawasan Ngemplak, Lakarsantri itu. Usai jingkrak-jingkrak saking gembiranya, Ana menyebut, ia sampai menggeluarkan air mata.”Mudah-mudahan timnas tetap jaya dan untuk Evan tetap rendah hati dan tetap tidak berpuas diri setelah meraih hasil bagus mala mini (tadi malam),” harapnya. (ono) DIMUAT DI HARIAN RADAR SURABAYA 13/9/2013

Sabtu, Juli 30, 2011

Senin, November 01, 2010

Ku Jejakkan Kaki di Afsel


TABLE MOUNTAIN: Salah satu keindahan objek wisata di Cape Town-Afsel.




Ini adalah fase penting dalam kehidupanku. Ah, masih belum bisa percaya Juni-Juli lalu aku menjadi saksi bintang2 dunia di lapangan hijau. Salah satu yang kuingat jelas adalah Diego Forlan. Ya, striker Uruguay ini memesonaku. Gol yendangan bebasnya ke gawang Ghana membuyarkan asa Ghana yang menjadi satu2nya wakil dari Benua hitam menjadi semifinalis Piala Dunia 2010. Berkat golnya, pertandingan harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah sebelumnya perpanjangan waktu. Tapi bukan itu yang terpenting. Menjejakkan kaki di tanah Afrika mengingatkanku pada film HoLlywood Blood Diamond yang dibintangi Leonardo de Caprio. Dalam satu scenenya, Leonardo sempat mengatakan TIA (This Is Africa). Meski di Afrika bermacam-macam warna, mereka akan selalu kembali ke Afrika bila terlahir di tanah merah yang menurut legenda berasal dari tumpahan darah penduduk asli Afrika ini.
Hemm.
Menginap di sebuah hotel bintang tiga, Hollow on the Square.....kisah menakjubkan dimulai...to be continue