Selasa, Oktober 28, 2008

AKU, ISTRIKU, POSTING LOVE STORY & TEH KOTAK


ISTRIKU, POSTING LOVE STORY DAN TEH KOTAK

Let me be your lover, wanna be your lover. nada sms di hp-ku tiba-tiba bunyi. setelah kubuka, ternyata sms datangnya dari istriku. isinya mengatakan, bahwa doa baru saja membuka blogku dan terkesan dengan postingan kisah cintaku di sma."Wah love story smae kok gak dito2kno. sing ayun kok gak ditulis. tek kotak yo," bunyi smsnya. mungkin bagi pembaca setia agak bingung dengana kata-kata teh kotak di akhir sms.

biar aku jelaskan sedikit. sejak kita menikah, tidak tahu kenapa, istriku seolah ketagiahan dengan namanya teh kotak produksi Ultrajaya itu. sempat aku belikan teh merek lain, eh dia gak doyak. katanya gak enak, kurang pahit, kurang pas lah. Karena itu, tiap tiga hari sekali, sebelum jam pulang (biasanya antara pukul 19.30-20.00) istriku selalu sms minta dibelikan teh kotak (memang tidak ada hubungannya dengan sms pembuka yang mengatakan bahwa dia ingin aku posting kisah cintaku yang lain). Yang cukup membuatku terkesan adalah, dia sudah mau membuka blogku. ini merupakan sebuah kemajuan. sebab, istriku itu paling tidak suka membaca (kecuali baca daftar belanjaan). dalam hati aku senyum-senyum sendiri. aku juga bersyukur, istriku sudah mau membuka tulisanku. sebab, sejak aku menajadi jurnalis hingga hari ini, baru tulisanku yang di dunia maya dia koment. sebelumnya, meski baca tulisanku tiap hari di news paper dia tidak pernah koment apa pun. bukankah itu suatu kemajuan.(*)

Sabtu, Oktober 25, 2008

KESALNYA CAK AGUS


Nek Diterusno Isok Sampek Kenjeran Lama Iki……

Masih seputar serunya cerita di Bali ketika meliput Asian Beach Games (ABG) 2008. Fatkul yang terus diledek Agus (RRI) dan Herlambang (JTFM), karena belum punya pendamping hidup akhirnya membalas. Pria yang menurut Dinar (JP) suka menyendiri di pinggir kali sambil minum kopi ini diam-diam mengatur siasat untuk mengerjai Agus dan Herlambang. Untuk memuluskan aksinya, Fatkul mengajak Baud (Memo), Wawan (Bhirawa) dan aku.
Kepada korbannya, Fatkul kemudian mengatakan, tidak jauh dari hotel kami menginap ada pantai yang isinya bule2 cakep lagi naked. Agus yang memang super agresif kalau mendengar kata-kata naked tanpa pikir dua kali kemudian ngacir duluan. Namun setelah menempuh perjalanan sekitar 3 km tanpa menemukan yang dimaksud Fatkul, Agus mulai kesal. Dia kemudian nyeletuk,” Kul endi bule naked-e,” tanya Agus yang karena kelelahan kumisnya mendadak klimis terkena keringat. Sambil menarik nafas, Agus lagi-lagi nyerocos,” Iki nek diterusno, isok sampek Kenjeran lama iki,” sungut dia.
Merasa telah berhasil ngerjai Agus, Fatkul langsung nyetuk,” Kapan maneh ngerjani wong tuo. Nang Bali mosok ndekem thok gak mlaku-mlaku,” kata Fatkul. Dengan muka kecut, Agus lantas membuka bajunya. Herlambang dan Wawan ikut-ikutan, “Wis dadi bule-bulean ae, balik nang hotel gak klamben,” kata Agus sambil ngeloyor pergi. Fatkul kemudian membalas. “Iyo nek bule gak klamben iku wis biasa. Tapi nek sampen cak, yo dikiro kentek-an sang terus ape dodol klambi,” ledek Fatkul. Cak Agus dan Herlambang kompak menjawab, dobol…dobol. (ono)

Senin, Oktober 20, 2008

FATKUL THE GENTLEMAN


Fatkul Seleranya Bule Jepang

Di Surabaya, Fatkul terkenal paling pendiam. Tapi tunggu dulu, itu tidak berlaku ketika di Bali. wartawan senior Surya ini ternyata cukup agresif. ketika habis liputan dan ke pantai geger, Fatkul langsung nyelonong pergi sendiri. ternyata tujuannya cuma satu, nyamperin cewek Jepang yang tengah mandi di pancuran, setelah renang di pantai. setelah berkenalan dengan bahasa inggris seadanya, dia langsung beraksi. aksinya tergolong super nekat. setelah minta ijin foto bersama, fatkul langsung merengsek. bahkan lelaki yang motornya mengggunakan plat AE ini berani merangkul tuh cewek. tentu saja, aku, Herlambang (jtfm), agus (RRI) dan rekan lainnya dibuat kaget. "Kul aku ngerti sak iki ternyata, awakmu gak gelem kawin2 eh ternhyata seleramu bule Jepang," guyon agus yang langsung disambut tawa lainnya. dengan muka merah padam menahan malu, wartawan yang kerap ada di wisma Eri Erianto ini langsung ngacir. tapi kesempatan itu langsung digunakan agus dan herlambang untuk foto-foto bareng ama cewek yang mengaku student dan biasa dioanggil Aoki ini. (*)

OLEH-OLEH DARI BALI



SERUNYA KEBERANGKATAN

ke Bali memang seru. apa pun bisa jadi bahan untuk sekedar guyonan atau cekikkian. bayangkan, dari berangkat di Juanda saja kehebohan sudah terjadi. Budi Bola HPnya ketinggalan after pemeriksaan di detektor hingga fatkul(surya) yang ditolak masuk ke ruang tunggu gara-gara belumm bayar airport tax. wah....ada lagi yang lebi seru, dalam penerbangan yang direncanakan hanya 40 menit, berubah menjadi satu jam. soalnya, pesawat muter2 terus. eh nggak tahunya, pak SBY lagi mau landing juga. itulah enaknya jadi mr president. apa-apa minta di dulukan. untungnya, muter2 di atas tidak terjadi apa-apa, seperti ketika SBY 'menghilangkan' nyawa beberapa orang dalam sebuah sistem pengamanan pengawalan. so apa cerita seru berikutnya. tunggu di oleh-oleh dari Bali. (*)

Sabtu, Oktober 18, 2008

BALI AKU DATANG


BALI AKU DATANG

Ketika posting ini ditulis, aku sedang morning coffee. Tidak perlu jauh-kauh dan mewah. sebab, di Graha Pena, ada Pena Mart yang menyediakan kebutuhab morning sick. sembari menunggu teman-teman yang akan berangkat ke Bali dalam rangka First Asian Beach Games, anganku sudah menerawang jauh ke pulau yang biasa disebut Paradise ini. ketika jari-jemari ini memencet tombol note book, sudah kebayang pulau Bali yang sebentar lagi aku datangi. ke Bali? ya, sudah lama aku tidak menginjakkan kaki di pulau yang lebih terkenal daripada negara Indonesia ini. sekitar 15 tahun lalu, terakhir kali aku ke surga dunia yang sempat luluh lantak akibat Bali Blast I-II ini. aku ingin melihat apakah Bali yang dulu sama seperti saat ini. Mudah-mudahan aku masih menemukan eksotisme pulau yang kerap dikunjungi bule-bule untuk berjemur ini. Well, hanya satu yang bisa aku katakan untuk saat ini, Bali....Bali... Bali... (kayak iklan). (*)

SUNDEL BOLONG ITU TELAH PERGI


SUNDEL BOLONG ITU TELAH PERGI

Jagad perfilman nasional kehilangan aktris spesialis pemeran horor. Ya, Suzana meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Tidak jelas penyakit apa yang sebenarnya diderita wanita yang kerap bermain dengan Bang Bokir dalam sejumlah filmnya ini. sebab, pihak keluarga, dalam hal ini suaminya, Clif Sanggra, mengatakan bahwa dia dititipi wasiat oleh istrinya untuk tidak terlalu membesar-besarkan penyakit dan kematiannya istrinya. "Saya dipesan khusus oleh Bu Suzana untuk tidak meramaikan kematiannya. Bu Suzana ingin mennggal dengan tenang dan damai," ungkap pasangan Suzana dalam film Sangkuriang ini, kepada sejumlah wartawan infotainment yang mendatangi makamnya di Magelang.
Kematian Suzana Rabu malam mudah-mudahan benar-benar mati yang sesungguhnya. sebab, dua tahun silam, Suzana juga dikabarkan meninggal dunia.
yang jelas, perempuan yang telah bermain di lebih 40 film ini, sukar dicari penggantinya. horor sudah identik dengan nama Suzana. Bisa dikatakan, Suzana ya horor, horor ya Suzana.
Bahkan sejak kecil, Suzana sudah 'menghantui' kehidupan sebagaian besar Indonesia. Well, semoga saja Suzana tenang di alam sana. sebab, di dunia yang fana ini, dia masih meninggalkan konflik dengan keluarganya, terutama dengan anaknya.(*)

Kamis, Oktober 16, 2008

CERPENKU



TITIK KONTEMPLASI

"Nis, Nisa, itu lho Pak Sam, buatin teh hangat kok malah bengong," tegur Bu Lilik pemilik warung. Aku tersentak dan segera menyeduh teh dan menambah tiga sendok gula, akupun mengaduknya tetapi pikiranku terus mengembara, masih jelas darah segar memenuhi jalan dan anak manusia terbang memenuhi panggilanNYA. Takdir berkata lain, Ayahku tewas tertabrak truk ketika pergi mengajar di salah satu SLTP negeri. Tak terasa butiran air mata mengalir bak mata air, segera aku mengusapnya. Ini Pak tehnya silakan, "terimakasih Dek Nisa", Jawab pak Sam.

Pak Sam adalah salah satu langganan di warung lesehan Bu Lilik jadi tentunya saling mengenal satu sama lain. Melihat piring yang kotor di depan meja aku membawanya ke belakang untuk dicuci. Sekali lagi aku melamun, maaf salah kali ini berkontemplasi (meminjam istilah komunikasi) sama juga dengan berpikir sambil merenung tetapi berbeda dengan melamun itu yang dikatakan Dosenku dulu, aku bilang dulu karena aku pernah kuliah tapi cuma semester tiga alasannya bisa ditebak karena nggak ada biaya terpaksa aku DO/drop out dari PTS.

Teringat aku akan kedua adikku yang masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah yang besar, darimana aku mendapatkan uang?. Si manis Eka yang masih duduk di bangku kelas 4 SD, merengek minta uang buat bayar SPP, kasihan dia sudah 5 bulan menunggak, sampai-sampai pernah nggak mau sekolah karena malu sama teman-temannya, Doni kakaknya sekarang menghadapi UNAS (ujian nasional) pasti membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk masuk SLTP. Aku sendiri hanya pelayan warung lesehan yang tiap malam melayani pembeli, gajiku pas-pasan.

Andaikan aku lulusan sarjana mungkin nasibku lebih baik, tapi nggak juga, Anton tetanggaku yang sarjana aja masih nganggur. Aku protes kenapa pendidikan di negeri ini mahalnya selangit, katanya kita negeri kaya raya, subur makmur , penghasil minyak bumi, hutan yang luas, omonganku jadi ngelantur sekarang. Mungkin seharusnya para koruptor itu ditangkap dan harta yang dikorupsi dibagikan pada orang seperti kita yang serba kekurangan. Ini omong kosong orang harus berjuang untuk hidupnya sendiri persetan dengan koruptor!

"Dek Nisa ayo pulang apa mau jadi satpam? " Canda Pak Yoso suami Bu Lilik. Langkah kaki ini terasa berat seberat beban yang menggelayut menenggelamkan semangat mudaku, malam juga semakin dingin menyentuh pori-pori. Ibuku membukakan pintu, jam didinding lusuh menunjukkan pukul 23.00 malam. Segera aku merebehkan kepenatanku di kamar, memejamkan matapun tidak bisa lagi-lagi aku berkontemplasi bagaimana cara mendapatkan uang untuk biaya sekolah adik-adikku, rengekan dan tangisan mereka seakan dawai gitar yang menyayat menusuk, tangan-tangan halus Ibu barganti kasar ya Ibuku menjadi tukang cuci, sedangkan uang pensiuanan Ayahku tidaklah mencukupi.

Dengan bahasa halus dan lembut Ibu membujuk mereka memang kasih sayang ibu tak akan pernah aus. Mulailah otakku mengalir akan kenangan semasa kuliah dulu, Nana dan Tika adalah dua sahabatku. Tawa dan canda mewarnai denyut nadi, gosip-gosip terhangat teman sekampus selalu jadi bahan rumpian mulai dari cowok sampai isue ayam kampus. Sekilas aku tersungging tetapi tetap tak dapat menghapus segala beban. Ayam kampus memang jalan instan mendapatkan uang, tampangku cukup manis dan bodyku nggak kalah asik seperti si Sofi ayam kampus, tentulah sangat mudah. Apa aku harus jadi bagian mereka? menjadi perempuan yang dilaknat Tuhan dan di caci maki masyarakat?! Muncullah ketidakwarasanku.

Terngiang omongan tetanggaku "Dek Nisa tahu si Rini, itu lho rumahnya yang diujung jalan, kata Pak Tiyo dia pernah ketemu Rini malam-malam nongkrong dipinggir jalan sambil melambai-lambaikan tangannya, mobil mewahpun berhenti dan dia pergi entah kemana, amit-amit deh disini sekarang menjadi sarang perempuan yang nggak bener. "Maksud Mbak Mar apa? Masa Dek Nisa nggak ngerti juga, Rini yang badannya aduhai itu sekarang jadi perempuan nakal alias pelacur!, lihat aja sekarang bajunya bagus-bagus, HP yang ditenteng keluaran terbaru, darimana coba uangnya berasal kalau nggak melacurkan diri semua orang disini pada tahu "Cerocos Mbak Mar,". Jalan inikah yang ingin kutempuh? Selegit madu tapi, penuh bebatuan yang terkoyak. Darah di otak terasa berhenti, mata terasa berat.

Menghilangkan tekanan ini, yang menjadi hobiku dulu tak lain menghabiskan waktu di Mal, meskipun tidak membeli baju kesukaanku tetapi seakan suasan Mal membiusku. Aku berdiri di depan outlet baju di depanku ada pagar yang menjadi pembatas. Melihat sekelilingi, beragam manusia dengan segala kesibukan dan lalu lalangnya. Mataku tertuju pada beberapa gadis yang memilih baju sambil bercanda dengan teman-temannya, mengingatkanku kembali masa indah bersama kedua sahabatku. Di Mal inilah kita sering shoping baju, makan atau pun nonton bioskop. Jangankan membeli baju, buat makanpun sekarang harus diikat sekencang mungkin. Pandanganku tak beralih sedikitpun pada gadis-gadis itu. Tapi tiba-tiba laki-laki setengah abad mendekatiku merusak memoriku akupun kaget. "Mau kerja Dek tanya laki-laki itu sekilas aku melihatnya pakaiannya rapi, mengenakan kemeja putih dan bersepatu, tangan kirinya terpampang jam tangan mahal, menandakan golongan orang yang berduit. Aku cuma menggeleng, aku takut karena ini pengalaman pertama. "Apa mau lihat majalah ma Om," aku diam bingung dan risih. Apa dia pikir aku gadis "gampangan" yang bisa diajak ketempat tidur apa? pikiranku mulai kacau. Sengaja aku menggeser menjauh dari laki-laki itu. Dasar edan! Malah dia tambah mendekat. "Apa mau makan," Lagi-lagi aku terdiam. Suasan Mal yang dingin ber Ac seolah menjadi panas.

Aku menoleh kebelakang mengacuhkan, seperti pelawak yang tidak lucu ketika aku menoleh terlihat seorang pria sama seumuran dengan laki-laki disebelahku, bertubuh tambun, berkulit bersih serta berpakaian rapi tak beda jauh dari laki-laki tadi, dia mengangkat alis dan dahinya berkali-kali, dan tersenyum memandangku, seakan matanya berbicara menggoda. Gila! mimpi apa aku semalam dalam waktu bersamaan dua Harimau kelaparan seolah mau menerkamku. Selincah Rusa aku belari menjauh tetapi harimau yang satu masih penasaran tetap mengejarku. Aku mengatur irama napas, Goblok kamu Nis, di depanmu ada mangsa katanya butuh uang buat biaya adik-adikmu?. Terbayang kedua wajah polos adikku yang merengek sembilu. "Mau nggak makan ma Om," Aku menatap laki-laki itu . "Gimana dek maukan," tanya laki-laki itu lagi. Asap tebal memenuhi seraut wajah tiba-tiba muncul, ya wajah yang tak asing lagi, wajah kuyu yang semakin hari menampakkan goresan kepedihan dan penderitaan.

Ibu maafkan anakmu ini yang tidak bisa membahagiakanmu, ya inilah kesempatanku. Ayolah Nis kalau kamu sama laki-laki itu hidupmu nggak akan susah kaya gini, Ibumu takkan jadi tukang cuci dan kamu juga bisa beli apapun yang kamu inginkan. Laki-laki-laki itu menggandeng tanganku, bagai terhipnotis aku mengikuti langkahnya. Seakan tubuh terlepas dari roh, jiwaku melayang, bagai kapas terbang keangkasa, terasa ringan dan nikmat tak ada lagi beban. Tiba-tiba tergetar, rohku masuk kembali tersadar, tapi kenapa jutaan mata pengunjung Mal seakan menatap tajam kearahku dengan penuh kebencian? He! gadis Binal cari mangsa ya? , suasana Mal seolah mencekam. Dadaku sesak tapi mata-mata itu terus menatapku. Dasar cewek murahan, nggak tahu malu! Aku berteriak Ti......dak.......!.orang-orang sekeliling menoleh kearahku. Aku sangat malu dan secepat kilat aku berlari menuruni ekskalator, tetapi kakiku terpeleset tertelungkup dan tak seorangpun menolongku, badanku sakit semua. Aku melihat diriku jatuh, ternyata malam masih gelap dan fotoku masih terpampang manis di meja. Hidup takkan berhenti perjuangan masih terus berlanjut.(ono)

Rabu, Oktober 15, 2008

TEMPAT GAUL DI REMBANG

Tempat Gaul di Rembang

Ketika berada di Rembang, aku mencoba kontak rekan lamaku. maksudku untuk menanyakan tempat gaul anak-anak muda kota kelahiran ibu kartini ini. jawaban rekanku sungguh diluar dugaan. kata dia, tempat gaul anak-anak rembang adalah di depan indomaret. lho kok bisa? apakah di Rembang toko yang lagi menjamur di Surabaya ini menyediakan fasilitas cangkrukan? apakah mungkin di Rembang, indomaret menyediakan semacam kafe gaul yang di dalamnya terdapat fasilitas free wi-fi? sejuta pertanyaan muncul dalam hati. begitu penasarannya, aku mencoba keliling kota Rembang. Hasilnya, pertanyaanku akhirnya terjawab. ternyata yang dimaksud rekanku adalah alun-alun kota Rembang yang terletak di depan Indomaret. di tempat ini, banyak anak muda menghabiskan waktunya dari sekedar ngopi atau pun makan di lesehan.
"Oh jadi ini tempat gaulnya anak-anak Rembang,".Karena tidak banyak tempat hiburan atau pun mall di kota ini, rupanya alun-alun dijadikan ajang anak-anak muda untuk nongkrong menghabisakan malam.(*)

Selasa, Oktober 14, 2008

Tanya Wi-Fi Disangka WC


Tanya Wi-Fi Disangka Wc


Ada oleh-oleh cerita seru ketika aku liputan Persebaya ke Rembang. Ketika tiba di hotel Puri Indah KM2 Blora, Rembang, kami berdelapan, aku, Dinar (jp), Angger (jp), Fatcul Alami (Surya), Baut (memo), Gembos (sp) dan Alfa (jtv), langsung ke meja resepsionis. Setelah booking kamar, kami langsung menanyakan apa ada fasilitas free wireless fidelity (wi-fi). Si resepsionis yang terlihat masih ngantuk langsung menjawab, “Ada Mas di belakang,” katanya singkat. Kami langsung girang bukan kepalang. Pikir kami, setelah liputan di stadion Krida, kami tidak perlu repot cari warnet terdekat untuk kirim berita ke Surabaya.
Sampai di kamar kami langsung membuka laptop dan mencari tanda wi-fi. Setelah lama mencari, ternyata koneksi wi-fi tidak bias diakses. Barulah kami sadar, mungkin si resepsionis tadi masih ngantuk dan mendengar pertanyaan wi-fi di telinganya terdengar wc. “Oalah rek, nang Rembang dolek wc, nang Suroboyo akeh,” kata Baut yang langsung disambut tawa anak-anak. Untungnya Angger bawa Indosat IM2 sehingga kami tidak perlu repot cari warnet. (*)

Jumat, Oktober 10, 2008

AWAS EPILEPSI BISA FATAL AKIBATNYA

Awas Epilepsi, dapat Fatal Akibatnya

Sekitar tiga hari lalu, sewaktu aku berkendara di Jl Darmo, Surabaya. Tiba-tiba aku dikejutkan perilaku aneh daris eorang pengendara motor. "Orang ini kok naik motor sambil noleh ke belakang terus ya," pikirku dalam hati. Belum sempat aku mendapatkan jawaban, ternyata si pengendara Suzuki Spin ini langsung terjungkal dari motornya. sebab, motor yang masih tampak kiclong ini tiba-tiba menabrak motor di depannya. aku pun langsung menepikan motor dan berusaha menolongnya bersama orang-orang yang peduli. setelah aku amati, dari mulut korban, keluar buih putih. aku pun langsung teringat dengan sebuah iklan layanan masyarakat di televisi. 'epilepsi bukan penyekit menular dan bukan penyakit turunan. epilepsi dapat menyerang siapa saja. dengan pengobatan teratur akan sembuh dengan sendirinya. "Ayo Adi main bola lagi". meski tahu itu epilepsi aku tidak bisa berbuat banyak. sebab, baru kali itu aku melihat langsung penderita epilepsi kumat. pikirku, seandainya orang ini renang dan kumat dan tidak ada yang menolong dapat fatak akibatnya. begitu juga ketika dia berkendara dengan kecepatan tinggi dijalan raya. kalau sewaktu-waktu kumat, wah, bisa-bisa langsung R.I.P. Karena itu aku pun langsung mencari literatur tentang penyakit yang bisa menyerang siapa saja ini.
menurut http:\\fkuii.org epilepsi merupakan gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Bangkitan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak yang bersifat mendadak dan sepintas, yang berasal dari sekolompok besar sel-sel otak, bersifat singkron dan berirama. Bangkitnya epilepsi terjadi apabila proses eksitasi didalam otak lebih dominan dari pada proses inhibisi. Perubahan-perubahan di dalam eksitasi aferen, disinhibisi, pergeseran konsentrasi ion ekstraselular, voltage-gated ion-channel opening, dan menguatkan sinkroni neuron sangat penting artinya dalam hal inisiasi dan perambatan aktivitas bangkitan epileptik. Aktivitas neuron diatur oleh konsentrasi ion didalam ruang ekstraselular dan intraselular, dan oleh gerakan keluar masuk ion-ion menerobos membran neuron.
TERAPI PENGOBATAN EPILEPSI :
Obat pertama yang paling lazim dipergunakan:
(seperti: sodium valporat, Phenobarbital dan phenytoin)
 Ini adalah anjuran bagi penderita epilepsi yang baru,
 Obat-obat ini akan memberi efek samping seperti gusi bengkak, pusing, jerawat dan badan berbulu (Hirsutisma), bengkak biji kelenjardan osteomalakia.
Obat kedua yang lazim digunakan:
(seperti: lamotrigin, tiagabin, dan gabapetin)
 Jika tidak terdapat perubahan kepala penderita setelah mengunakan obat pertama, obatnya akan di tambah dengan dengan obatan kedua.
 Lamotrigin telah diluluskan sebagai obat pertama di Malaysia.
 Obat baru yang diperkenalkan tidak dimiliki efek samping, terutama dalam hal kecacatan sewaktu kelahiran.(*)

Rabu, Oktober 08, 2008

Jangkrek Laskar Pelangi


Jangkrek Laskar pelangi

Dalam hati aku ngomel, mengumpat, memaki dll. betapa tidak, maksud hati ingin menonton laskar pelangi, film yang yang diadopsi dari novel Andrea Hirata dengan judul yang sama, akhirnya tidak kesampaian. padahal sudah 10 hari laskar pelangi diputar di bioskop2 surabaya. tadinya aku sempat antipati untuk menyaksikan film ini. sebab, dari pengalamanku, film2 indonesia pada ancur semua. dan mudah ditebak jalan ceritanya dampai endingnya. tapi hati ini akhirnya tergerak juga untuk ikutan sekedar nonton film karya Riri Reza ini. tapi ternyata sungguh di luar dugaan. sampai di studio, aku melihat pemandangan yang tidak biasa. ratusan anak-anak, orangtua bahkan hingga kakek2 dan nenek2 ikut antri tiket.
dan bisa ditebak, setelah melihat loket tiket, terdapat pengumuman yang mencengangkan, 'tiket laskar pelangi hingga jam 17.00 habis'. padahal jarum jam baru neunjukkan pukul 10.30, setengah jam setelah mall buka. edan..... aku terus mencoba survei ke teman-temanku. "Mam opo film laskar pelangi iku apik tha? "Waduh mas aku gak iso cerito, mending sampean nontok dewe," jawab wartawan detiksurabaya.com ini.
tidak puas, aku coba tanya redaktur kota Radar Surabaya. "Pak Jos, film-e Riri Riza laskar pelangi apik tha? tanpa mikir Pak Jos yang juga seniman ini langsung nyerocos, "apik...apik temen apik, aku gak mbojok," jelas lelaki yang juga dikenal sebagai ustad di kampungnya ini.
sekarang tinggal aku yang kini dilanda penasaran. asli penasaran 100 persen tentang film yang novelnya juga laris bak kacang goreng ini. tapi kapan aku bisa nonton, di 10 hari pemutaran saja bioskop masih antri...tri. tapi salut untuk Riri Riza yang bisa menerjemahkan pengalaman Andrea semasa kecil di pulau bangka belitung. mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan film indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. dan mudah-mudahan juga ada acara seperti apresiasi film indonesia, seperti masa kecilku dulu. dimana setiap minggunya film-film baru keluar di bioskop. meskipun saat itu film-film di dominasi oleh film laga barry prima dan rhoma irama. (*)