Selasa, Maret 10, 2015

KETIKA SENJA MENYAPA

Lama tidak menyapa blog ini. Ada sejuta kerinduan dalam untaian sore via lantai IV. Hujan yang membasahi jalanan seolah mengisyaratkan bahwa musim belum akan berubah. Seperti umumnya manusia yang hidup di dunia fana, hujan kadang dicemooh karena seringnya turun. Tapi seringkali dirindukan ketka tanah mulai pecah-pecah dan mata air kering kerontang. Ah, sore yang hangat meski mentari tak lagi mampu menerobos jendela-jendela kaca yang berbalut nuansa biru. Memandang dari sudut jendela ini tak terasa 11 tahun berlalu. Waktu yang panjang meski terkadang juga terlalu singkat untuk sekedar melihat keluar jendela.

Tidak ada komentar: