Minggu, November 30, 2008

THIRD PLACE


THIRD PLACE

JURNALIS Radar Surabaya, Eko Yudiono menjadi juara III lomba penulisan olahraga dengan topik ‘Keberadaan Gelora Bung Tomo (SSC) dan Masa Depan Olahraga Surabaya’, yang diselenggarakan oleh KONI Surabaya. Karya tulis Eko yang dimuat harian Radar Surabaya 22 November lalu, berjudul, ‘Masa Depan Olahraga Surabaya ada di SSC’. Penyerahan hadiah diserahkan langsung oleh Pj Ketua KONI Surabaya, Heroe Poernomohadi SH MH di hotel Elmi, Minggu pagi.

Dalam sambutannya, Heroe berharap, lomba karya tulis yang diikuti oleh 15 wartawan Surabaya ini, bisa menyumbang ide atau pun kritik dan saran bagi keberadaan SSC untuk memajukan olahraga di Surabaya. Heroe juga berharap, sumbangsih wartawan dalam tulisan, bisa menjadikan pencerahan agar Pemkot segera merealisasikan pembanguan SSC. “Kami berharap SSC bisa melahirkan atlet-atlet baru dalam dunia olahraga baik nasional maupun internasional,” pungkas Heroe. Dalam hati perasaan tentunya campur aduk. Senang, sedih dll. Senang, karena hal seperti ini tidak aku dapat ketika masih menjadi reporter criminal. Sampai-sampai Mas Wahyu (polda crime dan south crime) punya usul. Dia akan mengusulkan lomba ke Kapolda Jatim untuk membuat lomba penulisan berita criminal. Ya, coba saja, mungkin Kapolda setuju. Today third place, but next time i hope better.
Hasil selengkapnya
Juara I Edy S Surabaya Pos
Juara II Didik Antara
Juara III Eko Yudiono, Radar Surabaya
Juara Harapan
-Fatcul Alami Surya
-Baud Memorandum
-Endrardi P Surabaya Pagi
-Rokip Surabaya Pos
-Wawan Bhirawa.

EVERYDAY IS SUNDAY


LENGGANG: Jl Darmo yang terlihat lenggang, Minggu (30/11) 08.00 am

AH, ALANGKAH INDAHNYA BILA EVERYDAY IS SUNDAY

Salah satu yang aku suka dari Surabaya adalah hari Minggu. Lho kok bisa? Sebab, di hari libur ini, saya bisa melaju dengan santai di jalanan Surabaya. Apalagi kalau bukan minimnya kendaraan di jalanan. Sesuatu yang tidak akan terjadi bila hari-hari biasa. Seba, kota terbesar kedua di Indonesia ini memang super sibuk. Banyaknya kendaraan pribadi baik motor atau mobil, membuat jalan-jalan protocol penuh sesak saban hari. Sebab, melonjaknya angka kendaraan pribadi yang on the road, tidak diimbangi dengan pelebaran jalan. (Mana bisa dilebarkan, wong jalannya memang segitu dari dulu).

Karena itu, berkendara di hari Minggu, apalagi pagi hari, layaknya touring tapi bukan di hutan. Menghirup udara segar disela-sela pepohonan sono adalah sebuah kenikmatan tersendiri, di tengah aroma polusi udara yang terus membayangi.
Bisa nyantai berkendara, tanpa takut diklakson kendaraan karena terlalu pelan, atau pun diserempet penggendara lainnya yang tengah dikejar waktu ke tempat tujuan adalah sebuah abugerah tersendiri. Dalam benakku, car FREE DAY yang dicanangkan Pemkot Surabaya patut didukung. Sebab, dengan membiarkan pepohonan tidak terpolusi setiap bulan sekali selama sekitar 5 jam, adalah salah satu bentuk ‘penghargaan’ bagi pepohonan yang telah memberikan hawa sejuk dan pemandangan hijau, walau harus ‘bertarung’ dengan debu dan asap knalpot, tiap hari. Ah alangkah indahnya bila Every day is Sunday.(*)

Kamis, November 27, 2008

CERPEN: RASA Yang Tertinggal Part One


Cerpen:

Cerita ini hanya fiktif belaka. bila ada nama tempat, kejadian, orang yang mirip dengan cerita ini, adalah sebuah kebetulan belaka. bukan disengaja

Rasa yang Tertinggal Part One

Setiap melewati Balai Pemuda, hati Romi selalu berdegup keras. Tak terkecuali hari ini, Romi akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak di sisi kiri lokasi yang sering digunakan untuk berbagai ajang festival seni Surabaya ini. Setelah meminggirkan motornya, angan Romi langsung melambung. Menembus lorong waktu, sekitar tiga tahun silam.
Kala itu, Romi baru saja lulus kuliah. Ambisinya untuk bekerja di kota besar macam Surabaya, akhirnya terwujud. Meski hanya bekerja di sebuah perusahaan kecil, Romi tidak putus asa. Dia tetap tekun menjalani hari-harinya. Sebab, Romi sangat bersyukur bisa bekerja di sebuah perkantoran yang memang merupakan cita-citanya sejak masih duduk di bangku SMA.
Di kantor ekspedisi itulah, Romi berkenalan dengan seorang gadis ayu. Shinta, begitu dia biasa dipanggil. Lulusan sebuah sekolah tinggi di kota dingin Malang ini, juga baru memulai karirnya, usai menyelesaikan studinya. Sejak berkenalan di kantin kantor, Romi sudah merasakan klik dengan anak pengusaha tambak di Sidoarjo ini.

Sebenarnya, hidup Shinta sudah termasuk berkecukupan. Tanpa bekerja pun, dia bisa hidup enak. Apalagi, dia merupakan anak tunggal. Namun, dia memang seorang perempuan mandiri dan sederhana. Sebab, meski di garasi rumahnya terdapat dua mobil keluaran terbaru dari pabrikan Jepang, tapi Shinta tetap ke kantor menggunakan motor. Katanya, lebih enak naik motor, bisa zig-zag di jalan.
Setelah dua bulan pendekatan, kami akhirnya jadian. Shinta memutuskan untuk keluar dari kantor dengan alasan ingin bekerja di tempat yang lebih menantang. Meski dia tidak lagi sekantor denganku, tapi itu tidak menjadi masalah. Sebab, benang-benang asmara kami sudah terjalin erat.
Seperti layaknya dua orang yang dimabuk asmara, hari-hari kami isi dengan penuh cinta. Shinta yang hobinya nonton teater, membuat aku harus bisa menyesuaikan hobinya. Tapi itu anggap sebagai tantangan tersendiri.
Mei 2005, di Balai Pemuda diadakan Festival Seni Surabaya (FSS). Sejak pukul 17.00, Shinta sudah mengontakku untuk diajak ke pertunjukan teater. “Pokoknya kamu harus nonton. Nggak pernah nonton teater kan,” kata Shinta dengan penuh semangat. Tanpa pikir dua kali, aku pun mengangguk tanda setuju.
Pukul 18.30, pekerjaan di kantorku hampir rampung. Shinta sudah beberapakali mengontakku untuk langsung ke Balai Pemuda. Sebab, dia sudah membeli tiket masuk. Lima menit kemudian, pekerjaanku benar-benar rampung. Bergegas, aku pun kemudian memacu motor menyusuri jalanan menembus padatnya lalu lintas. Tidak sampai lima belas menit, aku sudah sampai di parkiran lokasi tempat pertunjukan. Seketika, kucari wajah polos Shinta yang sejak seminggu ini belum kubelai sama sekali. Setelah kutemukan, Shinta langsung menggandeng tanganku untuk masuk.
Hem, setelah sekitar satu jam, ternyata lumayan juga pertunjukan teater yang baru sekali dalam seumur hidup aku saksikan langsung ini. Shinta beberapakali memperhatikanku. Mungkin dia penasaran, apakah aku benar-benar suka atau tidak dengan pertunjukkan acting di atas panggung yang sudah ada sejak jaman Romawi ini. To be continued.

Rabu, November 26, 2008

BUBUR TAHU


SAKSI MATA: Red mio jadi saksi licinnya jalanan Surabaya ketika hujan turun

DAN.....TAHU ITUPUN JADI BUBUR

Hujan yang mengguyur jalanan Surabaya beberapa hari belakangan hendaknya perlu diwaspadai. Sebab, jalan licin tentunya membuat masalah tersendiri bagi pengguna jalan. Khususnya pengendara motor. Kalau tidak hati-hati, dipastikan selip dan bisa mencelakakan diri sendiri atau pun orang lain. Paling tidak, ini yang saya alami sendiri meski pun hanya sebatas saksi mata (with my mio).


EKO YUDIONO

Selasa malam sekira pukul 21.00, hujan rintik-rintik membasahi Jl Wiyung dan sekitarnya. Dengan mengendarai mio red (tapi bukan Liverpool)(juga bukan MU) aku menyusuri licinnya jalanan. Tepat di depan Taman Pondok Indah (TPI), sekitar 50 meter di depanku, seorang pengendara motor menabrak pengguna jalan lainnya yang menggunakan sepeda angin. Saking kerasnya tabrakan, membuat si pengendara motor terjatuh dan terseret hingga sekitar 10 meter. Begitu juga yang dialami oleh si pengguna sepeda angin, berikut barang bawaanya. Satu tong tahu, semburat ke jalanan. Dengan reflek, kontan aku mengerem dan seketika menolong Bapak yang membawa tahu itu. Sedangkan, si pengendara motor kemudian ditolong warga sekitar. Sayang, belum sempat mengamankan barang bawaannya, tahu-tahu yang ada di jalanan, terlindas sebuah mobil merah (tidak jelas nopol-nya). Dan….bahan makanan murah meriah itu pun jadi bubur tahu. Detik berikutnya, warga sekitar beramai-ramai memadati lokasi kejadian. Aku harap saja, si pengendara motor itu mau mengganti kerugian yang diderita si Bapak. Sebab, sebagai saksi mata, aku tahu betul bahwa si pengendara motor yang belakangan diketahui seorang wanita ini, bersalah. Sebab, saat itu posisi si Bapak, sudah berada di pinggir, saat peristiwa itu terjadi. Semoga. (*)

Minggu, November 23, 2008

NASI BUNGKUS VERSUS SPG


NASI BUNGKUS VERSUS SPG

Lapar memang bisa membuat seseorang lupa segalanya. Tak terkecual Wawan. wartawan JP ini terlihat asik menyuapkan nasi bungkus ke mulutnya disela-sela pertandingan Persebaya VS GU. Bahkan saking asiknya, Wawan sampai tidak mempedulikan SPG rokok Dji Sam Soe yang menawarkan sebungkus rokok ke arahnya. karena terlanjur tengsin, si SPG yang wajahnya sedikit mirip dian sastro ini ngacir pergi.

(kasihan)....ternyata wajah cantik bukan jaminan untuk menarik perhatian wawan. sebab, dia masih kalah dengan nikmatnya nasi bungkus yang hanya berlauk dua potong tahu, mie dan secuil daging itu.

BRIPDA UMAR DAN MESIN KETIK


Bripda Umar dan Mesin Ketik

Sabtu malam aku baru menyadari kalau ATM BCA-ku hilang. Wah, report nih. Dalam perjalanan pulang, aku kemudian mampir ke Polsek Menganti untuk membuat laporan kehilangan. Sudah lama aku tidak ke Polsek yang kini dikmandani oleh AKP Khoirul Anam ini. Seingatku, sejak sekitar 15 tahun lalu ketika aku masih aktif di Saka Bhayangkara (Pramuka). Jarum jam menunjukkan pukul 21.15 ketika aku menyapa dua petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) yang kebetulan mendapatkan giliran dinas malam. Salah satunya Bripda (setingkat sersan) Umar BK. Entah itu Umar Bakri atau Umar Bung Karno (ngaco).

Dari potongannya, orang yang satu ini terlihat sudah puluhan tahun makan asam garam di dunia kepolisian. Dari kumisnya yang tebal (mirip polisi India movie), dan kacamata bacanya, Umar terlihat masih gagah meski pun sudah digerogoti usia senja. Setelah berbasa-basi, aku kemudian mengutarakan maksud kedatanganku. Umar kemudian mengangguk2 tanda mengerti. Dia lalu mengeluarkan mesin ketik dari dalam almari. “My god, di jaman internet kayak gini, masih menggunakan mesin ketik,” gumanku dalam hati. “Pastinya laporanku bakalan lama diketik nih,” pkirku lagi. Tapi, semua prasangka yang ada dalam hati, berbalik 180 derajat. Karena itu istilah don’t judge a book by it cover mungkin ada benarnya. Paling tidak, Bripda Umar membuktikannya. Dengan peralatan yang ‘ketinggalan’ jaman, Umar bahkan mampu memainkan jari jemari kekarnya dengan lincah di tuts mesin ketik entah tahun berapa pembuatannya ini. Tidak sampai lima menit, laporanku selesai diketik. Bersamaan dengan itu, kepulan asap putih mengepul dari bibir Umar dan ia pun menarik nafas panjang. Thanks Pak Umar, jasamu tak kan kulupakan. Tetap semangat ya!

Sabtu, November 22, 2008

MR SALEH AND TERONG



Setelah diskusi menuju persepakbolaan profesional di RM Taman Sari, tiba-tiba saja Pak Saleh (Saleh Ismail Mukadar,red) memanggilku di parkiran
semula kaget juga. ada apa ya? apa gara-gara tulisanku tentang Persebaya?, apa gara-gara pertanyaanku masalah rasionalisasi gaji? ah, daripada bingung, aku datangi saja Pak Saleh, yang terlihat buru-buru pergi juga dari lokasi.
"Ko apa maksud link di blog kamu kok ada tulisan MR Saleh Terong," tanya Pak Saleh kemudian. Tapi karena pria berkumis ini terlihat buru-buru, aku hanya bisa menjawab, "Ada Pak di blog saya jawabanya." jawabku. "Oh, ya nanti saya tak mampir lagi. sudah beberapakali saya mampir ke blogmu juga," imbuhnya sambil berlalu.

Begini lho Pak, waktu di Bali (1st ABG) kemarin, Bapak kan pernah ngomong suka sekali dengan terong. maksudnya terong oseng atau pun terong goreng dll (yang penting sudah matang). kenapa kok suka terong Pak? waktu itu Pak Saleh ngomong, "Terong ini yang membuat saya bisa begini (sambil mengangkat jari telunjuk ke atas) sehari tiga kali?," kata Bapak (sambil ketawa). maksudnya apa ya? apa terong bisa membuat gairah seksual meningkat?. padahal dari struktur terong itu letoy kalau dimasak bos.
Lalu saya cari literatur tentang terong. eh ternyata terong bisa membuat (begini) bukan hanya sekedar mitos. sebab, menurut pakar gizi dan kuliner Budi Sutomo, S.Pd, ternyata terong terbukti mendongkrak gairah seksual.
sebab, dalam terong kata Budi,mengandung vitamin (A, B & C) dan mineral penting lainnya. Berbagai penyakit seperti wasir, rematik, batuk, penyakit kulit, bahkan raja singa juga bisa disembuhkan dengan sayuran “ajaib” ini.
so, Pak Saleh, selamat karena rajin makan terong. kalau begitu boleh dong saya kasih julukan 'MR SALEH TERONG' he9.

Kamis, November 20, 2008

First Victory



First Victory

Saat aku buka2 file lama, aku menemukan foto pas kali pertama gabung jadi reporter Radar Surabaya. Fotonnya adalah tentang kemenangan tim futsal Keren (Kesel Leren) Radar Suarabaya. Dari database foto tercatat tanggal dilangsungkannya pengambilan foto, 5/26/2004 9:45. saat itu tim Keren melawan TVRI di final.

aku lupa skornya berapa? yang jelas, kami berhasil menjadi juara pertama dalam turnamen memperingati hari jadi Surabaya ini. What a Sweet Winning.
saat itu tanpa sengaja aku memakai kostum nomor 7 yang sampai saat ini, aku kenakan baik di tim Ngajeni (dulu) hingga saat ini. Terakhir kali mengikuti turnamen, kami hanya berhasil meraih posisi II, Agustus kemarin. Come on boys, kapan nih kita juara lagi?

Kamis, November 13, 2008

OLEH-OLEH DARI JOGYA

Edan, Mienya Kok Murah Banget

Disamping gudangnya pelajar, Jogya juga terkenal dengan wisata kulinernya. dijamin, makanan di kota gudeg ini mak nyus banget. karena itu, setelah kirim berita ke Surabaya, aku sempatkan diri mencicipi mie jawa yang jualannya tak jauh dari hotel tempat kami menginap. aku bersama Wawan (jp) tanpa pilih-pilih memutuskan untuk pesan dua piring mie jawa plus dua gelas teh hangat. dari mulai dimasak, perut sudah terasa keroncongan. aroma arang bakar dari tungku melambungkan angan. "Enak kethoke mie iki Wan," kataku ke Wawan. dia pun lantas mangut-mangut tanda setuju. setelah matang, tanpa basa-basi mie langsung masuk ke dalam mulut. saking enaknya, jarene kartolo, morotuo liwat ae gak tak sopo.

Lima menit kemudian, mie habis tak tersisa. begit juga teh hangat yang aromanya teh banget.
Wawan pun bertanya berapa harga mie wuuuenak dan mak nyus yang baru saja kami makan. my god, semurah itu? pikirku dalam hati setelah mendengar si penjual menyebutkan harganya. untuk dua piring mie seenak dan selezat dan se-maknyus itu, harusnya si penjual yang keahliannya bisa dipakai untuk memasak di hotel berbintang ini, menyebutkan harga lebih. bukannya hanya Rp 3.000 se-piring. edan murah banget. Wawan pun punya ide, "Bagaimana kalau orang ini plus rombongnya kita angkut ke PUJASERA GRAHA PENA saja," celetuk Wawan. kami pun berpandangan dan lantas tertawa ha...ha..haa. (*)

Selasa, November 11, 2008

KACANG LUPA KULITNYA


Kacang Lupa Kulitnya

Mendengar suara lantang pemain-pemain Persebaya yang menolak rasionalisasi, membuat bulu kuduk agak merinding. sebab, kalau dihitung-hitung, rasionalisasi gaji yang disodorkan Persebaya tidak lah se-extrim yang dilakukan oleh tim tetangga Gresik United (GU). Untuk diketahui, tim GU langsung dipotong 50 persen, pantaslah bila pemain yang tidak ingin kualitasnya anjlok secara finansial, memutuskan untuk cabut. Sedangkan untuk Persebaya, hanya dikenakan potongan 29 persen, dan itu pun belum final. Kalau dihitung, semisal gaji salah seorang pemain senior sebesar Rp 450 juta, akan menjadi sekitar 319,5 juta. Masih cukup banyak take home pay untuk ukuran pemain senior.

Lantas, saya bertanya lagi, apakah uang segitu tidak cukup untuk hidup selama setahun? ini memang pertanyaan agak kuno. sebab, di jaman modern ini, kebutuhan hidup meningkat pesat. namun, meski demikian, dengan uang sebesar itu, paling tidak pemain lebih bersyukur. jangan sampai hanya karena egoisme pribadi dan gengsi semata, pemain lalu berteriak keras, meolak rencana rasionalisasi gaji yang disodorkan pihak manajemen dan pengurus. terlepas dari itu, kiranya para pemain harus lebih banyak mendapatan siramah rohani mengenai rasa bersyukur. jangan sampai, pemain yang namanya sudah dibesarkan Persebaya, lupa akan asal usulnya. dan mendapatkan predikat dari masyarakat 'ibarat kacang lupa kulitnya'.(*)

Kamis, November 06, 2008

Mas Darul Where Are You



Waktu pertama jadi reporter, orang ini sangat berperan dalam membimbing aku ke jalan yang benar. pertama lihat orang ini, rasanya agak sedikit 'aneh'. dari tongkrongannya, aku kira yang bersangkutan adalah wartawan timur tengah.
eh pas sudah akrab, ternyata orangnya asik, gaul dan cool banget. yang patut ditiru dari orang ini adalah prilakunya yang lurus. benar-benar patut diteladani. orangnya juga tidak sombong dan taat beribadah. Mas darul, where are you? kok hpnya gak bisa dikontak, ganti nomor tha?

OBAMA THE PRESIDENT OF USA


OBAMA WIN

Yes we can!teriakan sekitar 75 ribu warga Chicago di Grant Park menyambut kemenangan mutlak Barrack Obama sebagai presiden USA ke-44. Luar biasa, Obama yang semasa SD pernah tinggal di Jakarta ini menjadi presiden kulit hitam pertama. Aku yang terpisah ribuan kilometer seolah terhipnotis dengan pidato kemenangan Obama, mungkin anda juga begitu. Obama sangatlugas ketika menyampaikan pidato singkatnya setelah ia resmi terpilah menjadi Presiden USA. Tidak hanya warga amerika yang berpesta menyambut kemenangan Obama. seluruh dunia seolah mengangat salut untuk bapak dua anak ini.Kita harapkan, kemenangan Obama bisa menjadi jalan perubahan bagi seluruh warga dunia. sebab, Obama meyakinkan bahwa kemenangan yang ia raih bukan hanya milik partai demokrat yang mendukungnya.

tapi kemenangannya adalah kemenangan amerika "Yang meragukan kekuatan demokrasi kita. malam ini jawabannya," kata Obama. eloknya, Obama tidak berjanji muluk-muluk bahwa dia bisa melakukan perubahan dalam waktu singkat. Ini yang patut ditiru oleh politikus kita. jangan hanya bisa janji di bibir saja. salut juga untuk Mc Cain yang dengan lapang dada menyampaikan selamatnya untuk Obama. Kita tunggu, apakah Ka-ji atau Karsa mau berbesar hati bila salah satu dari mereka kalah dalam pemilihan Gubernur Jatim. kita semua akan menjadi saksinya. (*)