
Blog ini tercipta untuk memenuhi unsur komunikasi manusia dengan manusia. Selebihnya didiskripsikan sendiri. Tapi, Blog ini tidak memuat unsur SARA. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tempat dan waktu yang sebenarnya tidak disengaja. Namun kembali lagi Anda yang menilainya.
Rabu, Desember 31, 2008
Senin, Desember 29, 2008
MANYOO OH MANYOO

ManYoo…….oh…….ManYoo
Jangan tidak terlalu suka atau benci dengan sesuatu atau pun seseorang. Sebab, bisa jadi anda jatuh cinta atau pun suka dengan orang atau sesuatu itu (ah masak sih). Ini juga yang aku alami sendiri. Sebelumnya, sumpah mati aku benci banget dengan tim Manchester United (MU) atau biasanya disebut Pak Rak (redaktur olahraga Radar Surabaya) ManYoo. Sebab, tim berjuluk the red devil ini adalah rival utama Chelsea, tim favoriteku. Apalagi ketika ManYoo akhirnya finish di urutan pertama musim lalu. the blues-julukan Chelsea pun harus puas di posisi runner-up. Tapi, kebencianku dengan tim yang baru saja menjadi juara dunia antara klub di Jepang ini, mendadak sirna. Masalahnya Cuma simple saja. Pas jalan-jalan di mall Jl Pemuda (sulit amat sih ngomong Delta Plasa (takut iklan) tiba-tiba saja di hanger sebuah etalase toko sport terpampang jaket merah menyala milik Man Yoo. Kontan saja pandanganku tertuju pada jaket kinclong itu. Seolah magnet, tanpa sadar kakiku melangkah mendekatinya. “Silahkan Mas jaketnya, bagus lho,” kata SPG yang tidak cantik tapi dandanannya menarik ini.
Dengan malu-malu, kucoba intip harganya. “Jangkrek, larang-e,” (untuk ukuran kantongku). Tapi mungkin tidak bagi para caleg yang kini lagi Tebar Pesona (TP) di jalan-jalan untuk menuai simpati dan dukungan. Juga tentunya tidak mahal bagi para konglomerat dan om-om perut buncit yang mengandeng cewek cantik di mall dengan dandanan menor yang pantas jadi anaknya itu. “Ah, sialan, dunia tidak adil”. “Kalau aku terpaksa beli, berarti……………….. satu jaket= tiga kaleng susu untuk anakku,”. Maafkan bapakmu, kalau tak mampu beli susu. Gara-gara beli jaket? (ah jangan sampai). Tapi tenang Nak…… jatah untuk susumu sudah ada kok. (tenang boy).
Ah daripada nggak bisa tidur, ‘terpaksa’ juga aku beli nih jaket. Ah ManYoo….. ManYoo. (*)
Sabtu, Desember 27, 2008
PERSEBAYA SEHAT
Persebaya Sehat

Oleh:Eko Yudiono
Kaget juga mendengar ucapan Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Sumitro yang menyatakan bahwa sebelum keluarnya enam pemain rasionalisasi ada ‘virus’ di dalam tim Persebaya. Bahkan Haruna mengatakan bahwa keluarnya enam pemain tersebut bukan saja rasionalisasi, melainkan proses menyehatkan Persebaya.
Sebab, sudah menjadi rahasia umum pemain senior lebih mendominasi dibandingkan para junior. Ada semacam garis komando yang harus ditaati bagi setiap pemain muda di Persebaya. Kalau tidak mau menuruti apa kata senior, siap-siap saja dikucilkan dari tim. Suara junior seringkali terbelengu dan terabaikan. Itu juga yang terjadi baru-baru ini. Di saat Persebaya kekurangan dana, pengurus dan manajemen mencoba mencari solusi terbaik. Suara senior lebih mendominasi.
Imbasnya, wacana rasionalisasi gaji langsung ditolak mentah-mentah para senior, semacam Bejo Sugiantoro dkk. Bahkan, setelah didepak dari Persebaya, Bejo terang-terangan mengatakan dia sudah plong tak kala berhasil memperjuangkan tidak adanya rasionalisasi gaji. Tapi, sikap Bejo yang terkesan arogan terhadap pengurus dan manajemen membuatnya harus angkat kaki dari Mes Eri Erianto, markas Persebaya.
Karena itu, Haruna berharap, setelah sebagian pemain senior yang mempunyai power of senioritas ini keluar dari Persebaya, Persebaya akan lebih sehat. Lalu, apakah ada jaminan bahwa setelah keluarnya enam pemain senior itu ‘virus’ yang dimaksud itu benar-benar hilang? Sebab, tentunya, para pemain junior juga nantinya akan menjadi pemain senior. Lebih bijak bila senioritas memang harus ada, haruslah suatu sikap senior yang patut diteladani bagi juniornya. Bukannya menyebarkan ‘virus’ yang menganggu keharmonisan tim.
Kita juga berharap, ke depan, Persebaya sehat bukan sekedar impian saja. Sebab, bila Persebaya sehat, konflik atau pun riak-riak yang datang silih berganti akan dengan mudah diatasi dengan sikap bijak pula. Persebaya sehat, sebuah impian yang tak mustahil tapi juga tidak gampang untuk diwujudkan. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com

Oleh:Eko Yudiono
Kaget juga mendengar ucapan Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Sumitro yang menyatakan bahwa sebelum keluarnya enam pemain rasionalisasi ada ‘virus’ di dalam tim Persebaya. Bahkan Haruna mengatakan bahwa keluarnya enam pemain tersebut bukan saja rasionalisasi, melainkan proses menyehatkan Persebaya.
Sebab, sudah menjadi rahasia umum pemain senior lebih mendominasi dibandingkan para junior. Ada semacam garis komando yang harus ditaati bagi setiap pemain muda di Persebaya. Kalau tidak mau menuruti apa kata senior, siap-siap saja dikucilkan dari tim. Suara junior seringkali terbelengu dan terabaikan. Itu juga yang terjadi baru-baru ini. Di saat Persebaya kekurangan dana, pengurus dan manajemen mencoba mencari solusi terbaik. Suara senior lebih mendominasi.
Imbasnya, wacana rasionalisasi gaji langsung ditolak mentah-mentah para senior, semacam Bejo Sugiantoro dkk. Bahkan, setelah didepak dari Persebaya, Bejo terang-terangan mengatakan dia sudah plong tak kala berhasil memperjuangkan tidak adanya rasionalisasi gaji. Tapi, sikap Bejo yang terkesan arogan terhadap pengurus dan manajemen membuatnya harus angkat kaki dari Mes Eri Erianto, markas Persebaya.
Karena itu, Haruna berharap, setelah sebagian pemain senior yang mempunyai power of senioritas ini keluar dari Persebaya, Persebaya akan lebih sehat. Lalu, apakah ada jaminan bahwa setelah keluarnya enam pemain senior itu ‘virus’ yang dimaksud itu benar-benar hilang? Sebab, tentunya, para pemain junior juga nantinya akan menjadi pemain senior. Lebih bijak bila senioritas memang harus ada, haruslah suatu sikap senior yang patut diteladani bagi juniornya. Bukannya menyebarkan ‘virus’ yang menganggu keharmonisan tim.
Kita juga berharap, ke depan, Persebaya sehat bukan sekedar impian saja. Sebab, bila Persebaya sehat, konflik atau pun riak-riak yang datang silih berganti akan dengan mudah diatasi dengan sikap bijak pula. Persebaya sehat, sebuah impian yang tak mustahil tapi juga tidak gampang untuk diwujudkan. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com
Minggu, Desember 21, 2008
FATKUL WOODBALL MANIA

WOODBALL MANIA:Bujangan terkeren se-Banjarnegara main woodball
Fatkul Woodball Mania
Benar juga kata Jecky Tandiono Ketua Umum Indonesian Woodball Asosiation (IWbA). Woodball adalah olahraga yang asyik. selain murah meriah olahraga ini cukup bergengsi. sebab, ketika menenteng melat (stik)nya saja, pemain woodball sudah mirip golfer internasional. (tiger wood lewat dong he9). Tapi bener, setelah mencoba sendiri woodball. eh rasanya ketagihan. kayak bermain patek lele saat masih keil dulu. bedanya, kalau patek lel menggunakan dua buah kayu panjang dan kecil, kalau woodball menggunakan stik, bola dan gawang yang juga terbuat dari kayu. (kan sama-sama kayu mas he9).salah satunya yang bukan hanya ketagihan adalah Fatkul.

GAK KALAH:tukang potret-e Fatkul yo gak gelem kalah
bujangan yang mengaku paling ganteng se-Banjarnegara ini. bahkan bisa dibilang, woodball adalah 'cinta pertama pada pandangan pertamanya' (bilang aja belum laku). sebab, ketika mencoba bermain olahraga yang dipopulerkan oleh Mr. Meng Hui Weng dari Taiwan tahun 1990, lelaki berkacamata ini terlihat super asyik. Bahkan, jatah 6 fairway langsung dihabiskannya dalam waktu cepat. Fatkul yang katanya hanya doyan bule Jepang ini langsung kebingungan manakala fairway telah habis. "Waduh, disalurkan di mana lagi ini ya. tenagaku masih kuat ini," kata Fatkul cengengesan. bahkan untuk memuaskan rasa penasarannya, Fatkul berencana membeli seperangkat alat salat eh salah seperangkat alat woodball yang harganya sekitar Rp 425 ribu itu. maju terus Fat-siapa tahu jadi atlet woodball. (*)
Jumat, Desember 19, 2008
ANOMALI RYAN
Anomali Ryan

OLEH: SUMARLIN
MANA ada penjahat ‘segaul’ Very Idham Henyansyah
alias Ryan? Pria kemayu asal Jombang itu hobi fitness,
rajin merawat wajah, bahkan pintar mengaji. Saat menjalani
masa penahanan di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Jabar,
Ryan masih bisa mengajar tari salsa, menulis biografi, juga
membuat album musik.
Ryan bukan tipikal penjahat biasa. ‘Prestasinya’ bikin
geleng-geleng kepala; mencabut 11 nyawa dengan
dinginnya. Memang masih kalah jauh dengan korban Amrozi
cs yang mencapai 202 orang. Tapi Ryan tetap di atas
Robot Gedek yang hanya berani menebas 6 nyawa anak
jalanan, setelah puas mencabulinya.
Di luar aksi kriminalnya itu, Ryan memang istimewa.
Aktivitas ‘keartisannya’ terus disorot. Termasuk ketika
dia memproklamirkan diri sudah berubah; bukan lagi gay,
tapi sudah memiliki pacar perempuan berkulit putih.
Ryan adalah anomali di alam kriminal. Cesare Lombrosso
(1835-1909), seorang dokter Italia yang mendapat julukan
Bapak Kriminologi Modern, mendeskripsikan penjahat
sebagai si buruk rupa; telinga tidak sesuai ukuran, dahi
menonjol, hidungnya pun bengkok.
Ryan tidak mewakili ciri-ciri fisik yang akhirnya menjadi
dasar kelahiran teori Born Criminal itu. Wajah Ryan ganteng,
kulitnya bersih, selalu tampil dandy—maka itu disukai
beberapa pria dan wanita yang menjadi korbannya.
Karenanya, ketika kemudian Ryan diketahui telah
menjagal belasan orang, banyak orang terhenyak. Mereka
tak percaya, malah (mungkin) ada yang ‘tidak rela’ orang
semanis Ryan menjadi pembantai sesama.
Robot Gedek lebih pas memainkan peran antagonis itu,
sepantas Brutus (Popeye), Two Face (Batman), Rahwana
(Rama & Shinta), atau Yuyu Kangkang (Ande-Ande Lumut).
Jadi, jangan kaget bila kerap muncul celetukan, “Aduuh..,
ganteng-ganteng kok jadi pembunuh,” untuk ‘membela’
Ryan. Andai si penjahat berparas buruk, pasti celetukannya
berubah begini; “Kapok koen!!! Wis elek, nyopet pisan!” (*)
marlinmetro@yahoo.com

OLEH: SUMARLIN
MANA ada penjahat ‘segaul’ Very Idham Henyansyah
alias Ryan? Pria kemayu asal Jombang itu hobi fitness,
rajin merawat wajah, bahkan pintar mengaji. Saat menjalani
masa penahanan di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Jabar,
Ryan masih bisa mengajar tari salsa, menulis biografi, juga
membuat album musik.
Ryan bukan tipikal penjahat biasa. ‘Prestasinya’ bikin
geleng-geleng kepala; mencabut 11 nyawa dengan
dinginnya. Memang masih kalah jauh dengan korban Amrozi
cs yang mencapai 202 orang. Tapi Ryan tetap di atas
Robot Gedek yang hanya berani menebas 6 nyawa anak
jalanan, setelah puas mencabulinya.
Di luar aksi kriminalnya itu, Ryan memang istimewa.
Aktivitas ‘keartisannya’ terus disorot. Termasuk ketika
dia memproklamirkan diri sudah berubah; bukan lagi gay,
tapi sudah memiliki pacar perempuan berkulit putih.
Ryan adalah anomali di alam kriminal. Cesare Lombrosso
(1835-1909), seorang dokter Italia yang mendapat julukan
Bapak Kriminologi Modern, mendeskripsikan penjahat
sebagai si buruk rupa; telinga tidak sesuai ukuran, dahi
menonjol, hidungnya pun bengkok.
Ryan tidak mewakili ciri-ciri fisik yang akhirnya menjadi
dasar kelahiran teori Born Criminal itu. Wajah Ryan ganteng,
kulitnya bersih, selalu tampil dandy—maka itu disukai
beberapa pria dan wanita yang menjadi korbannya.
Karenanya, ketika kemudian Ryan diketahui telah
menjagal belasan orang, banyak orang terhenyak. Mereka
tak percaya, malah (mungkin) ada yang ‘tidak rela’ orang
semanis Ryan menjadi pembantai sesama.
Robot Gedek lebih pas memainkan peran antagonis itu,
sepantas Brutus (Popeye), Two Face (Batman), Rahwana
(Rama & Shinta), atau Yuyu Kangkang (Ande-Ande Lumut).
Jadi, jangan kaget bila kerap muncul celetukan, “Aduuh..,
ganteng-ganteng kok jadi pembunuh,” untuk ‘membela’
Ryan. Andai si penjahat berparas buruk, pasti celetukannya
berubah begini; “Kapok koen!!! Wis elek, nyopet pisan!” (*)
marlinmetro@yahoo.com
Senin, Desember 15, 2008
BUSH JAGO NGELES

TIDAK KENA:Bush dapat menghindari dua lemparan sepatu yang dilayangkan jurnalis televisi Al-Baghdadia Muntadar al-Zeidi.
BUSH JAGO NGELES
Presiden USA George Walker Bush benar-benar ahli ngeles. Sebab, dua kali dia bisa menghindari lemparan sepatu jurnalis televisi Al-Baghdadia Muntadar al-Zeidi. Muntadar kesal atas komentar Bush bahwa perang belum usai. Bush yang saat itu bersama PM IRak Nuri Al Maliki, melakukan reflek dengan menghindari dua lemparan Muntadar.
Bahkan, selain jago ngeles, Bush ternyata humoris. Sebab, begitu dua lemparan gagal menemui sasaran orang nomor satu yang kedudukannya akan digantikan oleh Barack Obama dalam waktu dekat ini langsung ngece,” "Ini sepatu ukuran 10, bukan," kata Bush. Dia bahkan tidak merasa terancam dengan dua lemparan jurnalis Irak ini. Kata Bush, lemparan sepatu itu ia ibaratkan massa yang emosional ketika berunjuk rasa. "Saya tidak paham apa yang menyebabkan orang bisa seperti itu, tapi saya tidak merasa terancam sedikit pun," imbuh Bush.
Yang jelas, Bush juga menunjukkan sikap gentle-nya atas tindakan jurnalis nekat ini. Well Mr Bush, ati-ati saja kalau ke Indonesia, mungkin anda bisa jadi kena lempar Duren. Sebab, saat ini memang lagi musimnya. (diperkaya oleh okezone.com
Sweet Victory

SWEET VICTORY: Alexander Del Piero merayakan gol bersama rekan-rekannya. Juve menang telak 4-2 atas AC Milan
What a sweet victory. Juve berhasil mengasak tamunya AC Milan dengan skor telak 4-2. Dua gol Amauri Carvalho dan satu gol dari Alexandro Del Piero dan Giorgio Chiellini, membungkam Carlo Ancelloti. Ya, Ancelloti memang pantas bersedih. sebab, kekalahan dari Juve cukup menyesakkan dada. sebab, laga melawan Juve memang syarat emosi. betapa tidak, Ancelloti pernah melatih Del Piero dkk pada medio 1999-2001. Ancelloti pun bisa dibilang gagal. sebab, dua tahun menangani tim berjuluk the old lady ini, dia hanya bisa membawa Juve meraih posisi runner-up.
dan bagi Del Piero, laga dinihari tadi makin membuat pangeran Turin dipuja. betapa tidak, meski usianya sudah terbilang uzur (33) untuk ukuran striker, tapi ketajaman mantan bintang iklan Extra Joss ini makin terlihat. Bahkan hingga pekan ke-16, Del Piero telah mencetak 12 gol di pentas Seri A.
Lebih manis lagi, Juve adalah tim idola-ku he9. come on Juve, kurang 6 poin lagi untuk ngejar internazionale.
Rabu, Desember 10, 2008
GERAK JALAN SAPI

LENGGANG KANGKUNG: Dengan santainya sapi-sapi ini melangkah di Jl Raya Wiyung tanpa mempedulikan pengguna jalan lainnya.
Foto diambil Selasa, 9 Desember 2008 pukul 20.25
dengan:
camera Nikon E5600
Orientation: upper left
X Resolution:300
Y Resolution:300
Exposure time: 1/60 s
F-Number 2.9
Exposure program:normal program
Iso speed: 200
Dari atas motor menggunakan tangan kiri dengan kecepatan 20 km/jam
GERAK JALAN (SAPI)
Ya namanya juga sapi, tentunya tidak peduli dimana dan kemana ia melangkahkan kakinya. jalanan macet akibat ulahnya pun hewan berkaki empat ini tak peduli. yang penting melangkah pulang ke kandang dengan selamat.
"Sapi siapa sih ini. malam-malam bikin macet jalan," tanya ku kesal dalam hati. Apalagi, saat itu hujan gerimis membasahi jalanan Wiyung dan sekitarnya. Macet sekitar 1 km pun tak terhindarkan akibat gerak jalan yang dilakukan belasan sapi ini.
Setelah aku coba tanyakan ke warga sekitar. sapi-sapi ini adalah milik seorang peternak di kawasan wiyung. sapi-sapi ini saban pukul 20.00-23.00 biasanya pulang sendiri ke rumahnya eh salah kandangnya, setelah merumput seharian di sekitar rawa-rawa Wiyung. Hebatnya lagi, ini sapi, pulang tanpa kawalan si pemiliknya. Pinter juga nih sapi-sapi. "Padahal, dia tidak pernah mendapatkan pelajaran geografi dari Pak Safi'i guru Geografiku di SMP," pikirku.
Namun lebih pinter, bila si pemilik juga ikut mengawasi dan mengiring sapi-sapinya agar tidak menganggu pengguna dan memacetkan lalu lintas. itu saran saya Pak Gembala sapi.(*)
Senin, Desember 08, 2008
Episode Cinta
EPISODE CINTA

OLEH: HENDARMONO AL SIDARTO
Hari ini (8/12) atau 10 Dzulhijjah 1429 H seluruh umat
Islam memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi
Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah
SWT yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim sungguh bisa disebut
sebagai sebuah ‘Episode Cinta’ dari dua hamba Allah,
Ibrahim dan Ismail.
Betapa tidak, pengorbanan yang dilakukan beliau dengan menyembelih putra kesayangannya yang baru saja diperolehnya dari Allah, benar-benar
merupakan bukti kecintaannya kepada Allah.
Karena cinta, Ibrahim sudah tidak melihat dirinya sebagai
ayah dari Ismail, putranya. Karena cinta pula Ismail sudah
tidak menganggap dirinya sebagai anak dari Ibrahim, ayahnya.
Ibadah kurban dalam Islam bukan sekadar ritual
penyembelihan ternak di Hari Raya Idhul Adha (10
Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Tetapi lebih dari itu, selain sebagai pembuktian keislaman
seseorang, juga mengasah kecerdasan sosial dan finansial.
Karena berkurban pada dasarnya adalah memberikan
sesuatu miliknya untuk orang lain atau mereka yang berhak.
Islam adalah pasrah secara total kepada perintah Allah.
Oleh sebab itu, nilai-nilai ibadah kurban perlu dilaksanakan
atau diimplementasikan secara terus menerus dalam
kehidupan sehari-hari.
Dalam kapasitasnya sebagai seseorang hamba, manusia
harus tunduk patuh pada perintah Tuhannya. Misalnya,
kalau mencari uang, tidak dengan cara korupsi, mencuri,
atau merampok. Sebagai seorang hamba, tidak boleh
mengajukan cara-cara mencari uang yang licik dan dilarang
Tuhannya itu. Sebaliknya, harus mencari dengan cara
dengan cara-cara yang diizinkan oleh Allah, cerdas, bagus,
berprestasi.
Kurban adalah cinta, ujian, kesanggupan, kesediaan,
kesetiaan. Maka ukirlah sebuah episode cinta dengan tinta
emas keabadian di sepanjang kehidupan. Ibrahim dan Ismail
telah membuktikan kesetiaan dan cintanya kepada Allah lebih
di atas segalanya dalam sebuah episode pengorbanan. (*)
hendarmono@yahoo.com

OLEH: HENDARMONO AL SIDARTO
Hari ini (8/12) atau 10 Dzulhijjah 1429 H seluruh umat
Islam memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi
Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah
SWT yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim sungguh bisa disebut
sebagai sebuah ‘Episode Cinta’ dari dua hamba Allah,
Ibrahim dan Ismail.
Betapa tidak, pengorbanan yang dilakukan beliau dengan menyembelih putra kesayangannya yang baru saja diperolehnya dari Allah, benar-benar
merupakan bukti kecintaannya kepada Allah.
Karena cinta, Ibrahim sudah tidak melihat dirinya sebagai
ayah dari Ismail, putranya. Karena cinta pula Ismail sudah
tidak menganggap dirinya sebagai anak dari Ibrahim, ayahnya.
Ibadah kurban dalam Islam bukan sekadar ritual
penyembelihan ternak di Hari Raya Idhul Adha (10
Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Tetapi lebih dari itu, selain sebagai pembuktian keislaman
seseorang, juga mengasah kecerdasan sosial dan finansial.
Karena berkurban pada dasarnya adalah memberikan
sesuatu miliknya untuk orang lain atau mereka yang berhak.
Islam adalah pasrah secara total kepada perintah Allah.
Oleh sebab itu, nilai-nilai ibadah kurban perlu dilaksanakan
atau diimplementasikan secara terus menerus dalam
kehidupan sehari-hari.
Dalam kapasitasnya sebagai seseorang hamba, manusia
harus tunduk patuh pada perintah Tuhannya. Misalnya,
kalau mencari uang, tidak dengan cara korupsi, mencuri,
atau merampok. Sebagai seorang hamba, tidak boleh
mengajukan cara-cara mencari uang yang licik dan dilarang
Tuhannya itu. Sebaliknya, harus mencari dengan cara
dengan cara-cara yang diizinkan oleh Allah, cerdas, bagus,
berprestasi.
Kurban adalah cinta, ujian, kesanggupan, kesediaan,
kesetiaan. Maka ukirlah sebuah episode cinta dengan tinta
emas keabadian di sepanjang kehidupan. Ibrahim dan Ismail
telah membuktikan kesetiaan dan cintanya kepada Allah lebih
di atas segalanya dalam sebuah episode pengorbanan. (*)
hendarmono@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)