aneh-anaeh saja permintaan sugik yang ngakunya fotografer top koran surabaya. kata dia, kalau akau difoto sama dia akan tampak cakep. setengah tidak percaya aku nurut saja. daripada buat sugik cemberut. maka didamdanilah aku. dipinjami kacamata, rambutku diatur acak-acakan dan juga dipinjami baju dutcman dengan bendera merah putih. nggak nyambung sih tapi kalau membuat senang hati orang dan dia juga senang namanya kan ibadah. jadi silahkan menilai jepretan sugik. (ono)
Blog ini tercipta untuk memenuhi unsur komunikasi manusia dengan manusia. Selebihnya didiskripsikan sendiri. Tapi, Blog ini tidak memuat unsur SARA. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tempat dan waktu yang sebenarnya tidak disengaja. Namun kembali lagi Anda yang menilainya.
Jumat, April 04, 2008
a day in mapolwiltabes surabaya
aneh-anaeh saja permintaan sugik yang ngakunya fotografer top koran surabaya. kata dia, kalau akau difoto sama dia akan tampak cakep. setengah tidak percaya aku nurut saja. daripada buat sugik cemberut. maka didamdanilah aku. dipinjami kacamata, rambutku diatur acak-acakan dan juga dipinjami baju dutcman dengan bendera merah putih. nggak nyambung sih tapi kalau membuat senang hati orang dan dia juga senang namanya kan ibadah. jadi silahkan menilai jepretan sugik. (ono)
Rabu, April 02, 2008
Kura-Kura Kepala Babi Diamankan
BUBUTAN- 65 ekor kura-kura bernilai puluhan juta rupiah diamankan petugas Polsek Bubutan, kemarin. Kura-kura berdiameter sekitar 20-25 cm yang diduga dilindungi ini, ditemukan di salah satu gerbong kereta Kertajaya jurusan Jakarta-Surabaya.
Diamankannya kura-kura ini berawal dari operasi multisasaran di Stasiun Pasar Turi. “Kemungkinan besar, pemilik kura-kuranya ketakutan dan memilih meninggalkan kura-kura miliknya ketika melihat polisi,” kata Kapolsek Bubutan AKP I Wayan Wiyana, kemarin.
Kura-kura yang ditemukan keadaannya sangat menyedihkan. Sebab, hewan yang tergolong langka ini, ditempatkan di dalam tiga zak plastik dengan cara ditumpuk. Saking banyaknya, sebagian kura-kura yang ditempatkan di dalam satu zak, akhirnya mati. “Setelah kami pilah-pilah, ada lima ekor kura-kura yang mati,” jelas Wayan.
Terkait penemuan kura-kura tersebut, Wayan menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya. “Kami ingin mengetahui secara pasti jenis kura-kura yang kami amankan,” urai Wayan.
Disamping dengan BKSDA, petugas juga berkoordinasi dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Tapi, hingga kemarin petang, pihak KBS juga belum bisa memastikan jenis kura-kura yang diamakan. Namun dari tampilan luar, beberapa kura-kura yang diamankan ada yang mirip dengan kura-kura kepala babi. Salah satu jenis kura-kura yang memang dilindungi di Indonesia.
Dijelaskan Wayan, dugaan sementara kura-kura itu akan dijual ke restoran-restoranChinese food di Surabaya. “Namun kami masih akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Wayan. Sembari menunggu hasil pemeriksaan dari BKSDA dan KBS, hewan itu ditempatkan di salah satu kamar mandi Polsek Bubutan. “Daripada mati, kan kasihan. Jadi kami korbankan saja satu kamar mandi kami. Toh, kami masih punya satu kamar mandi lagi,” terang Wayan. (ono)
Diamankannya kura-kura ini berawal dari operasi multisasaran di Stasiun Pasar Turi. “Kemungkinan besar, pemilik kura-kuranya ketakutan dan memilih meninggalkan kura-kura miliknya ketika melihat polisi,” kata Kapolsek Bubutan AKP I Wayan Wiyana, kemarin.
Kura-kura yang ditemukan keadaannya sangat menyedihkan. Sebab, hewan yang tergolong langka ini, ditempatkan di dalam tiga zak plastik dengan cara ditumpuk. Saking banyaknya, sebagian kura-kura yang ditempatkan di dalam satu zak, akhirnya mati. “Setelah kami pilah-pilah, ada lima ekor kura-kura yang mati,” jelas Wayan.
Terkait penemuan kura-kura tersebut, Wayan menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya. “Kami ingin mengetahui secara pasti jenis kura-kura yang kami amankan,” urai Wayan.
Disamping dengan BKSDA, petugas juga berkoordinasi dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Tapi, hingga kemarin petang, pihak KBS juga belum bisa memastikan jenis kura-kura yang diamakan. Namun dari tampilan luar, beberapa kura-kura yang diamankan ada yang mirip dengan kura-kura kepala babi. Salah satu jenis kura-kura yang memang dilindungi di Indonesia.
Dijelaskan Wayan, dugaan sementara kura-kura itu akan dijual ke restoran-restoranChinese food di Surabaya. “Namun kami masih akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Wayan. Sembari menunggu hasil pemeriksaan dari BKSDA dan KBS, hewan itu ditempatkan di salah satu kamar mandi Polsek Bubutan. “Daripada mati, kan kasihan. Jadi kami korbankan saja satu kamar mandi kami. Toh, kami masih punya satu kamar mandi lagi,” terang Wayan. (ono)
Langganan:
Postingan (Atom)