Sabtu, Juli 30, 2011

Senin, November 01, 2010

Ku Jejakkan Kaki di Afsel


TABLE MOUNTAIN: Salah satu keindahan objek wisata di Cape Town-Afsel.




Ini adalah fase penting dalam kehidupanku. Ah, masih belum bisa percaya Juni-Juli lalu aku menjadi saksi bintang2 dunia di lapangan hijau. Salah satu yang kuingat jelas adalah Diego Forlan. Ya, striker Uruguay ini memesonaku. Gol yendangan bebasnya ke gawang Ghana membuyarkan asa Ghana yang menjadi satu2nya wakil dari Benua hitam menjadi semifinalis Piala Dunia 2010. Berkat golnya, pertandingan harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah sebelumnya perpanjangan waktu. Tapi bukan itu yang terpenting. Menjejakkan kaki di tanah Afrika mengingatkanku pada film HoLlywood Blood Diamond yang dibintangi Leonardo de Caprio. Dalam satu scenenya, Leonardo sempat mengatakan TIA (This Is Africa). Meski di Afrika bermacam-macam warna, mereka akan selalu kembali ke Afrika bila terlahir di tanah merah yang menurut legenda berasal dari tumpahan darah penduduk asli Afrika ini.
Hemm.
Menginap di sebuah hotel bintang tiga, Hollow on the Square.....kisah menakjubkan dimulai...to be continue







mencoba ngeblog lagi

Lama tidak membuka blog ini. ada setangkup kerinduan yang menjejal angan. Tunggu YA...SEGERA AKAN NGEBLOG LAGI. ADA SEJUTA KISAH YANG LAYAK DAN MUNGKIN INDAH ATAU ELOK UNTUK DIBAGI. HAMPIR SETAHUN DAN INI MUNGKIN SAATNYA.MUNGKIN








Selasa, April 20, 2010

Kata-Kata Bijak







Kata-Kata Bijak

EKO YUDIONO
ekoyudiono7@yahoo.com

Kata-kata bijak memang bisa meluncur dari bibir siapa saja. Tak terkecuali dari bibir Diva yang kini tersandung masalah rumah tangga, Krisdayanti. KD sebutan populer Krisdayanti menyarankan agar istri Raul Lemos, Shecan Salem Sagran alias Silvalay Noor Athalia alias Ata tidak gampang terbakar amarah terkait pernyataannya di media. KD dalam pandangan Ata bersalah karena berselingkuh dengan suaminya. Tapi, KD juga mengaku tidak gentar melakukan upaya pembelaan atas apa yang layak ia terima.
Sebab, pengakuan KD, Raul mengaku dalam status duda ketika berpacaran dengannya. Karena itu, dia menyarankan agar Ata jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk melapor ke polisi. “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin,” saran KD.
Apa yang dikatakan KD memang ada benarnya. Meski dia kini dianggap Ata sebagai number one enemy. Tapi, kata-kata bijak KD patut dicermati. Bertindak dengan kepala dingin merupakan langkah bijak. Bukan hanya bagi Ata tapi siapa saja. Sebab, dengan berfikir jernih, kemungkinan besar keributan bakal terhindarkan. Coba seandainya, Sat Pol PP Pemprov DKI dan warga sekitar Makam Mbah Priok plus ahli warisnya berfikir dengan kepala dingin dan jernih serta pro aktif melakukan pendekatan soal revitalisasi Makam tersebut, korban jiwa dari kedua belah pihak kemungkinan bakal terhindarkan.
Kata-kata bijak juga diperlukan bagi kelima calon walikota Surabaya yang Juni mendatang bakal bersaing menuju Balai Kota. Bijak dalam menerima hasil Pilwali dan bijak dalam menerima kekalahan atau pun kemenangan. Bila nanti para cawali ini sedikit lupa, ingat saja kata-kata bijak KD, “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin.”. (*)

Dimuat di harian Radar Surabaya 19 April 2009

Selasa, Oktober 20, 2009

instan ala Manohara


Instant ala Manohara

Saat ini, apa pun bisa didapat dengan instant. Tapi, perlu diingat, segala hal yang dicapai dengan instant, niscaya tidak bakal langeng. Mengambil contoh kasus Manohara Odelia Pinot. Istri Teuku Fakhry ini tiba-tiba saja menjadi pembicaraan. Sejumlah stasiun swasta nasional berlomba-lomba memberikan tayangan ekslusif terkait bebasnya Manohara yang katanya disiksa habis-habisan oleh Pangeran Kelantan itu. Imbasnya, Manohara pun menuai berkah. Popularitas instant.
Manohara disodori kontrak sinetron berjudul sama dengan namanya. Tapi apa lacur, ketika Manohara tidak lagi dibicarakan orang, tiba-tiba saja ia menghilang. Dalam sebuah episode sinetron yang dibintanginya, dikisahkan Manohara meninggal. Artinya, dia tidak lagi muncul di layar kaca. Ia pun jobless alias pengangguran. Ada yang menuding, ‘meninggalnya’ Manohara, lantaran aktingnya yang pas-pasan dan melempem. Sejak kemunculannya, Manohara menuai banyak kontroversi. Sang Ibu, Deasy Fajarina bisa dibilang sangat berperan dalam karir Manohara. Dalam berbagai kesempatan, Deasy menangis haru-biru dan minta perlindungan kemana-mana agar Manohara yang katanya mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KdRT) bisa bebas. Namun, kualitas acting Manohara yang melempeng, akhirnya membuat banyak orang sadar. Termasuk rumah produksi SinemArt yang mengontraknya. Bahkan, kalau mau jujur, akting Deasy, lebih mantap dari Manohara. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com