Blog ini tercipta untuk memenuhi unsur komunikasi manusia dengan manusia. Selebihnya didiskripsikan sendiri. Tapi, Blog ini tidak memuat unsur SARA. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tempat dan waktu yang sebenarnya tidak disengaja. Namun kembali lagi Anda yang menilainya.
Minggu, Oktober 13, 2013
Jingkrak-Jingkrak hingga Meneteskan Airmata. Ana, Ibu Evan mendukung Timnas U-19 dengan Nobar Bersama Keluarga
Evan Dimas menjadi bintang lapangan ketika timnas U-19 mengalahkan
Korea Selatan di kualifikasi Piala AFC 2013, Sabtu, (12/10) malam.
Tiga gol Garuda Muda, Garuda Jaya dihasilkan melalui kedua kaki Evan.
Kemenangan timnas U-19 sejatinya sudah dirasakan oleh Ana, ibu Evan
Dimas. Menurut Ana, sebelum melawan Korea di laga terakhir grup B,
pemain internal Mitra Radar Surabaya itu sempat menelponnya.
“Evan minta didoakan agar timnas menang. Saya hanya bisa mengatakan,
tentu Van, ibu akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan timnas,”
urai Ana. Ia juga berpesan kepada Evan agar tetap tenang dalam
bermain. “Sebab, di pertandingan terakhir, Evan agak emosi dan ia kena
kartu kuning,” sebutnya.
Mendapatkan pesan demikian, Evan menurut Ana, berjanji bakal
melakukannya. Doa Ana, khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia
akhirnya terwujud tadi malam. Korea Selatan yang di atas kertas lebih
bagus dari timnas U-19 mampu dikalahkan, tadi malam. Ketika ditelpon
RADAR Surabaya, suara Ana masih histeris. Back sound Ana terlihat
gemuruh degan sorak-sorai. “Maaf Mas, saya habis jingkrak-jingkrak.
Saya lagi nonton bareng dengan keluarga dan orang-orang kampung,”
ungkap Ana yang menggelar nonton bareng (Nobar) di rumahnya, kawasan
Ngemplak, Lakarsantri itu.
Usai jingkrak-jingkrak saking gembiranya, Ana menyebut, ia sampai
menggeluarkan air mata.”Mudah-mudahan timnas tetap jaya dan untuk Evan
tetap rendah hati dan tetap tidak berpuas diri setelah meraih hasil
bagus mala mini (tadi malam),” harapnya. (ono)
DIMUAT DI HARIAN RADAR SURABAYA 13/9/2013
Sabtu, Juli 30, 2011
Senin, November 01, 2010
Ku Jejakkan Kaki di Afsel

TABLE MOUNTAIN: Salah satu keindahan objek wisata di Cape Town-Afsel.
Ini adalah fase penting dalam kehidupanku. Ah, masih belum bisa percaya Juni-Juli lalu aku menjadi saksi bintang2 dunia di lapangan hijau. Salah satu yang kuingat jelas adalah Diego Forlan. Ya, striker Uruguay ini memesonaku. Gol yendangan bebasnya ke gawang Ghana membuyarkan asa Ghana yang menjadi satu2nya wakil dari Benua hitam menjadi semifinalis Piala Dunia 2010. Berkat golnya, pertandingan harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah sebelumnya perpanjangan waktu. Tapi bukan itu yang terpenting. Menjejakkan kaki di tanah Afrika mengingatkanku pada film HoLlywood Blood Diamond yang dibintangi Leonardo de Caprio. Dalam satu scenenya, Leonardo sempat mengatakan TIA (This Is Africa). Meski di Afrika bermacam-macam warna, mereka akan selalu kembali ke Afrika bila terlahir di tanah merah yang menurut legenda berasal dari tumpahan darah penduduk asli Afrika ini.
Hemm.
Menginap di sebuah hotel bintang tiga, Hollow on the Square.....kisah menakjubkan dimulai...to be continue
mencoba ngeblog lagi
Lama tidak membuka blog ini. ada setangkup kerinduan yang menjejal angan. Tunggu YA...SEGERA AKAN NGEBLOG LAGI. ADA SEJUTA KISAH YANG LAYAK DAN MUNGKIN INDAH ATAU ELOK UNTUK DIBAGI. HAMPIR SETAHUN DAN INI MUNGKIN SAATNYA.MUNGKIN
Selasa, April 20, 2010
Kata-Kata Bijak

Kata-Kata Bijak
EKO YUDIONO
ekoyudiono7@yahoo.com
Kata-kata bijak memang bisa meluncur dari bibir siapa saja. Tak terkecuali dari bibir Diva yang kini tersandung masalah rumah tangga, Krisdayanti. KD sebutan populer Krisdayanti menyarankan agar istri Raul Lemos, Shecan Salem Sagran alias Silvalay Noor Athalia alias Ata tidak gampang terbakar amarah terkait pernyataannya di media. KD dalam pandangan Ata bersalah karena berselingkuh dengan suaminya. Tapi, KD juga mengaku tidak gentar melakukan upaya pembelaan atas apa yang layak ia terima.
Sebab, pengakuan KD, Raul mengaku dalam status duda ketika berpacaran dengannya. Karena itu, dia menyarankan agar Ata jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk melapor ke polisi. “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin,” saran KD.
Apa yang dikatakan KD memang ada benarnya. Meski dia kini dianggap Ata sebagai number one enemy. Tapi, kata-kata bijak KD patut dicermati. Bertindak dengan kepala dingin merupakan langkah bijak. Bukan hanya bagi Ata tapi siapa saja. Sebab, dengan berfikir jernih, kemungkinan besar keributan bakal terhindarkan. Coba seandainya, Sat Pol PP Pemprov DKI dan warga sekitar Makam Mbah Priok plus ahli warisnya berfikir dengan kepala dingin dan jernih serta pro aktif melakukan pendekatan soal revitalisasi Makam tersebut, korban jiwa dari kedua belah pihak kemungkinan bakal terhindarkan.
Kata-kata bijak juga diperlukan bagi kelima calon walikota Surabaya yang Juni mendatang bakal bersaing menuju Balai Kota. Bijak dalam menerima hasil Pilwali dan bijak dalam menerima kekalahan atau pun kemenangan. Bila nanti para cawali ini sedikit lupa, ingat saja kata-kata bijak KD, “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin.”. (*)
Dimuat di harian Radar Surabaya 19 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)