Kamis, Januari 15, 2009

OJEK PAYUNG


Ojek Payung

Ah hujan musim ini membuat semua kalang kabut. Apalagi bagi aku. Pas liputan ke TP, tiba-tiba hujan tumpah di parkiran KFC. Padahal, sudah ditunggu narasumber. Hemm. Jalan satu-satunya ya ojek payung. Seumur-umur aku tidak pernah menggunakan jasa ojek yang biasanya dilakukan oleh anak-anak sekolah ini. “Mas payung,” kata bocah lelaki 12 tahun yang karib dipanggil Hadi ini.

Langsung saja kusambar payungnya. Sepanjang trotoar KFC hingga TP, aku coba mengorek keterangan dari mulut pelajar kelas VI SD ini. Menurut Hadi, hujan adalah berkah sendiri bagi dia dan teman-temannya. Sebab, dia bisa mencari uang jajan sendiri di tengah derasnya hujan, cukup dengan modal payung. Heem…….! Nice. Di balik gerutu, kesal ratusan orang di Surabaya gara-gara hujan, Hadi dengan gembira menerobos butiran-butiran bening dengan payungnya. Karena hujan pula, Hadi bisa memperoleh sedikitnya Rp 10. 000, bila hujan turun sekitar satu jam, tanpa merengek ke orangtuanya. Sebuah pelajaran kecil tapi berharga telah ditunjukkan Hadi. Dengan akal sehatnya, dia mampu meraup rupiah. Toh, Hadi pun tidak merasa terbebani dengan apa yang dilakukannya. Sebab, dia juga masih bisa berhujan-hujan ria. Good Luck Hadi.

2 komentar:

I W A mengatakan...

Mas, smpyan iki yok opo. Sak jane bab iki ape tak gawe berita, lha kok malah didisiki. Masalahe pas udan, posisiku gak tau nang mall e. smpyan moto gak, aku njaluk data e ya. hehehehe, tetep ape tak gawe feature.

bhayangkarafootball.blogspot.co.id mengatakan...

waduh yo gak moto mam, wong udan deres. kalau begitu. cegat aja anaknya di parkiran kfc kalau ujan tiba he9