Jumat, Januari 09, 2009

Melihat Pola Latihan Arcan Iurie


ARCAN IURIE

sori karena tidak ada posting aku selipkan saja posting pelatih anyar Persebaya. mohon maaf bagi para pecinta, pendengar setia farrelano.blogspot.com

Melihat Pola Latihan Arcan Iurie
Mencoba Mengadopsi Gaya Melatih Polosin

Sejak Arcan Iurie resmi menangani Persebaya 31 Desember lalu, ada perubahan signifikan baik dalam pola latihan ataupun pendekatan ke pemain. Seperti apa?
EKO YUDIONO
ekoyudiono7@yahoo.com

KAMIS sore, hujan membasahi Karang Gayam dan sekitarnya. Warga sekitarnya pun sepertinya malas keluar rumah. Namun itu tidak berlaku bagi pemain Persebaya. Mereka tetap menjalani program latihan rutin. Kejutan memang. Sebab, ketika diasuh Freddy Muli, pemain tidak pernah berlatih ketika hujan turun. Kalaupun latihan, hanyalah senam-senam ringan di aula mes.
Semenjak Arcan resmi menjadi pelatih Persebaya, perubahandemi perubahan dilakukan Arcan. Pelatih Moldova
ini terlihat lebih memoles fisik pemain, ketimbang strategi bermain. Di hari perdananya melatih, sekitar dua jam para pemain harus melahap porsi latihan yang selama ini tidak pernah dirasakan
pemain. Kemarin, Arcan kembali melatih fisik pemainnya. Setelah melakukan pemanasan, para pemain diwajibkan lari mengelilingi lapangan. Cukup. Tunggu dulu, sebab, pemain masih harus
melakukan lari bolak-balik setengah lapangan sebanyak lima kali.
Kalau sebelumnya, para pemain masih terlihat ada yang tidak istirahat siang setelah latihan pagi, namun sekarang mes terlihat sepi di siang hari. Para pemain benar-benar kelelahan setelah latihan fisik seperti latihan yang diterapkan mantan pelatih Timnas PSSI asal Uni Soviet (saat itu, red) Anatoly F. Polosin. Arcan pun mengakui bahwa metode latihannya sama dengan Polosin. “Dia adalah guru saya dan saya akan coba menerapkan metode latihan seperti dia (Polosin),” kata Arcan.
Selain fisik, Arcan juga memakai metode yang biasa disebut teknik, taktik, dan mobilitas (TTM). Karena itu dengan pola latihan cukup berat itu, Arcan berharap pemainnya bisa mobile selama 2x45 menit dengan kesegaran fisik yang prima. Sebagai catatan, rata-rata pemain Indonesia melakukan sekitar 750 touch (sentuhan) dalam setiap pertandingan. Bayangkan dengan pemain Eropa yang melakukan touch sekitar 1.500 kali per pertandingan. Meski pola latihan Arcan masih perlu diuji, tapi setidaknya, ada penyegaran dalam pola latihan yang dilahap para pemain Persebaya. Berhasil tidaknya, kita semua yang akan menjadi saksi. Kita tunggu saja. (*)

Tidak ada komentar: