Jumat, September 19, 2008

Gita Cinta di SMU

GITA CINTA SMU PART II
-------Susahnya First Date

Sudah seminggu sejak aku jadian sama Emy, hari-hariku berwarna-warni. tidak lagi hitam putih seperti gagahnya foto kakekku dengan cerutu kebangaannya. Sabtu siang sehabis mengantar Emy pulang, aku pacu motor pulang. sebab, aku janjian sama Emy bakal apel untuk kali pertama di rumahnya.
Sehabis makan siang, aku rebahkan tubuhku dan anganku langsung tertju pada senyum manis Emy ketika aku antar sampai gang rumahnya. "Hati-hati ya....," kata Emy dengan penuh sayang. Tiba-tiba saja lamunanku buyar, tatkala teman kampungku yang biasa dipanggil genduk berteriak-teriak,"Nono, Nono (nama penggilanku di kampung), tangi No...jam piro sak-iki," teriak gendut. Sedikit malas aku pandang jam di dinding, pukul 16.00. waktunya latihan bola di lapangan. sebab, Cak Pul, manajer bola kampung ingin mengikutkan tim Cahaya Muda Bringkang (CMB) untuk ikut turnamen di Benowo. Terbayang first date dengan Emy, aku nggak konsen sama sekali dengan latihan. Cak Pul pun teriak-teriak," No, mana finishing touch-e. masak di depanm gawang gak bisa gol," teriak Cak Pul uring-uringan.
Pukul 18.00 sehabis salat magrib, aku siap-siap berangkat apel. Ibuku yang tahu anak laki-lakinya berubah dari suka main kelereng berganti sering ngaca sempat nyindir. "Waduh ape nang endi rek," tanya wanita yang telah memberikan sehenap jiwannya sejak dalam kandungan ini penuh selidik. tanpa menjawan aku hanya tersenyum. Ibuku pun pasti tahu aku akan kemana. sebab, sejak seminggu ini dia rajin menjadi operator yang menjawab semua teleponku, tentunya lebih sering telepon dari Emy.
tepat setengah jam kemudian, aku sudah menyusuri pekatnya jalanan. langit malam itu ternyata tidak mau kompromi. pekat dan tidak memberikan kesempatan pada bintang untuk sekedar mengintip ke bawah.
apa yang kutakutkan benar-benar terjadi, baru separuh jalan, tiba-tiba langit menumpahkan air dengan lebatnya. tidak peduli bahwa aku baru saja habis-habisan dandan cakep. juga tidak peduli parfume Ibuku yang aku ambil dengan sembunyi-sembunyi. sejenak aku menyerah, aku terpaksa berhenti di tengah perjalanan untuk sekedar berteduh.
rupanya langit benar-benar marah malam itu. aiar seolah tiada berhenti. sudah satu jam setengah aku menunggu, hujan tiada reda. aku juga memaki pada alat komunikasi. andaikan di tahun 1996 HP sudah semurah 2008, tentunya aku dengan mudah SMS-an dengan Emy mengkabarkan keadaanku yang kedinginan di pos kambling kawasan Lidah Kulon.
Dua jam setengah hujan baru benar-benar reda. aku mel,ihat jam casio digital yang melingkar di tangan kananku. pukul 20.30, berarti aku harus ngebut supaya bisa tiba di rumah Emy kurang dari pukul 21.00. Sialannya lagi, di kawasan Karangan, jalan rusak berat dan dalam perbaikan. aku jadi tidak leluasa memacu motor Yamaha Fizku. Setelah bergulat dengan lumpur jalanan, akhirnya tiba juga aku di depan rumah Emy. Pohon blimbing di depan rumah menyambutku. Alhamdulillah, pintu rumah Emy belum dikunci. Berarti dia belum tidur. ketika aku sampai di depan pintu, perjuanganku selama dalam perjalanan terbayar lunas. senyum manis Emy seolah membuat sebagian jaket jinku yang basah mendadak kering. "Nekat ya....hujan-hujan maksa ke rumah," kata Emy dengan penuh makna. to be continued

Kamis, September 18, 2008

Gita Cinta di SMU


GITA CINTA SMU PART 1

suatu siang di 1996. di tengah2 pelajaran matematika yang membosankan. diantara shaf bangku ke dua dari selatan. bangku ketiga dari depan. tanpa sengaja, aku melihat kilatan sepasang mata indah bola pingpong. saat itu juga sepertinya dunia penuh warna. aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. ya..dialah gadis yang pertama kali mengisi hatiku ketika aku duduk di kelas 2 SMU. Emy, begitu nama panggilannya. gadis manis yang tinggal di kedurus gang pasar.
untuk menarik perhatiannya tentu tidak mudah. apalagi, saat itu banyak cowok juga kagum dengannya. apalagi setiap pulang sekolah, dia sudah ada yang mengantar pulang. makin tipis pula kesempatanku. tapi.... ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. diam-diam melalui temannya, Emy menitipkan salam. "O.Y (nama panggilanku ketika di SMU) kamu dapat salam dari Emy," kata Erna, teman dekat Emy yang saban hari berangkat sama-sama ke sekolah. mendengar itu, bakso Pak Man yang rasanya paling enak di kantin sekolahan menjadi seperti makanan basi yang enggan aku makan lagi. pelajaran matematika yang membosankan menjadi satu alasan untuk curi-curi pandang.
Tidak lama aku melakukan pendekatan. hingga akhirnya Emy bersedia menjadi pacarku. setiap pukul 13.30, aku nantikan Emi di pintu gerbang sekolah untuk pulang bareng. sepanjang gang Kebroan-Kedurus pasar menjadi saksi bisu perjalanan. aku memang sengaja memilih jalan pulang melalui gang-gang kecil. itu aku lakukan untuk bisa lebih berlama-lama berduan di atas jok motor Yamaha FIZ L 7773 LK. Bunyi kerasnya knalpot seolah sirna oleh sibakan poni rambut Emy. to be continue

Minggu, Agustus 17, 2008

Tim Keren Rebut Dua Trophy


GRESIK-Tim futsal Keren (kesel leren) Radar Surabaya akhirnya pulang membawa dua trophy dalam turnamen Petrogres Media Futsal 2008, dalam rangka HUT Petrokimia ke-36. Tropy pertama didapat tim Keren, setelah dalam final dikalahkan tim Surabaya Pagi dengan skor 1-3. Tim Keren pun harus puas menjadi runner-up.
Sedangkan trophy kedua diperoleh setelah striker Keren Jaini, berhasil menjadi top skorer dengan torehan 10 gol, selama berlangsungnya turnamen.
“Para pemain sudah tampil maksimal. Sayang kami kurang beruntung,” kata manajer sekaligus pelatih tim Keren Sumarlin. Pria yang selalu tampil rapi ini menambahkan, fisik pemain drop di babak kedua sehingga tim lawan terus menekan. “Tapi menjadi runner-up patut kami syukuri. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa menjadi yang terbaik,” harap redaktur senior ini.
Dalam final yang berlangsung di GOR Tri Dharma Gresik, Minggu (17/8), pertandingan berjalan ketat. Tim Keren yang tahun lalu hanya sampai perempat final mencoba bermain taktis. Namun, Surabaya Pagi unggul lebih dulu di menit awal pertandingan. Sontekan Moly tidak terjangkau Petr Rak, 0-1, tim Keren tertinggal. Tersentak oleh gol cepat itu, Keren langsung mengurung pertahanan tim lawan. Hasilnya, sontekan Jaini, berhasil menyamakan kedudukan. Gol itu berawal dari umpan cantik Robert di sisi kiri pertahanan Surabaya Pagi. Tanpa kesulitan, Jaini mencetak gol ke-10-nya dalam turnamen ini.
Di lima belas menit babak kedua, pertandingan masih berjalan ketat. Masuknya Yudi, membuat pertahanan tim Keren sedikit kokoh. Sayang, permainan Yudi kurang optimal. Alhasil, beberapa kali penyerang Surabaya Pagi, lolos dari kawalannya. Namun sebuah penyelamatan gemilangnya membat gawang Petr Rak masih aman. Sayang, fisik yang terkuras membuat tim Keren ditekan jelang akhir babak kedua. Dua gol pun lagi-lagi bersarang di gawang Petr Rak. Hingga pertandingan berakhir, tim Keren Radar Surabaya harus mengakui keunggulan Surabaya Pagi, 1-3. Sebelumnya, JTV merebut posisi ketiga setelah mengalahkan harian Surya dengan skor 2-1.(ono)

Selasa, Agustus 12, 2008

AKHIRNYA Persebaya Menang di Kandang

Coach Freddy Muli sedikit bernafas lega karena timnya, persebaya meraih poin maksimal ketika menjamu Gresik United, Sabtu (9/8) lalu. Kemenangan 3-1 atas tim kota pudak ini, menjadi mmodal bagi arek-arek Green Force kala away ke Persis Solo dan PSS Sleman, Rabu (13/8) dan Senin (18/8). Well semoga Persebaya dapat meraih poin tambahan di laga away itu. (ono)

Sabtu, Agustus 09, 2008

Lamo tak Jumpo (Persebaya kalah 2-1 atas Persibo)


yok opo kabare rek. suwe aku gak ngeblog. wah yok opo maneh wong ganteng iki lagi sibuk ngurusin bola. lho kok dadi pojok kampung ngene. Gimana kabarnya imam, soim imut dan rekan-rekanku di polwiltabes surabaya. Ini ada sekedar oleh=oleh dari lapangan hijau. Ternyata Persebaya masih tim tembre. masak sama Persibo aja kalah 2-0. wah kalau begini terus publik boleh menyalahkan, mengumpat bahkan maki-maki Persebaya. Tapi alangkah baiknya bila makian, umpatab dan kritik itu yang membangun. Hitung-hitung demi majunya persepakbolaan Indonesia umumunya dan arek-arek Green Force pada umumnya, oke!salam olahraga. (ono)