Rabu, September 24, 2008

GITA CINTA di SMU PT IV

BROKEN ARROW (Heart)

Jatuh cinta begitu indahnya. sebaliknya putus cinta begitu sakit rasanya. Jalinan kasih dan sayang antara aku dan Emy akhirnya kandas. Sebuah kata putus akhirnya terucap. usia kami yang saat itu belasan tahun, kemungkinan besar menjadi salah satu alasan. kami yang masih belia tidak mampu menahan diri. belum siap dengan segala pahitnya percintaan.ego kami berdua sama-sama besar. hingga akhirnya kami sama-sama broken heart.
meski berat, kami akhirnya sama-sama menyadari bahwa putus adalah jalan terbaik untuk membuat kami menjadi dewasa di kelak kemudian hari.
di ujung bel pulang sekolah, kami berdua tidak langsung pulang. menungggu teman-teman meninggalkan kelas satu persatu. meski kami coba tutupi, tapi kabar kami akan putus sudah sampai ke geng gosip yang selalu mengkhabarkan tentang masalah percintaan di sekolah kami. banyak yang menyayangkan keputusan kami. tapi banyak juga yang gembira. sebab, begitu kami putus, pasti banyak kesempatan bag cowok-cowok di sekolah yang akan mengejar-ngejar Emy. begitu juga sebaliknya (he...9).
cukup sulit bagi kami untuk saling mengucapkan kata putus. meski demikian, setengah jam kemudian suasana akhirnya cair ditengah kebekuan yang membisu. "Oke aku mau putus asalkan kamu janji ke aku bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri kamu," kata Emy kemudian. yang dimaksud Emy adalah, aku tidak akn tergiur lagi dengan kepulan rokok yang aku kenal sebelum akhirnya aku tinggalkan setelah jadian dengan Emy. "Baik, aku akan coba untuk melakukan itu," jawabku dengan suara parau.
setelah semuanya clear, kami melangkahkan kaki berdua mennggalkan bangku kelas. Emy kemudian memilih pulang bareng Erna, teman dekatnya. sedangkan aku, memilih memacu kencang motor Yamaha Fiz L 3777 LK di sepanjang jalan Balas Klumprik yang berkelok. sepanjang jalan desa yang termasuk desa tertinggal di Surabaya pada 1996 ini, tak henti-hentinya aku memaki diri sendiri. THE END (for now)

Tidak ada komentar: