Sabtu, Februari 07, 2009

RELA CADANGAN DEMI JUARA


TIM KARANG GAYAM 2009
Atas (kiri) Mbah 'Super' Heru, Fatkul 'Not Married'Alamy, Aswin 'Kaka' Rizal, Kuntoro 'Rawon' Rido, Putut 'Jagal'.
Bawah (kiri)Kiky 'Gibol', Baud 'Mat Solar' Efendi, Eko 'Farrelano' Yudiono, Ram 'Gendut' Surahman.

Rela Cadangan demi Juara

Untuk pertama kalinya aku menjadi pemain cadangan di tim futsal. Kondisi ini membuatku merasa sedikit aneh. Sebab, selama ini, aku tidak pernah menghuni bench pemain ketika masih memperkuat Ngajeni FC. Bahkan di tim itu aku ditunjuk kapten tim. Dalam urusan mencetak gol, aku dan Arif (kini Judes FC) menjadi top skorer. Tidak terhitung jumlah gol yang kami hasilkan dari kolaborasi kami berdua. Tapi kini ceritanya lain, di tim Karang Gayam, aku harus bersabar. Sebab, kini aku tidak bisa jadi pemain starter. Di laga perdana turnamen SIM CUP II ketika lawan Judes FC, Tri (kini Semeru FC), rekanku waktu di Ngajeni FC datang untuk melihat pertandingan. Katanya sih untuk memberi dukungan untukku.
Namun, eh, ternyata sepanjang pertandingan dia terus mengojlok aku. “Ko, situasimu sekarang kok sama seperti aku ketika masih di Ngajeni,” kata wartawan yang ngepos di criminal ini.
Ya, ketika di Ngajeni, Tri memang menjadi cadangan abadi. Sebab, pelatih tim Mr Makin Rahmat, lebih mempercayakan duet aku dan Arif di depan. Agak panas sih mendengar gojlokannya. Tapi setelah aku pikir, buat apa hati panas. Toh itu semua bagian dari strategi pertandingan. Itu juga merupakan konsekwensi bergabung di tim yang dihuni barisan penyerang. Sebut saja, Kuntoro, Baud Efendi, Ram Suharhman dan Fatkul Alami. Jangan lupakan juga, Aswin Rizal. Mereka-mereka ini lebih bertipe menyerang daripada bertahan. Banyaknya penyerang tentunya cukup memusingkan pelatih.
Nah, situasi dalam scope kecil di tim Karang Gayam itu yang sekarang terjadi di Persebaya. Tujuh pemain depan, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Purwanto, Andi Odang, Dodit Fitrio,Wimba Sutan Fanosa dan Erfan Hidayatullah. Pelatih Arcan Iurie pun kini dibuat bingung dengan melimpahnya stock pemain. Tapi bukan Iurie bila dia tidak bisa berdalih dengan banyaknya pemain. Dia bilang, “Kompetisi itu panjang. Apakah ada jaminan Batoum atau pun Jairon selalu main,” tanya Iurie. Sebab, lanjut dia, dalam sebuah kompetisi ketat, cedera dan kartu tidak bisa dihindari oleh pemain. So, tentunya mereka harus absen. “Bila itu yang terjadi, saya bisa lebih mudah memilih pemain pengganti pemain starter,” ungkap mantan arsitek Persik Kediri ini. Oke lah Mr Iurie, aku terima alasanmu. So, jangankan di Karang Gayam. Di Persebaya pun pemain bagus belum tentu menjadi starter. Karena itu, aku rela menjadi pemain reserves demi strategi tim dan ambisi juara di SIM CUP II tentunya. So, guys, come on buktikan Karang Gayam layak menjadi juara. See you. (*)

Tidak ada komentar: