Awas Epilepsi, dapat Fatal Akibatnya
Sekitar tiga hari lalu, sewaktu aku berkendara di Jl Darmo, Surabaya. Tiba-tiba aku dikejutkan perilaku aneh daris eorang pengendara motor. "Orang ini kok naik motor sambil noleh ke belakang terus ya," pikirku dalam hati. Belum sempat aku mendapatkan jawaban, ternyata si pengendara Suzuki Spin ini langsung terjungkal dari motornya. sebab, motor yang masih tampak kiclong ini tiba-tiba menabrak motor di depannya. aku pun langsung menepikan motor dan berusaha menolongnya bersama orang-orang yang peduli. setelah aku amati, dari mulut korban, keluar buih putih. aku pun langsung teringat dengan sebuah iklan layanan masyarakat di televisi. 'epilepsi bukan penyekit menular dan bukan penyakit turunan. epilepsi dapat menyerang siapa saja. dengan pengobatan teratur akan sembuh dengan sendirinya. "Ayo Adi main bola lagi". meski tahu itu epilepsi aku tidak bisa berbuat banyak. sebab, baru kali itu aku melihat langsung penderita epilepsi kumat. pikirku, seandainya orang ini renang dan kumat dan tidak ada yang menolong dapat fatak akibatnya. begitu juga ketika dia berkendara dengan kecepatan tinggi dijalan raya. kalau sewaktu-waktu kumat, wah, bisa-bisa langsung R.I.P. Karena itu aku pun langsung mencari literatur tentang penyakit yang bisa menyerang siapa saja ini.
menurut http:\\fkuii.org epilepsi merupakan gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Bangkitan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak yang bersifat mendadak dan sepintas, yang berasal dari sekolompok besar sel-sel otak, bersifat singkron dan berirama. Bangkitnya epilepsi terjadi apabila proses eksitasi didalam otak lebih dominan dari pada proses inhibisi. Perubahan-perubahan di dalam eksitasi aferen, disinhibisi, pergeseran konsentrasi ion ekstraselular, voltage-gated ion-channel opening, dan menguatkan sinkroni neuron sangat penting artinya dalam hal inisiasi dan perambatan aktivitas bangkitan epileptik. Aktivitas neuron diatur oleh konsentrasi ion didalam ruang ekstraselular dan intraselular, dan oleh gerakan keluar masuk ion-ion menerobos membran neuron.
TERAPI PENGOBATAN EPILEPSI :
Obat pertama yang paling lazim dipergunakan:
(seperti: sodium valporat, Phenobarbital dan phenytoin)
Ini adalah anjuran bagi penderita epilepsi yang baru,
Obat-obat ini akan memberi efek samping seperti gusi bengkak, pusing, jerawat dan badan berbulu (Hirsutisma), bengkak biji kelenjardan osteomalakia.
Obat kedua yang lazim digunakan:
(seperti: lamotrigin, tiagabin, dan gabapetin)
Jika tidak terdapat perubahan kepala penderita setelah mengunakan obat pertama, obatnya akan di tambah dengan dengan obatan kedua.
Lamotrigin telah diluluskan sebagai obat pertama di Malaysia.
Obat baru yang diperkenalkan tidak dimiliki efek samping, terutama dalam hal kecacatan sewaktu kelahiran.(*)
Blog ini tercipta untuk memenuhi unsur komunikasi manusia dengan manusia. Selebihnya didiskripsikan sendiri. Tapi, Blog ini tidak memuat unsur SARA. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tempat dan waktu yang sebenarnya tidak disengaja. Namun kembali lagi Anda yang menilainya.
Jumat, Oktober 10, 2008
Rabu, Oktober 08, 2008
Jangkrek Laskar Pelangi
Jangkrek Laskar pelangi
Dalam hati aku ngomel, mengumpat, memaki dll. betapa tidak, maksud hati ingin menonton laskar pelangi, film yang yang diadopsi dari novel Andrea Hirata dengan judul yang sama, akhirnya tidak kesampaian. padahal sudah 10 hari laskar pelangi diputar di bioskop2 surabaya. tadinya aku sempat antipati untuk menyaksikan film ini. sebab, dari pengalamanku, film2 indonesia pada ancur semua. dan mudah ditebak jalan ceritanya dampai endingnya. tapi hati ini akhirnya tergerak juga untuk ikutan sekedar nonton film karya Riri Reza ini. tapi ternyata sungguh di luar dugaan. sampai di studio, aku melihat pemandangan yang tidak biasa. ratusan anak-anak, orangtua bahkan hingga kakek2 dan nenek2 ikut antri tiket.
dan bisa ditebak, setelah melihat loket tiket, terdapat pengumuman yang mencengangkan, 'tiket laskar pelangi hingga jam 17.00 habis'. padahal jarum jam baru neunjukkan pukul 10.30, setengah jam setelah mall buka. edan..... aku terus mencoba survei ke teman-temanku. "Mam opo film laskar pelangi iku apik tha? "Waduh mas aku gak iso cerito, mending sampean nontok dewe," jawab wartawan detiksurabaya.com ini.
tidak puas, aku coba tanya redaktur kota Radar Surabaya. "Pak Jos, film-e Riri Riza laskar pelangi apik tha? tanpa mikir Pak Jos yang juga seniman ini langsung nyerocos, "apik...apik temen apik, aku gak mbojok," jelas lelaki yang juga dikenal sebagai ustad di kampungnya ini.
sekarang tinggal aku yang kini dilanda penasaran. asli penasaran 100 persen tentang film yang novelnya juga laris bak kacang goreng ini. tapi kapan aku bisa nonton, di 10 hari pemutaran saja bioskop masih antri...tri. tapi salut untuk Riri Riza yang bisa menerjemahkan pengalaman Andrea semasa kecil di pulau bangka belitung. mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan film indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. dan mudah-mudahan juga ada acara seperti apresiasi film indonesia, seperti masa kecilku dulu. dimana setiap minggunya film-film baru keluar di bioskop. meskipun saat itu film-film di dominasi oleh film laga barry prima dan rhoma irama. (*)
Senin, September 29, 2008
BUBUTAN FC
Bubutan FC
Antara obsesi dan perpindahan pos
Sayang, dikala aku ingin membentuk tim futsal baru selain Ngajeni FC, aku harus pindah dari dunia kriminalitas yang menempa jiwaku selama ini. Karena itu, dengan terpaksa kuucapkan goodbye untuk tim Bubutan FC. Obsesi untuk membesarkan Bubutan FC pun urung kulakukan. Usaha untuk menyaingi Ngajeni FC dengan membentuk tim futsal baru kandas di tengah jalan. Am Sorry untuk Imam, Soim, Tri, yang aku tinggalkan. Aku terpaksa melepas ban kapten dan menanggalkan kostum 7 di Bubutan FC. Good luck untuk semuanya. Yang perlu diingat, kita pernah bersama dalam satu tim dan 'berkelahi' di rumput hijau. (*)
Rabu, September 24, 2008
GITA CINTA di SMU PT IV
BROKEN ARROW (Heart)
Jatuh cinta begitu indahnya. sebaliknya putus cinta begitu sakit rasanya. Jalinan kasih dan sayang antara aku dan Emy akhirnya kandas. Sebuah kata putus akhirnya terucap. usia kami yang saat itu belasan tahun, kemungkinan besar menjadi salah satu alasan. kami yang masih belia tidak mampu menahan diri. belum siap dengan segala pahitnya percintaan.ego kami berdua sama-sama besar. hingga akhirnya kami sama-sama broken heart.
meski berat, kami akhirnya sama-sama menyadari bahwa putus adalah jalan terbaik untuk membuat kami menjadi dewasa di kelak kemudian hari.
di ujung bel pulang sekolah, kami berdua tidak langsung pulang. menungggu teman-teman meninggalkan kelas satu persatu. meski kami coba tutupi, tapi kabar kami akan putus sudah sampai ke geng gosip yang selalu mengkhabarkan tentang masalah percintaan di sekolah kami. banyak yang menyayangkan keputusan kami. tapi banyak juga yang gembira. sebab, begitu kami putus, pasti banyak kesempatan bag cowok-cowok di sekolah yang akan mengejar-ngejar Emy. begitu juga sebaliknya (he...9).
cukup sulit bagi kami untuk saling mengucapkan kata putus. meski demikian, setengah jam kemudian suasana akhirnya cair ditengah kebekuan yang membisu. "Oke aku mau putus asalkan kamu janji ke aku bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri kamu," kata Emy kemudian. yang dimaksud Emy adalah, aku tidak akn tergiur lagi dengan kepulan rokok yang aku kenal sebelum akhirnya aku tinggalkan setelah jadian dengan Emy. "Baik, aku akan coba untuk melakukan itu," jawabku dengan suara parau.
setelah semuanya clear, kami melangkahkan kaki berdua mennggalkan bangku kelas. Emy kemudian memilih pulang bareng Erna, teman dekatnya. sedangkan aku, memilih memacu kencang motor Yamaha Fiz L 3777 LK di sepanjang jalan Balas Klumprik yang berkelok. sepanjang jalan desa yang termasuk desa tertinggal di Surabaya pada 1996 ini, tak henti-hentinya aku memaki diri sendiri. THE END (for now)
Jatuh cinta begitu indahnya. sebaliknya putus cinta begitu sakit rasanya. Jalinan kasih dan sayang antara aku dan Emy akhirnya kandas. Sebuah kata putus akhirnya terucap. usia kami yang saat itu belasan tahun, kemungkinan besar menjadi salah satu alasan. kami yang masih belia tidak mampu menahan diri. belum siap dengan segala pahitnya percintaan.ego kami berdua sama-sama besar. hingga akhirnya kami sama-sama broken heart.
meski berat, kami akhirnya sama-sama menyadari bahwa putus adalah jalan terbaik untuk membuat kami menjadi dewasa di kelak kemudian hari.
di ujung bel pulang sekolah, kami berdua tidak langsung pulang. menungggu teman-teman meninggalkan kelas satu persatu. meski kami coba tutupi, tapi kabar kami akan putus sudah sampai ke geng gosip yang selalu mengkhabarkan tentang masalah percintaan di sekolah kami. banyak yang menyayangkan keputusan kami. tapi banyak juga yang gembira. sebab, begitu kami putus, pasti banyak kesempatan bag cowok-cowok di sekolah yang akan mengejar-ngejar Emy. begitu juga sebaliknya (he...9).
cukup sulit bagi kami untuk saling mengucapkan kata putus. meski demikian, setengah jam kemudian suasana akhirnya cair ditengah kebekuan yang membisu. "Oke aku mau putus asalkan kamu janji ke aku bahwa kamu tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri kamu," kata Emy kemudian. yang dimaksud Emy adalah, aku tidak akn tergiur lagi dengan kepulan rokok yang aku kenal sebelum akhirnya aku tinggalkan setelah jadian dengan Emy. "Baik, aku akan coba untuk melakukan itu," jawabku dengan suara parau.
setelah semuanya clear, kami melangkahkan kaki berdua mennggalkan bangku kelas. Emy kemudian memilih pulang bareng Erna, teman dekatnya. sedangkan aku, memilih memacu kencang motor Yamaha Fiz L 3777 LK di sepanjang jalan Balas Klumprik yang berkelok. sepanjang jalan desa yang termasuk desa tertinggal di Surabaya pada 1996 ini, tak henti-hentinya aku memaki diri sendiri. THE END (for now)
Sabtu, September 20, 2008
Gita Cinta di SMU PART III
NGEDATE ke TP
Tiga bulan sudah cinta bersemi di hati kami. sebulan itu aku belum berani mengajak Emy untuk ngedate ke luar. Takut ditolak dll. aku juga harus mengatur siasat. maklum, uang sakuku hanya Rp 5000/hari. Itu pun harus dipotong bensin satu liter. untuk jajan? wah bisa ngaplo. tapi namanya perjuangan memang harus disertai pengorbanan. seminggu sebelum mengajak Emy keluar, uang jajanku aku sisihkan. lumayan, sehari Rp 2.500. tapi efeknya luar biasa. temanku Irwan jadi uring-uringan, dia protes, kenapa setai istirahat aku selalu stanby di kelas. biasanya aku memang tidak tahan untuk langsung lari ke kantin. menyantap bakso Pak Man, bakso terenak sedunia. "Jatuh cinta sih jatuh cinta OY.tapi kalau sampai nggak makan bakso, sakno Pak Man," cerocos Irwan yang sering aku conteki ketika ulangan matematika ini. meski digojlok kanan-kiri, aku tak gentar. biarlah anjing mengongong asalkan tidak menggigit kakiku. pengorbananku tidak sia-sia.
pas pada hari H, uang yang terkumpul ditambah sisa-sisa kembalian sebanyak Rp 20.000, cukuplah untuk beli dua tiket bioskop. Sabtu malam pukul 18.30 aku sudah sampai di depan pintu rumah Emy. bukannya aku gugup melihat senyum manis Emy. bukan pula aku grogi menghadapi indahnya bola mata anak kedua dari tiga bersuadara ini. tapi, aku gugup ketika harus berpamitan dengan Ibunya. mengetahui kegugupanku, rupanya Ibu Emy ini benar-benar pengertian. "Boleh keluar asal balik sebelum pukul 22.30, ya," pinta wanita yang bak pinang dibelah dua dengan Emy ini. yes, aku melonjak kegirangan meski hanya dalam hati.
lima menit kemudian setelah mendorong motor dari gang Kedurus Pasar, Yamaha Fiz L 3777 LK, meluncur mulus di jalanan. tempat yang kutuju adalaah Tunjungan Plaza (TP). sebab, hanya tempat itu yang aku tahu...he9 ada bioskopnya (norak ya). Sampai di tempat yang dituju, lagi-lagi aku kebingungan. bingung memilih film. maklum, paginya aku nggak sempat baca koran. meski demikian, pandanganku langsung tertuju pada sebuah poster keren di studio II. Dua pria ganteng John Travolta dan Cristian Slater. "Nonton ini saja ya," pintaku. Emy pun langsung mangut-mangut tanda setuju. Sekitar dua jam nonton film, hangat pegangan tangan Emy membunuh dinginnya AC yang seolah tiada henti menembus jaket jinku. sayang...setelah aku pikir-pikir, kami ternyata nonton film yang salah. film yang kami tonton seolah merepresentasikan hubungan kami beberapa bulan kemudian. film apakah itu? yang benar nebaknya aku kasiha hadiah
Tiga bulan sudah cinta bersemi di hati kami. sebulan itu aku belum berani mengajak Emy untuk ngedate ke luar. Takut ditolak dll. aku juga harus mengatur siasat. maklum, uang sakuku hanya Rp 5000/hari. Itu pun harus dipotong bensin satu liter. untuk jajan? wah bisa ngaplo. tapi namanya perjuangan memang harus disertai pengorbanan. seminggu sebelum mengajak Emy keluar, uang jajanku aku sisihkan. lumayan, sehari Rp 2.500. tapi efeknya luar biasa. temanku Irwan jadi uring-uringan, dia protes, kenapa setai istirahat aku selalu stanby di kelas. biasanya aku memang tidak tahan untuk langsung lari ke kantin. menyantap bakso Pak Man, bakso terenak sedunia. "Jatuh cinta sih jatuh cinta OY.tapi kalau sampai nggak makan bakso, sakno Pak Man," cerocos Irwan yang sering aku conteki ketika ulangan matematika ini. meski digojlok kanan-kiri, aku tak gentar. biarlah anjing mengongong asalkan tidak menggigit kakiku. pengorbananku tidak sia-sia.
pas pada hari H, uang yang terkumpul ditambah sisa-sisa kembalian sebanyak Rp 20.000, cukuplah untuk beli dua tiket bioskop. Sabtu malam pukul 18.30 aku sudah sampai di depan pintu rumah Emy. bukannya aku gugup melihat senyum manis Emy. bukan pula aku grogi menghadapi indahnya bola mata anak kedua dari tiga bersuadara ini. tapi, aku gugup ketika harus berpamitan dengan Ibunya. mengetahui kegugupanku, rupanya Ibu Emy ini benar-benar pengertian. "Boleh keluar asal balik sebelum pukul 22.30, ya," pinta wanita yang bak pinang dibelah dua dengan Emy ini. yes, aku melonjak kegirangan meski hanya dalam hati.
lima menit kemudian setelah mendorong motor dari gang Kedurus Pasar, Yamaha Fiz L 3777 LK, meluncur mulus di jalanan. tempat yang kutuju adalaah Tunjungan Plaza (TP). sebab, hanya tempat itu yang aku tahu...he9 ada bioskopnya (norak ya). Sampai di tempat yang dituju, lagi-lagi aku kebingungan. bingung memilih film. maklum, paginya aku nggak sempat baca koran. meski demikian, pandanganku langsung tertuju pada sebuah poster keren di studio II. Dua pria ganteng John Travolta dan Cristian Slater. "Nonton ini saja ya," pintaku. Emy pun langsung mangut-mangut tanda setuju. Sekitar dua jam nonton film, hangat pegangan tangan Emy membunuh dinginnya AC yang seolah tiada henti menembus jaket jinku. sayang...setelah aku pikir-pikir, kami ternyata nonton film yang salah. film yang kami tonton seolah merepresentasikan hubungan kami beberapa bulan kemudian. film apakah itu? yang benar nebaknya aku kasiha hadiah
Langganan:
Postingan (Atom)