Kegiatan Positif yang Dilakukan Unit III Narkoba Polwiltabes Surabaya
Bentengi Anggota dengan Yasinta
Untuk mendukung kinerja anggota unit narkoba di lapangan, anggota Idik III mempunyai cara tersendiri. Salah satunya adalah pembinaan mental anggota. Karenanya, setiap Kamis malam, Idik III yang dipimpin AKP Totok Sumariyanto mengadakan Yasin dan Tahlil (Yasinta).
EKO YUDIONO, Surabaya
Aiptu Suryadi tampak lain dari biasaya, memakai kopyah hitam, ia terlihat duduk bersila. Tangannya memegang buku kecil berukuran 20X20 cm. Pandangannya terlihat fokus pada surat Yasin yang dibacanya. Bibirnya tampak komat-kamit membaca ayat-ayat suci.
Suryadi tidak sendirian, di sampingnya Bripka Heru Sun juga melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan anggota narkoba yang berjumlah sepuluh orang. Mereka tampak khusyuk membaca buku Yasin di tangan masing-masing. Kegiatan Yasinta ini, dipimpin langsung oleh Kanit Idik III Polwiltabes Surabaya, AKP Totok Sumariyanto SH. Menurut Totok, kegiatan ini atas saran Kasat Narkoba AKBP Abi Darrin.
"Ini memang kegiatan rutin kami setiap malam Jumat," Kata Totok.
Menurut Totok, apa yang mereka lakukan adalah bagian dari pembinaan mental anggotanya. "Dengan kegiatan rutin ini, kami berharap agar anggota di lapangan tidak menemui kendala yang berarti selama bertugas," urai lelaki yang cukup religius ini. Selain itu, maksud dan tujuan diadakannya Yasinta, juga untuk membentengi diri anggota narkoba agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maklum, setiap hari anggota narkoba selalu bersentuhan langsung dengan berbagai jenis narkoba. diantaranya sabu-sabu, ineks, ganja atau pun obat-obatan terlarang lainya. "Karena setiap hari bersentuhan langsung dengan narkoba, maka resikonya tentu akan semakin besar untuk tergoda atau sekedar mencicipi," papar Totok. Untuk itulah, sambung Totok, siraman rohani berupa Yasita, rutin ia adakan. "Dengan kegiatan ini, kami berharap agar selalu ingat akan tugas kami sebenarnya," jelentreh Totok.
Totok bukan sekedar omong kosong. Sebab, efek kegiatan positif yang dilakukan Totok dan anak buahnya mempunyai dampak yang sangat besar. Diantaranya, berupa tangkapan spektakuler berhasil diraih Totok dan anak buahya, di penguhujung 2007. Yaitu tertangkapya aktor senior Roy Marten beserta badar gede (bede) narkoba A Hong. Selain itu, masih banyak lagi tangkapan besar sepanjang 2007 lalu, yang berasil diraih Totok dan anak buahnya. Terakhir, penggerebekan pabrik lotion dan jamu tak berijin di Jl Kapas Krampung. "Sebagai manusia, kami hanya bisa bekerja dan berdoa. Sukses tidaknya kerja kami, juga karena ridlo Alloh SWT semata," terang Totok. (*)
Bentengi Anggota dengan Yasinta
Untuk mendukung kinerja anggota unit narkoba di lapangan, anggota Idik III mempunyai cara tersendiri. Salah satunya adalah pembinaan mental anggota. Karenanya, setiap Kamis malam, Idik III yang dipimpin AKP Totok Sumariyanto mengadakan Yasin dan Tahlil (Yasinta).
EKO YUDIONO, Surabaya
Aiptu Suryadi tampak lain dari biasaya, memakai kopyah hitam, ia terlihat duduk bersila. Tangannya memegang buku kecil berukuran 20X20 cm. Pandangannya terlihat fokus pada surat Yasin yang dibacanya. Bibirnya tampak komat-kamit membaca ayat-ayat suci.
Suryadi tidak sendirian, di sampingnya Bripka Heru Sun juga melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan anggota narkoba yang berjumlah sepuluh orang. Mereka tampak khusyuk membaca buku Yasin di tangan masing-masing. Kegiatan Yasinta ini, dipimpin langsung oleh Kanit Idik III Polwiltabes Surabaya, AKP Totok Sumariyanto SH. Menurut Totok, kegiatan ini atas saran Kasat Narkoba AKBP Abi Darrin.
"Ini memang kegiatan rutin kami setiap malam Jumat," Kata Totok.
Menurut Totok, apa yang mereka lakukan adalah bagian dari pembinaan mental anggotanya. "Dengan kegiatan rutin ini, kami berharap agar anggota di lapangan tidak menemui kendala yang berarti selama bertugas," urai lelaki yang cukup religius ini. Selain itu, maksud dan tujuan diadakannya Yasinta, juga untuk membentengi diri anggota narkoba agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maklum, setiap hari anggota narkoba selalu bersentuhan langsung dengan berbagai jenis narkoba. diantaranya sabu-sabu, ineks, ganja atau pun obat-obatan terlarang lainya. "Karena setiap hari bersentuhan langsung dengan narkoba, maka resikonya tentu akan semakin besar untuk tergoda atau sekedar mencicipi," papar Totok. Untuk itulah, sambung Totok, siraman rohani berupa Yasita, rutin ia adakan. "Dengan kegiatan ini, kami berharap agar selalu ingat akan tugas kami sebenarnya," jelentreh Totok.
Totok bukan sekedar omong kosong. Sebab, efek kegiatan positif yang dilakukan Totok dan anak buahnya mempunyai dampak yang sangat besar. Diantaranya, berupa tangkapan spektakuler berhasil diraih Totok dan anak buahya, di penguhujung 2007. Yaitu tertangkapya aktor senior Roy Marten beserta badar gede (bede) narkoba A Hong. Selain itu, masih banyak lagi tangkapan besar sepanjang 2007 lalu, yang berasil diraih Totok dan anak buahnya. Terakhir, penggerebekan pabrik lotion dan jamu tak berijin di Jl Kapas Krampung. "Sebagai manusia, kami hanya bisa bekerja dan berdoa. Sukses tidaknya kerja kami, juga karena ridlo Alloh SWT semata," terang Totok. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar