Terkait Jaringan Internasional
Polwil Koordinasi dengan Instansi Terkait
SURABAYA-Lembaran Black Dollar yang diamankan petugas Sat Reskrim Polsek Mulyorejo hingga kemarin masih menyimpan misteri. Namu tentunya, hal itu tidak membuat jajaran Sat Reskrim Polwiltabes Surabaya berpangku tangan. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar, Minggu (30/3). Menurut Anang, unit Reskrim gabungan dari Polwiltabes Surabaya memback-up secara khusus terkait penemuan Black Dollar. "Kami tidak menunjukan satu unit khusus. Melainkan gabugan dari beberapa unit untuk ikut terlibat langsung dalam penanganan kasus Black Dollar itu," urai Anang.
Walau tidak menjelaskan secara gamblang, kemana unit gabungan ini memburu dua warga Kamerun masing-masing Jeferson dan Andrea yang diduga kuat pelaku penipuan dengan menggunakan Black Dollar, namun Anang meyakinkan bahwa kasus tersebut menjadi atensi serius. Sebab, kata perwira dengan tiga melai di pundak ini, ada kemungkinan besar bahwa kasus Black Dollar terkait jaringan internasional. "Sudahlah, pokoknya kami ini sebagai komando Polres Surabaya Timur dalam kasus itu," jelas Anang. Mengenai kaitan dengan jaringan internasional, Anang tidak secara jelas menjelaskan jaringan mana. Yang pasti menurut Anang, pihaknya tengah berkoordinasi denga beberapa intansi terkait untuk mengungkap kasus Black Dollar yang menghebohkan ini.
Kalau ditelisik, kasus Black Dollar ini memang bukan sekedar kasus biasa. Sebab, kasus ini berhubungan dengan kejahatan informasi dan teknologi (IT). Oleh karena itu, sambug Anang, pelakunya pastilah orang yang pintar menggunakan kecanggihan teknologi, sehingga bisa membuat warga Indonesia percaya bahwa Black Dollar itu adalah semacam negatif film yang bila diberi cairan khusus akan berubah menjadi Dollar asli. Walau demikian, masih terbuka kemungkinan-kemungkinan lain terkait hal itu. Diantaranya, kemungkinan bahwa pelaku memang benar-benar ahli dalam hal pembuatan Black Dollar. Atau juga pelaku ahli dalam hal tipu-tipu. Pasalnya, dari informasi yang berhasil dihumpun RADAR Surabaya, aksi penipuan dengan menggunakan Black Dollar, pernah terjadi di Jakarta sebelumnya. Informasinya, banyak pejabat atau pun orang penting yang pernah tertipu dalam kasus ini. "Karena orang penting yang ditipu, maka kasusnya berlalu begitu saja. Sebab, si penipu telah membuat pejabat atau orang penting itu malu sehingga ia tidak mungkin melapor ke polisi," jelentreh seorang sumber terpercaya di kepolisian yang namanya enggan dikorankan.
Sumber menambahkan, aksi penipuan semacam ini seringkali dilakukan oleh orang Kamerun yang ada di Jakarta. Tapi tidak jelas Jakarta mana. Kabarnya, orang-orang kulit hitam ini membentuk semacam komunitas dan punya tempat untuk hang out. "Mereka berkumpul di rumah seorang warga negara Indonesia yang kawin dengan orang Kamerun," papar sumber. Tempat yang dimaksud adalah semacam pub atau café yang di dalamnya terdapat beberapa meja bilyar. Anehnya, warga sekitar lokasi tidak tahu kalau di lingkungan tinggalnya terdapat komunitas semacam itu. Karena itu, kemungkinan besar komunitas ini tinggal jauh atau pun terpencil dari pemukiman penduduk. Tapi masih mempunyai akses cepat ke jalan utama di Jakarta. Sayangnya, sumber tidak mau menjelaskan di Jakarta mana komunitas ini berada. (ono)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar