
SEKILAS SPORT
-------------
Ngajeni FC Juara Turnamen SIM-C
SURABAYA.Tim Ngajeni FC (wartawan pokja kriminal dan hukum), akhirnya menjadi juara dalam turnamen futsal piala Saleh Ismail Mukadar Cup I (SIM-C). Dalam final yang digelar di stadion Brawijaya Surabaya, Ngajeni unggul 3-2 atas Siwo Pahlawan (wartawan Gubernur dan DPRD). Gol kemenangan Ngajeni FC dicetak oleh Pagon lima menit sebelum pertandingan berakhir.
Sebelumnya, sejak kick off, Ngajeni FC terus menggempur pertahanan Siwo Pahlawan. Hasilnya, 10 menit pertandingan berlangsung, Arif mencetak gol pertama bagi Ngajeni FC, setelah menerima umpan manis dari Kapten Ngajeni Eko Yudiono.
Di babak kedua, Ngajeni FC terus meningkatkan serangan. Tapi sayang, lewat serangan balik, Siwo Pahlawan bisa membalas melalui Koko (MNC). Bahkan, Siwo Pahlawan berbalik unggul 2-1 setelah Dodik (TV7) mencetak gol lewat tendangan jarak jauh.
Namun mental juara Ngajeni terbukti di lapangan. Didukung ratusan suporternya, Ngajeni bisa membalik keadaan di tujuh menit sebelum pertandingan berakhir. Setelah Rocky Makbal menyamakan kedudukan, akhirnya Pagon membuat Ngajeni FC unggul 3-2.
Ngajeni pun berhak atas hadiah utama Rp 4 juta, medali emas dan piala bergilir Saleh Ismail Mukadar.
Kebahagian Ngajeni semakin lengkap, sebab, Lempo gelandang energik Ngajeni menyabet pemain terbaik. Wartawan TV-0ne ini berhak atas uang Rp 500 ribu.
Kapten Ngajeni FC, Eko Yudiono mengatakan, pertandingan final hari ini adalah puncak dari kegigihan, kebersamaan dan kekompakan tim. Sebab, menurut wartawan RADAR Surabaya ini, Ngajeni tidak akan bisa jadi juara tanpa itu semua. "Terima kasih kepada semua yang telah mendukung Ngajeni FC, utamanya suporter yang hadir di lapangan. Karena merekalah kami juara," ungkap wartawan yang ngepos di Polwiltabes Surabaya ini.
Manajer Ngajeni FC, Makin Rahmat menambahkan, tim Ngajeni menang karena faktor kebersamaan yang kuat antara satu pemain dengan pemain lainnya. "Saya melihat di tim ini tidak ada yang egois. Semua ingin menang dan menang itu adalah untuk tim," pungkas wartawan senior harian Memorandum ini. (*)
-------------
Ngajeni FC Juara Turnamen SIM-C
SURABAYA.Tim Ngajeni FC (wartawan pokja kriminal dan hukum), akhirnya menjadi juara dalam turnamen futsal piala Saleh Ismail Mukadar Cup I (SIM-C). Dalam final yang digelar di stadion Brawijaya Surabaya, Ngajeni unggul 3-2 atas Siwo Pahlawan (wartawan Gubernur dan DPRD). Gol kemenangan Ngajeni FC dicetak oleh Pagon lima menit sebelum pertandingan berakhir.
Sebelumnya, sejak kick off, Ngajeni FC terus menggempur pertahanan Siwo Pahlawan. Hasilnya, 10 menit pertandingan berlangsung, Arif mencetak gol pertama bagi Ngajeni FC, setelah menerima umpan manis dari Kapten Ngajeni Eko Yudiono.
Di babak kedua, Ngajeni FC terus meningkatkan serangan. Tapi sayang, lewat serangan balik, Siwo Pahlawan bisa membalas melalui Koko (MNC). Bahkan, Siwo Pahlawan berbalik unggul 2-1 setelah Dodik (TV7) mencetak gol lewat tendangan jarak jauh.
Namun mental juara Ngajeni terbukti di lapangan. Didukung ratusan suporternya, Ngajeni bisa membalik keadaan di tujuh menit sebelum pertandingan berakhir. Setelah Rocky Makbal menyamakan kedudukan, akhirnya Pagon membuat Ngajeni FC unggul 3-2.
Ngajeni pun berhak atas hadiah utama Rp 4 juta, medali emas dan piala bergilir Saleh Ismail Mukadar.
Kebahagian Ngajeni semakin lengkap, sebab, Lempo gelandang energik Ngajeni menyabet pemain terbaik. Wartawan TV-0ne ini berhak atas uang Rp 500 ribu.
Kapten Ngajeni FC, Eko Yudiono mengatakan, pertandingan final hari ini adalah puncak dari kegigihan, kebersamaan dan kekompakan tim. Sebab, menurut wartawan RADAR Surabaya ini, Ngajeni tidak akan bisa jadi juara tanpa itu semua. "Terima kasih kepada semua yang telah mendukung Ngajeni FC, utamanya suporter yang hadir di lapangan. Karena merekalah kami juara," ungkap wartawan yang ngepos di Polwiltabes Surabaya ini.
Manajer Ngajeni FC, Makin Rahmat menambahkan, tim Ngajeni menang karena faktor kebersamaan yang kuat antara satu pemain dengan pemain lainnya. "Saya melihat di tim ini tidak ada yang egois. Semua ingin menang dan menang itu adalah untuk tim," pungkas wartawan senior harian Memorandum ini. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar