Rabu, November 26, 2008

BUBUR TAHU


SAKSI MATA: Red mio jadi saksi licinnya jalanan Surabaya ketika hujan turun

DAN.....TAHU ITUPUN JADI BUBUR

Hujan yang mengguyur jalanan Surabaya beberapa hari belakangan hendaknya perlu diwaspadai. Sebab, jalan licin tentunya membuat masalah tersendiri bagi pengguna jalan. Khususnya pengendara motor. Kalau tidak hati-hati, dipastikan selip dan bisa mencelakakan diri sendiri atau pun orang lain. Paling tidak, ini yang saya alami sendiri meski pun hanya sebatas saksi mata (with my mio).


EKO YUDIONO

Selasa malam sekira pukul 21.00, hujan rintik-rintik membasahi Jl Wiyung dan sekitarnya. Dengan mengendarai mio red (tapi bukan Liverpool)(juga bukan MU) aku menyusuri licinnya jalanan. Tepat di depan Taman Pondok Indah (TPI), sekitar 50 meter di depanku, seorang pengendara motor menabrak pengguna jalan lainnya yang menggunakan sepeda angin. Saking kerasnya tabrakan, membuat si pengendara motor terjatuh dan terseret hingga sekitar 10 meter. Begitu juga yang dialami oleh si pengguna sepeda angin, berikut barang bawaanya. Satu tong tahu, semburat ke jalanan. Dengan reflek, kontan aku mengerem dan seketika menolong Bapak yang membawa tahu itu. Sedangkan, si pengendara motor kemudian ditolong warga sekitar. Sayang, belum sempat mengamankan barang bawaannya, tahu-tahu yang ada di jalanan, terlindas sebuah mobil merah (tidak jelas nopol-nya). Dan….bahan makanan murah meriah itu pun jadi bubur tahu. Detik berikutnya, warga sekitar beramai-ramai memadati lokasi kejadian. Aku harap saja, si pengendara motor itu mau mengganti kerugian yang diderita si Bapak. Sebab, sebagai saksi mata, aku tahu betul bahwa si pengendara motor yang belakangan diketahui seorang wanita ini, bersalah. Sebab, saat itu posisi si Bapak, sudah berada di pinggir, saat peristiwa itu terjadi. Semoga. (*)