Minggu, November 23, 2008

BRIPDA UMAR DAN MESIN KETIK


Bripda Umar dan Mesin Ketik

Sabtu malam aku baru menyadari kalau ATM BCA-ku hilang. Wah, report nih. Dalam perjalanan pulang, aku kemudian mampir ke Polsek Menganti untuk membuat laporan kehilangan. Sudah lama aku tidak ke Polsek yang kini dikmandani oleh AKP Khoirul Anam ini. Seingatku, sejak sekitar 15 tahun lalu ketika aku masih aktif di Saka Bhayangkara (Pramuka). Jarum jam menunjukkan pukul 21.15 ketika aku menyapa dua petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) yang kebetulan mendapatkan giliran dinas malam. Salah satunya Bripda (setingkat sersan) Umar BK. Entah itu Umar Bakri atau Umar Bung Karno (ngaco).

Dari potongannya, orang yang satu ini terlihat sudah puluhan tahun makan asam garam di dunia kepolisian. Dari kumisnya yang tebal (mirip polisi India movie), dan kacamata bacanya, Umar terlihat masih gagah meski pun sudah digerogoti usia senja. Setelah berbasa-basi, aku kemudian mengutarakan maksud kedatanganku. Umar kemudian mengangguk2 tanda mengerti. Dia lalu mengeluarkan mesin ketik dari dalam almari. “My god, di jaman internet kayak gini, masih menggunakan mesin ketik,” gumanku dalam hati. “Pastinya laporanku bakalan lama diketik nih,” pkirku lagi. Tapi, semua prasangka yang ada dalam hati, berbalik 180 derajat. Karena itu istilah don’t judge a book by it cover mungkin ada benarnya. Paling tidak, Bripda Umar membuktikannya. Dengan peralatan yang ‘ketinggalan’ jaman, Umar bahkan mampu memainkan jari jemari kekarnya dengan lincah di tuts mesin ketik entah tahun berapa pembuatannya ini. Tidak sampai lima menit, laporanku selesai diketik. Bersamaan dengan itu, kepulan asap putih mengepul dari bibir Umar dan ia pun menarik nafas panjang. Thanks Pak Umar, jasamu tak kan kulupakan. Tetap semangat ya!

Tidak ada komentar: