Edan, Mienya Kok Murah Banget
Disamping gudangnya pelajar, Jogya juga terkenal dengan wisata kulinernya. dijamin, makanan di kota gudeg ini mak nyus banget. karena itu, setelah kirim berita ke Surabaya, aku sempatkan diri mencicipi mie jawa yang jualannya tak jauh dari hotel tempat kami menginap. aku bersama Wawan (jp) tanpa pilih-pilih memutuskan untuk pesan dua piring mie jawa plus dua gelas teh hangat. dari mulai dimasak, perut sudah terasa keroncongan. aroma arang bakar dari tungku melambungkan angan. "Enak kethoke mie iki Wan," kataku ke Wawan. dia pun lantas mangut-mangut tanda setuju. setelah matang, tanpa basa-basi mie langsung masuk ke dalam mulut. saking enaknya, jarene kartolo, morotuo liwat ae gak tak sopo.
Lima menit kemudian, mie habis tak tersisa. begit juga teh hangat yang aromanya teh banget.
Wawan pun bertanya berapa harga mie wuuuenak dan mak nyus yang baru saja kami makan. my god, semurah itu? pikirku dalam hati setelah mendengar si penjual menyebutkan harganya. untuk dua piring mie seenak dan selezat dan se-maknyus itu, harusnya si penjual yang keahliannya bisa dipakai untuk memasak di hotel berbintang ini, menyebutkan harga lebih. bukannya hanya Rp 3.000 se-piring. edan murah banget. Wawan pun punya ide, "Bagaimana kalau orang ini plus rombongnya kita angkut ke PUJASERA GRAHA PENA saja," celetuk Wawan. kami pun berpandangan dan lantas tertawa ha...ha..haa. (*)
2 komentar:
Sepertinya memang benar apa kata pepatah, bahwa "pria lebih mudah mengapresiasi sesuatu saat perutnya sudah kenyang".. namun demikian Jogja memang sudah terkenal akan citarasa kuliner merakyatnya.. jadi kangen untuk bisa mudik ke Jogja.. :D
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!
Baru tahu ya
Posting Komentar