Selasa, Maret 10, 2015

BUNGA MENCARI CINTA

Namanya sebut saja Bunga. Kisah cintanya sungguh merana kalau tidak dibilang tragis. Menginjak usianya yang ke-28, Bunga belum jua mendapatkan jodoh.
Padahal, Mama-Papanya sudah kepingin banget menimang cucu. Dari sudut apapun, Bunga adalah gadis manis. Tutur katanya renyah-enak didengar. Senyumnya asli tanpa pengawet. Poin plusnya lagi, Bunga juga mencintai Nabinya (Muhammad SAW). Buktinya, ia tidak pernah melewatkan Salat. Meski kesibukannya menderanya mulai 8.00-17.00, bahkan lebih. Meski dari pagi harus mondar-mandir, menerima telepon. Mencatat order dll, Bunga tetaplah Bunga. Tanpa mengeluh sedikitpun. Sayang, ya itu tadi, kisah cintanya tak semulus pipi Syahrini. Iya, Syahrini itu. Artis yang terkadang suka lebay dan kemarin membuat sewot Farhat Abas. Jadinya klop. Sori nggak fokes (baca:fokus). Kembali ke Bunga. Sepengetahuanku, ia sudah beberapa kali patah hati. Pertama dengan karyawan sebelah kantor. Kedua dengan anak negeri antah-berantah. Ketiga....eits. Untuk yang ketiga ini mohon doanya. Sebab, naga-naganya, si Bunga lagi falling in love. Nah, bagaimana kisah selanjutnya si Bunga? Penasaran? Sama. Aku juga penasaran heee. Tungga ya updatenya.

KETIKA SENJA MENYAPA

Lama tidak menyapa blog ini. Ada sejuta kerinduan dalam untaian sore via lantai IV. Hujan yang membasahi jalanan seolah mengisyaratkan bahwa musim belum akan berubah. Seperti umumnya manusia yang hidup di dunia fana, hujan kadang dicemooh karena seringnya turun. Tapi seringkali dirindukan ketka tanah mulai pecah-pecah dan mata air kering kerontang. Ah, sore yang hangat meski mentari tak lagi mampu menerobos jendela-jendela kaca yang berbalut nuansa biru. Memandang dari sudut jendela ini tak terasa 11 tahun berlalu. Waktu yang panjang meski terkadang juga terlalu singkat untuk sekedar melihat keluar jendela.

Minggu, Oktober 13, 2013

Jingkrak-Jingkrak hingga Meneteskan Airmata. Ana, Ibu Evan mendukung Timnas U-19 dengan Nobar Bersama Keluarga

Evan Dimas menjadi bintang lapangan ketika timnas U-19 mengalahkan Korea Selatan di kualifikasi Piala AFC 2013, Sabtu, (12/10) malam. Tiga gol Garuda Muda, Garuda Jaya dihasilkan melalui kedua kaki Evan. Kemenangan timnas U-19 sejatinya sudah dirasakan oleh Ana, ibu Evan Dimas. Menurut Ana, sebelum melawan Korea di laga terakhir grup B, pemain internal Mitra Radar Surabaya itu sempat menelponnya. “Evan minta didoakan agar timnas menang. Saya hanya bisa mengatakan, tentu Van, ibu akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan timnas,” urai Ana. Ia juga berpesan kepada Evan agar tetap tenang dalam bermain. “Sebab, di pertandingan terakhir, Evan agak emosi dan ia kena kartu kuning,” sebutnya. Mendapatkan pesan demikian, Evan menurut Ana, berjanji bakal melakukannya. Doa Ana, khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia akhirnya terwujud tadi malam. Korea Selatan yang di atas kertas lebih bagus dari timnas U-19 mampu dikalahkan, tadi malam. Ketika ditelpon RADAR Surabaya, suara Ana masih histeris. Back sound Ana terlihat gemuruh degan sorak-sorai. “Maaf Mas, saya habis jingkrak-jingkrak. Saya lagi nonton bareng dengan keluarga dan orang-orang kampung,” ungkap Ana yang menggelar nonton bareng (Nobar) di rumahnya, kawasan Ngemplak, Lakarsantri itu. Usai jingkrak-jingkrak saking gembiranya, Ana menyebut, ia sampai menggeluarkan air mata.”Mudah-mudahan timnas tetap jaya dan untuk Evan tetap rendah hati dan tetap tidak berpuas diri setelah meraih hasil bagus mala mini (tadi malam),” harapnya. (ono) DIMUAT DI HARIAN RADAR SURABAYA 13/9/2013

Sabtu, Juli 30, 2011

Senin, November 01, 2010

Ku Jejakkan Kaki di Afsel


TABLE MOUNTAIN: Salah satu keindahan objek wisata di Cape Town-Afsel.




Ini adalah fase penting dalam kehidupanku. Ah, masih belum bisa percaya Juni-Juli lalu aku menjadi saksi bintang2 dunia di lapangan hijau. Salah satu yang kuingat jelas adalah Diego Forlan. Ya, striker Uruguay ini memesonaku. Gol yendangan bebasnya ke gawang Ghana membuyarkan asa Ghana yang menjadi satu2nya wakil dari Benua hitam menjadi semifinalis Piala Dunia 2010. Berkat golnya, pertandingan harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah sebelumnya perpanjangan waktu. Tapi bukan itu yang terpenting. Menjejakkan kaki di tanah Afrika mengingatkanku pada film HoLlywood Blood Diamond yang dibintangi Leonardo de Caprio. Dalam satu scenenya, Leonardo sempat mengatakan TIA (This Is Africa). Meski di Afrika bermacam-macam warna, mereka akan selalu kembali ke Afrika bila terlahir di tanah merah yang menurut legenda berasal dari tumpahan darah penduduk asli Afrika ini.
Hemm.
Menginap di sebuah hotel bintang tiga, Hollow on the Square.....kisah menakjubkan dimulai...to be continue







mencoba ngeblog lagi

Lama tidak membuka blog ini. ada setangkup kerinduan yang menjejal angan. Tunggu YA...SEGERA AKAN NGEBLOG LAGI. ADA SEJUTA KISAH YANG LAYAK DAN MUNGKIN INDAH ATAU ELOK UNTUK DIBAGI. HAMPIR SETAHUN DAN INI MUNGKIN SAATNYA.MUNGKIN








Selasa, April 20, 2010

Kata-Kata Bijak







Kata-Kata Bijak

EKO YUDIONO
ekoyudiono7@yahoo.com

Kata-kata bijak memang bisa meluncur dari bibir siapa saja. Tak terkecuali dari bibir Diva yang kini tersandung masalah rumah tangga, Krisdayanti. KD sebutan populer Krisdayanti menyarankan agar istri Raul Lemos, Shecan Salem Sagran alias Silvalay Noor Athalia alias Ata tidak gampang terbakar amarah terkait pernyataannya di media. KD dalam pandangan Ata bersalah karena berselingkuh dengan suaminya. Tapi, KD juga mengaku tidak gentar melakukan upaya pembelaan atas apa yang layak ia terima.
Sebab, pengakuan KD, Raul mengaku dalam status duda ketika berpacaran dengannya. Karena itu, dia menyarankan agar Ata jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk melapor ke polisi. “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin,” saran KD.
Apa yang dikatakan KD memang ada benarnya. Meski dia kini dianggap Ata sebagai number one enemy. Tapi, kata-kata bijak KD patut dicermati. Bertindak dengan kepala dingin merupakan langkah bijak. Bukan hanya bagi Ata tapi siapa saja. Sebab, dengan berfikir jernih, kemungkinan besar keributan bakal terhindarkan. Coba seandainya, Sat Pol PP Pemprov DKI dan warga sekitar Makam Mbah Priok plus ahli warisnya berfikir dengan kepala dingin dan jernih serta pro aktif melakukan pendekatan soal revitalisasi Makam tersebut, korban jiwa dari kedua belah pihak kemungkinan bakal terhindarkan.
Kata-kata bijak juga diperlukan bagi kelima calon walikota Surabaya yang Juni mendatang bakal bersaing menuju Balai Kota. Bijak dalam menerima hasil Pilwali dan bijak dalam menerima kekalahan atau pun kemenangan. Bila nanti para cawali ini sedikit lupa, ingat saja kata-kata bijak KD, “Jangan semuanya dibikin ribut. Coba menata hidup kita dengan kepala dingin.”. (*)

Dimuat di harian Radar Surabaya 19 April 2009

Selasa, Oktober 20, 2009

instan ala Manohara


Instant ala Manohara

Saat ini, apa pun bisa didapat dengan instant. Tapi, perlu diingat, segala hal yang dicapai dengan instant, niscaya tidak bakal langeng. Mengambil contoh kasus Manohara Odelia Pinot. Istri Teuku Fakhry ini tiba-tiba saja menjadi pembicaraan. Sejumlah stasiun swasta nasional berlomba-lomba memberikan tayangan ekslusif terkait bebasnya Manohara yang katanya disiksa habis-habisan oleh Pangeran Kelantan itu. Imbasnya, Manohara pun menuai berkah. Popularitas instant.
Manohara disodori kontrak sinetron berjudul sama dengan namanya. Tapi apa lacur, ketika Manohara tidak lagi dibicarakan orang, tiba-tiba saja ia menghilang. Dalam sebuah episode sinetron yang dibintanginya, dikisahkan Manohara meninggal. Artinya, dia tidak lagi muncul di layar kaca. Ia pun jobless alias pengangguran. Ada yang menuding, ‘meninggalnya’ Manohara, lantaran aktingnya yang pas-pasan dan melempem. Sejak kemunculannya, Manohara menuai banyak kontroversi. Sang Ibu, Deasy Fajarina bisa dibilang sangat berperan dalam karir Manohara. Dalam berbagai kesempatan, Deasy menangis haru-biru dan minta perlindungan kemana-mana agar Manohara yang katanya mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KdRT) bisa bebas. Namun, kualitas acting Manohara yang melempeng, akhirnya membuat banyak orang sadar. Termasuk rumah produksi SinemArt yang mengontraknya. Bahkan, kalau mau jujur, akting Deasy, lebih mantap dari Manohara. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com


Jumat, September 11, 2009

PUTUS CINTA (sepupuku)


PUTUS CINTA (sepupuku)

Sepupuku beberapa hari lalu mengaku baru putus cinta dengan kekasihnya. Lima menit usai putus di teras rumah ditemani redupnya sinar bulan yang membias dari timur, Sepupuku (maaf tidak menyebut nama) terlihat mulai gelisah. Tingkahnya seperti cacing kepanasan. Pindah dari sofa, terus ke kamar, keluar lagi, lantas tiduran kembali di sofa. “Aduh Mbak….wetengku koq rasane gak enak kabeh,” kata Sepupuku kepada istriku.

Belum sempat mendapatkan jawaban, dia sudah ngacir ke kamar mandi. Tidak sampai satu menit dia keluar, entah apa yang ia lakukan di kamar mandi. Tapi tiba-tiba tangannya sudah meraih ponsel dan membuka situs jejaring sosial facebook. Dia lalu update status terbaru yang menyebutkan dia single lago mulai hari itu.
Hem…..melihat tingkah dan gaya sepupuku ini, aku jadi teringat semasa SMA dulu. Di mana, cinta atau pun apa namanya, seolah mampu meluluhlantakkan dunia. Menghancurkan sendi-sendi realita dan membuyarkan fakta yang ada di depan mata. “Aku putus cinta Mas,” ungkap sepupuku seolah ingin curhat dengan sepatah kata dan aku sendiri yang harus menerjemahkan panjang-lebar arti putus cinta itu sesungguhnya. Aku bahkan sempat bertanya dalam hati. Apakah putus cinta yang dialami sepupuku benar-benar sefenomenal itu. Apakah hanya perasaannya saja yang terlalu mendramatisir rasa itu. Atau kah dia terpengaruh sinetron cinta yang tayang di tv-tv swasta nasional. Ah entahlah…..yang jelas hingga hari ini, sepupuku yang lumayan manis dan kini serius di pendidikan kebidanan masih merasakan hal yang sama. Bahkan, setiap hari…statusnya seolah mencerminkan bahwa keputusannya untuk putus dengan kekasihnya adalah hal yang salah. Aku pun hanya bisa menawarkan kata-kata bijak kepadanya. Bahwa, sesungguhnya laki-laki dan perempuan di dunia ini sama banyaknya. Dan aku juga hanya bisa menawarkan untuk tidak berpacaran lagi. Lebih baik berkenalan saja dengan laki-laki tanpa dibumbuhi kata-kata pacaran. Dan dengan egoku juga (aku yakin benar) aku sebenarnya hendak mengenalkan dia dengan laki-laki sholeh, taat beribadah, dari keluarga baik-baik dan mempunyai pekerjaan tetap. (*)

Sabtu, September 05, 2009

SAY GOODBYE




SAY GOODBYE

Diva pop Krisdayanti bakal segera menyusul Yuni Shara, kakaknya sebagai janda. Ini setelah suami KD, Anang Hermansyah mengatakan ke wartawan bahwa dia sudah cerai secara agama. Kabar ini cukup mengejutkan. Meski di bilang tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya sejak 2003 lalu, rumah tangga KD-Anang sudah diterpa gosip miring. Yaitu kabar selingkuhnya pelantun Cinta ini dengan Tohpati Ario Hutomo yang saat itu menjadi piñata musik KD Show di salah satu stasiun TV Swasta. Kabar ini terungkap berkat mantan sopir KD Muhi Biantoro alias Toro yang membuka mulut. Tapi dengan segala cara KD berusaha menepis gosip yang katanya makin digosok makin sip itu.
Toh KD akhirnya tidak tahan juga. Entah merasa bersalah atau apa. KD meminta cerai kepada Anang usai ibadah umroh.
Sebagai laki-laki, Anang seolah terpanggil kelaki-lakiannya. Selama ini memendam segala gejolak dan sakwa sangka, akhirnya dia membuat keputusan terpenting dalam hidupnya. Menceraikan wanita yang memberinya dua orang anak itu. Tekad Anang makin kuat setelah KD juga digosipkan tengah dekat dengan pengusaha asal Timor Leste. Entah apa yang ada dibenak KD yang sangat piawai melantunkan tembang melankolis ini. Lagu-lagunya seolah mencerminkan kehidupan pribadinya. Mulai dari Menghitung Hari hingga I’m Sorry Goodbye. So, tidak perlu heran, bila tiba-tiba saja KD berucap ke suaminya, seperti penggalan syair lagunya, so thank you so much,I’m sorry, goodbye. (*)RADARSBY/SEPT 2009

Rabu, Juni 17, 2009

LIMA TAHUN LALU

LIMA TAHUN LALU

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Perjalanan kehidupanku seolah begitu cepat. Lima tahun lalu, aku baru lulus dari sebuah perguruan tinggi swasta di kawasan Semolowaru. Usai lulus, aku sempat gamang menatap masa depan. Setahun berlalu, aku masih berkutat di depan meja sebuah dealer di kawasan Sidoarjo. Ah......wasting time. Tidak sengaja, aku membaca sebuah lowongan di sebuah media lokal Surabaya. DIBUTUHKAN WARTAWAN.
Saat itulah sebuah bohlam menyala terang di atas kepala...ting....ting...ting. Usai serangkaian test, akhirnya aku bisa menyebut diriku jurnalis. Menurut Wikipedia, Jurnalis= Orang yang mempraktekkan kegiatan jurnalist.
2006 adalah moment penting dalam hidupku.Aku sempat ragu, apakah benar aku akan menikah? Menikah dalam pandanganku adalah sebuah tanggung jawab besar bagi seorang pria. Paling tidak, aku tidak akan bisa bebas lagi....? Hem....sebuah pilihan yang harus benar-benar dipikirkan masak-masak.
Tapi, keputusan harus diambil. Aku harus menikah titik. (to be continue)

Rabu, Maret 18, 2009

Jupe Oh Jupe


TAKLUK: Gaston Castano bertekuk lutut di paha Jupe.

Julia Perez memang luar biasa. Pesonanya mampu membuat Gaston Castano bertekuk lutut. Pemain Persiba Balikpapan yang mengenakan nomor punggung 32 di klubnya ini, dibuat ketagihan dengan paha mulus Jupe. Dalam beberapa pose ‘nakal’ yang dirilis media online, Gaston tampak tidak berdaya dengan paha Jupe yang mengangkanginya.
Paha perempuan memang menjadi masalah tersendiri bagi kaum Adam.
Bahkan, sejak jaman Majapahit, paha wanita sudah menjadi semacam magnet sendiri bagi kaum pria. Tengok saja Ken Arok, begitu melihat paha mulus Ken Dedes, dengan keji dia membunuh Tunggul Ametung, suami sah Ken Dedes dengan keris Empu Gandring. Atas sumpah sang Resi, Ken Arok pun mati dengan keris itu serta tujuh anak turunannya. Bayangkan, hanya karena melihat paha, tujuh turunan harus mati karenanya. Saya tidak bisa membayangkan seandainya saat itu Ken Arok melihat lainnya? Hem…sulit untuk dibayangkan.
Kembali ke kasus Jupe, wanita seksi yang sempat diisukan waria ini bisa dibilang seringkali tampil berani. Akhir-akhir ini, wajah wanita kelahiran Jakarta,15 Juli 1980 bisa dikatakan setiap hari muncul di layar kaca. Hebatnya lagi, Jupe terlihat tidak terlalu sedih meski tertangkap basah kamera wartawan sedang beradegan hot dengan Gaston Castano. Dengan enteng dan tanpa beban, Jupe menganggap apa yang dia lakukan adalah untuk menghibur diri. “Kalau mantan suami saya bahagia, kenapa saya tidak,” kata Jupe yang mengaku sudah bercerai dengan suaminya itu. Bercerai tidaknya memang menjadi pertanyaan. Apakah dulu Jupe benar-benar sudah menikah dengan Damian Perez? Ataukah hanya kumpul kebo seperti yang dilakukan artis Andi Soraya dan Steve Emanuel beberapa waktu lalu. Hanya Jupe yang tahu. (*)

Senin, Maret 16, 2009

Antara Ketiak Carrisa Puteri dan Trauma SMA


Antara Ketiak Carrisa Puteri dan Trauma SMA

Siapa pun pasti setuju dengan saya saat ini. Kalau tidak, cobalah untuk setuju. Bahwa, ketiak Carrisa Puteri saat ini bisa dikatakan ketiak paling mulus se-Indonesia. Buktinya, di jalan-jalan protokol di Surabaya, dengan pedenya, pemeran Maria di film Ayat-Ayat Cinta ini memperlihatkan kelek mulusnya. Gadis kelahiran Frankfurt, Jerman, 12 September 1984 ini juga kerap muncul di layar kaca untuk mempromosikan produk deodorant yang katanya bisa menyingkirkan keringat berlebih dan tentunya bau badan ini.
Terus terang, saya salah satu pengagum Carrisa. Bukan lantaran dia menjadi ikon produk deodorant dan ketiaknya putih mulus saja. Melainkan, karena Carrisa terlihat natural ketika memerankan tokoh Maria di film garapan Hanung Bramantyo ini. Aktingnya pun masih terlihat alami ketika tampil di sinetron Rafika yang tayang di salah satu stasiun TV swasta nasional. Meski pun saya selaku fans beratnya kurang setuju Carrisa ikut-ikutan arus dengan bermain sinetron, tapi saya tetap menghargai keputusan cewek yang pernah dekat degan Fedi Nuril, lawan mainnya di film Ayat-Ayat Cinta.
Kembali ke ketiak mulusnya Carrisa. Saya memang termasuk fans berat ketiak mulus. Alasannya simple, di mata laki-laki, cewek harus tampil perfect, tak terkecuali masalah ketiak.
Alasan kedua, gara-gara ketiak, saya mempunyai kejadian yang membuat saya traumatik. Begini ceritanya, saat itu saya masih duduk di bangku SMA kelas II. Saat jam istirahat tiba, saking laparnya aku berlari menuju kantin sekolah. Tujuannya Cuma satu, menyantap bakso Pak Man. Bakso terenak sedunia. Saya pun langsung pesan satu mangkok. Setelah pesanan tiba, dengan lahapnya aku memasukkan bulatan penthol ke dalam mulut. Saat asyik menyuapkan penthol ke mulut, tiba-tiba, teman cewekny sekelasku datang menghampiri. Eh, dengan pedenya, dia mengangkat ketiaknya ketika mengikat rambut ekor kudanya. Huwek…..seketika penthol dalam mulutku berhamburan keluar ketika aku lihat rambut ketiak tumbuh dengan lebatnya.
Kejadian traumatik ini masih membekas hingga sekarang. Untungnya, saat ini, istriku rajin memelihara ketiaknya dengan produk yang diiklannya Carrisa Puteri. Meski pun hingga anakku berusia 1,7, peristiwa ini belum pernah aku ceritakan. Namun istriku sempat curiga kenapa aku memotret baliho iklan Carrisa Puteri dengan HP-ku. (*)

Selasa, Februari 24, 2009

LAGA PENUH EMOSIONAL


GO TO SEMIFINNAL: Kekompakan arek-arek Karang Gayam membuat wartawan peliput Persebaya ini menembus semifinal SIM CUP II.

LAGA PENUH EMOSIONAL
KARANG GAYAM 6 VS WANKUM 4
Karang Gayam FC harus bertemu Wankum/Ngajeni FC di babak perempet final Turnamen Saleh Ismail Mukadar Cup (SIM C) II. Hem....laga yang penuh emosional. Betapa tidak, diSIM C I, aku adalah kapten Ngajeni FC yang sekarang berganti nama menjadi Wankum. Memori indah jelas masih membekas di hati. Di mana saat itu, aku, pagon (Semeru FC), arif (Judes FC) dkk bahu-membahu dan mengantar Wankum menjadi Champion.
Sebelum kick off, perasaan dan hati tidak menentu. Aku makin gembira ketika Baud dan Kuntoro bermain duluan. melihat pertandingan dari balik jaring yang membatasi area lapangan futsal ole-ole dan aku memilih tidak banyak komentar. Tidak disangka, kubu Wankum yang kini banyak dihuni pemain muda tampil kesetanan. Karang Gayam bahkan sempat kebobolan dulu. Main gradakan, membuat skema main Karang Gayam tidak jalan. Bahkan, wartawan peliput Persebaya ini hampir saja malu. Beberapa detik jelang pertandingan usai, kami masih tertinggal satu gol. Beruntung arek Benjeng dengan tenang menyelesaikan bola yang dikirm dari 'langit'. Ya, just few second saja and game over, Mbah Heru melempar bola dan jatuh di kaki Ram. Dengan tenang, Bapak dari Ryan Noval ini menceploskan bola ke dalam gawang, mengecoh Sep, kiper Wankum. Gol ini sempat diprotes tim Wankum. Saking kerasnya protes, wasit terpaksa mengusir satu pemain Wankum keluar lapangan.
Pertandingan makin panas karena harus dilakukan babak extra time 2X5 menit.
Saat semua emosi, Baud menyuruhku masuk lapangan. Kematanganku di SIM C I lalu yang mengenakan ban kapten terbukti banyak berguna. Rekan-rekan aku suruh supaya main tenang dan tidak terbawa emosi.
Melalui ketenangan dan kematanganku mengirim umpan-umpan ciamik, Karang Gayam mengakhiri perlawanan Wankum 6-4. Benar-benar sebuah kemenangan yang dramatis di laga penuh emosional. Tapi bukan itu yang patut menjadi catatan penting. Its doesn't matter win or lose. Its just a game.
But... untuk pertama kalinya aku bermain melawan mantan tim yang pernah kubawa juara. tropi juara sempat kuangkat dan persembahkan sebagai torehan prestasi tertinggi di turnamen SIM CUP I. Saat kuangkat tropi itu tinggi-tinggi, sorak gempita memenuhi GOR Brawijaya, tempat digelarnya final, setahun lalu. Meski membawa Karang Gayam menggalahkan Wankum dan masuk semifinal, ada sedikit sisa emosi yang tertinggal.
Kata Aswin dan teman-teman, aku main setengah hati melawan mantan timku. Benarkah? ah entahlah. Yang pasti, dalam pertandingan kemarin, aku mencpba bersikap profesional. Profesional? Bahkan pemain kompetisi Divisi Utama dan Liga Super saja masih belum mengerti apa itu profesionalisme dalam dunia sepak bola.
Ah.... masih terlalu jauh untuk itu. Tapi, bukti asist matan sebanyak tiga kali dan semuanya berbuah gol, adalah suatu kepuasan tersendiri. Dua kali aku tidak sadar mendapatkan peluang emas yang tidak bisa menjadi gol. Well....selamat untuk tim Wankum, meski harus kalah. Tapi yakinlah, kalian kalah dengan terhormat. Sebab, harus kalah dengan tim calon juara, Karang Gayam. Jangan khawatir, Ngajeni FC/Wankum akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah hidupku. I LOVE YOU. MUCH LOVE KARANG GAYAM. Thanks.(*)

Kamis, Februari 12, 2009

KEMENANGAN YANG MEMBANGGAKAN


PESTA GOL:Aksi brilian Eko 'Farrelano' Yudiono yang melewati penjagaan Miftah dalam pertandingan kedua SIM CUP II. Karang Gayam memastikan lolos ke perempatfinal setelah menyikat tim KWG 14-2, kemarin. Foto by:Prast Imut


Bertabur Bintang tapi Tetap Solid
*Karang Gayam Lumat KWG 14-2

Dan……… kesempatan itu akhirnya datang juga. Mantan kapten Ngajeni FC, Eko ‘Farrelano’ Yudiono mendapatkan kesempatan posisi line up, kala Karang Gayam bersua dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG), di pertandingan kedua Turnamen futsal SIM Cup II. Tidak sia-sia, kepercayaan rekan-rekan dibayar lunas dengan mencetak 4 dari 14 gol yang dilesakkan ke gawang KWG.
Tapi bukan itu yang membuat bangga. Untuk pertama kalinya, tim Karang Gayam tampil solid. Bukan perkara banyaknya gol yang dibuat. Namun lebih kepada permainan cantik yang diperagakan arek-arek Siwo Karang Gayam di lapangan. Aliran bola lancar mengalir dari kaki ke kaki. Aswin ‘Kaka’ Rizal yang sebelumnya belum mencetak gol sama sekali, kemarin berhasil menyarangkan tiga gol ke gawang lawan. Begitu juga Ram Surahman. 4 gol berhasil dicetak arek Benjeng yang daerahnya di landa banjir beberapa waktu lalu itu. Tak ketinggalan aksi Kuntoro, Kiky, Fatkhul, Baud dan bahkan Dinar yang selalu minta arahan ketika bermain futsal tampil hampir tanpa cacat.
Kemenangan atas KWG memang sudah diprediksi sejak awal. Sebab, secara materi, tim yang dimanajeri Aries Wahyu ini kalah kelas dibanding tim Karang Gayam. Namun lebih dari itu, kemenangan kemarin mempunyai efek luar biasa. Bermaterikan pemain bintang, Karang Gayam sempat diprediksi bakal kesulitan menyatukan ego pemain. Tapi, prediksi itu meleset. Justru, berlebihnya skill para pemain dimanfaatkan benar untuk menuai kemenangan demi kemenangan. So, masihkah ada tim lawan yang berani melakukan psywar terhadap tim kami? Bukan bermaksud sombong atau jumawa, kemenangan kemarin makin mendekatkan Karang Gayam untuk mencapai target juara SIM CUP II. Semoga.(*)

Selasa, Februari 10, 2009

Kemenangan Juve dan My Secret Story



Kemenangan Juve dan My Secret Story

Tidak pernah aku merasakan tegang berkepanjangan ketika melihat Juventus main musim ini. Namun tidak Minggu (8/2) malam lalu. Juve menang dramatis 1-2 atas tuan rumah Catania. Gol di injury time yang dilesakkan Christian Poulsen membuatku melonjak kegirangan seperti pertama kali ini aku mendapatkan pacar baru di masa SMA dulu.
Kemenangan Juve juga membuat tim kota Turin ini naik ke posisi dua. Beda tujuh angka dengan Inter Milian, tim yang diarsiteki my favorite coach semasa masih menukangi the blues Chelsea, Jose Mourinho.
Meski menang dramatis, dalam hati aku yakin bahwa ‘Si Nyonya Tua’ akan bisa mengatasi Catania. Apalagi di menit ke-11, Vincenzo Iaquinta, berhasil membobol gawang Catania yang dijaga Albano Bizarri. Saat selebrasi gol dengan mencopot kaus, perasaan sudah tidak enak. Kenapa pemain nomor 9 ini mesti mencopot kaus segala yang membuat dia dikartu kuning wasit. Namun, saya juga tidak bisa menyalahkan Iaquinta. Sebab, mungkin saja mantan pemain Udinese ini ingin meluapkan kegembiraannya. Karena, dia jarang mendapatkan posisi utama di skuad ‘Kuda Zebra’. Bencana pun terjadi. Semenit mencetak gol, Iaquinta harus keluar lapangan karena kartu kuning kedua yang diterimanya.
Praktis, di babak kedua, Catania yang didukung puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Angelo Massimino balik menekan. Menit ke-51 Morimoto membobol gawang Buffon. Bola liar sundulam Mascara langsung disambar pemain asal negeri yang sempat menjajah Indonesia 3,5 tahun ini.
Terus ditekan sepanjang babak kedua, pelatih Juve, Claudio Ranieri memasukkan Christian Poulsen di tujuh menit akhir pertandingan menggantikan Tiago. Hasilnya, luar biasa, pemain blonde ini mencetak gol di masa injury time. Gol telat pemain Denmark ini memberikan efek luar biasa. Baik itu bagi Juve sendiri juga bagi saya. Kenapa? There’s something secret story yang membuat saya sangat bergairah. Biarlah itu menjadi rahasia pribadi saya dengan Tuhan.

Sabtu, Februari 07, 2009

RELA CADANGAN DEMI JUARA


TIM KARANG GAYAM 2009
Atas (kiri) Mbah 'Super' Heru, Fatkul 'Not Married'Alamy, Aswin 'Kaka' Rizal, Kuntoro 'Rawon' Rido, Putut 'Jagal'.
Bawah (kiri)Kiky 'Gibol', Baud 'Mat Solar' Efendi, Eko 'Farrelano' Yudiono, Ram 'Gendut' Surahman.

Rela Cadangan demi Juara

Untuk pertama kalinya aku menjadi pemain cadangan di tim futsal. Kondisi ini membuatku merasa sedikit aneh. Sebab, selama ini, aku tidak pernah menghuni bench pemain ketika masih memperkuat Ngajeni FC. Bahkan di tim itu aku ditunjuk kapten tim. Dalam urusan mencetak gol, aku dan Arif (kini Judes FC) menjadi top skorer. Tidak terhitung jumlah gol yang kami hasilkan dari kolaborasi kami berdua. Tapi kini ceritanya lain, di tim Karang Gayam, aku harus bersabar. Sebab, kini aku tidak bisa jadi pemain starter. Di laga perdana turnamen SIM CUP II ketika lawan Judes FC, Tri (kini Semeru FC), rekanku waktu di Ngajeni FC datang untuk melihat pertandingan. Katanya sih untuk memberi dukungan untukku.
Namun, eh, ternyata sepanjang pertandingan dia terus mengojlok aku. “Ko, situasimu sekarang kok sama seperti aku ketika masih di Ngajeni,” kata wartawan yang ngepos di criminal ini.
Ya, ketika di Ngajeni, Tri memang menjadi cadangan abadi. Sebab, pelatih tim Mr Makin Rahmat, lebih mempercayakan duet aku dan Arif di depan. Agak panas sih mendengar gojlokannya. Tapi setelah aku pikir, buat apa hati panas. Toh itu semua bagian dari strategi pertandingan. Itu juga merupakan konsekwensi bergabung di tim yang dihuni barisan penyerang. Sebut saja, Kuntoro, Baud Efendi, Ram Suharhman dan Fatkul Alami. Jangan lupakan juga, Aswin Rizal. Mereka-mereka ini lebih bertipe menyerang daripada bertahan. Banyaknya penyerang tentunya cukup memusingkan pelatih.
Nah, situasi dalam scope kecil di tim Karang Gayam itu yang sekarang terjadi di Persebaya. Tujuh pemain depan, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Purwanto, Andi Odang, Dodit Fitrio,Wimba Sutan Fanosa dan Erfan Hidayatullah. Pelatih Arcan Iurie pun kini dibuat bingung dengan melimpahnya stock pemain. Tapi bukan Iurie bila dia tidak bisa berdalih dengan banyaknya pemain. Dia bilang, “Kompetisi itu panjang. Apakah ada jaminan Batoum atau pun Jairon selalu main,” tanya Iurie. Sebab, lanjut dia, dalam sebuah kompetisi ketat, cedera dan kartu tidak bisa dihindari oleh pemain. So, tentunya mereka harus absen. “Bila itu yang terjadi, saya bisa lebih mudah memilih pemain pengganti pemain starter,” ungkap mantan arsitek Persik Kediri ini. Oke lah Mr Iurie, aku terima alasanmu. So, jangankan di Karang Gayam. Di Persebaya pun pemain bagus belum tentu menjadi starter. Karena itu, aku rela menjadi pemain reserves demi strategi tim dan ambisi juara di SIM CUP II tentunya. So, guys, come on buktikan Karang Gayam layak menjadi juara. See you. (*)

Rabu, Januari 28, 2009

kartolo the legend


KARTOLO THE LEGEND

Kartolo bisa disebut sebagai legenda hidup pelawak ludruk asal Jawa Timur. Sejak 1960 suami Kastini yang juga patner Kartolo nglawak ini, mendirikan Kartolo Cs. Bagi pengemar Kartolo Cs, tentunya masih ingat nama-nama pentolannya. Kartolo CS terdiri dari Kartolo, Basman, Sapari, Sokran, Blonthang, Tini (istri Kartolo).
Enam punggawa yang tergabung dalam seni karawitan kesenian Sawunggaling ini, mempunyai karakter kuat per personalnya. Juga gaya bahasa sendiri-sendiri.
Sebut saja Kartolo, yang paling cerdas sehingga seringkali 'ngakali' teman-temannya. Juga Basman yang jago nyerocos dan memplesetkan kata-kata. Suaranya yang besar dan ngebas, seringkali membuat Basman menjadi tokoh orang kaya atau pun lurah. jangan lupakan pula, Sokran yang mempunyai suara melingking. dan Sapari yang nakal tapi seringkali jadi korban. puluhan karya Kartolo Cs dulunya hanya direkam di cassete. seiring perkembangan jaman, karya mereka sekarang banyak dijual dalam bentuk MP3 bajakan. Karya-karya Kartolo yang cukup terkenal adalah
Haul Ngedukno Lemah, Basman Poseeng, Marlena Ketemu Jodoh, Basman Juragan Genthong, Thenguk-thenguk Nemu Gethuk, Prabu Basman Crongoan, Kuro Kandas, Kumpeni Gulung Tikar, Kartolo Nyetrip, Sragi Kecemplung Kalen, Rabine Cacing Anil,Ratu Amen, Genthong Mengkurep.
Sayangnya, formasi emas Kartolo Cs, kini hanya tersisa tiga. Kartolo, Sapari dan Kastini. Sisa-sisa lawakannya masih bisa disaksikan di JTV. Karena itu, pastas kiranya Kartolo disebut sebagai The Legend. Sebab, lawakannya tidak hanya membuatnya terkenal. namun lewat lawakan pula, Kartolo mampu membuat kangen orang Indonesia yang merantau ke luar negeri.(*)

Kamis, Januari 15, 2009

GOOD BYE ROCA


GOOD BYE ROCA

Meski kamu dinilai pengurus dan manajemen Persebaya sebagai pemain mbeling karena tidak kunjung datang ke Mes, aku masih angkat topi dengan performamu di putaran I lalu. Bukti 9 gol adalah jawaban atas mahalnya nilai kontrakmu. oke Roca, semoga kamu mendapatkan klub baru. (Tapi bagaimana mungkin. sebab, Persebaya tidak akan memberikan surat keluar bila kamu tidak membayar denda yang besarnya begitu wah). by the way man, masih ada kata-kata Toha (bagian perlengkapan) yang cukup mengharukan. dia bersedia mengangkatmu menjadi anak angkatnya. jarene cak Toha, "Oalah Roca...Roca, duit gak duwe, bojo gak duwe. wis koen melok aku ae,". (*)

OJEK PAYUNG


Ojek Payung

Ah hujan musim ini membuat semua kalang kabut. Apalagi bagi aku. Pas liputan ke TP, tiba-tiba hujan tumpah di parkiran KFC. Padahal, sudah ditunggu narasumber. Hemm. Jalan satu-satunya ya ojek payung. Seumur-umur aku tidak pernah menggunakan jasa ojek yang biasanya dilakukan oleh anak-anak sekolah ini. “Mas payung,” kata bocah lelaki 12 tahun yang karib dipanggil Hadi ini.

Langsung saja kusambar payungnya. Sepanjang trotoar KFC hingga TP, aku coba mengorek keterangan dari mulut pelajar kelas VI SD ini. Menurut Hadi, hujan adalah berkah sendiri bagi dia dan teman-temannya. Sebab, dia bisa mencari uang jajan sendiri di tengah derasnya hujan, cukup dengan modal payung. Heem…….! Nice. Di balik gerutu, kesal ratusan orang di Surabaya gara-gara hujan, Hadi dengan gembira menerobos butiran-butiran bening dengan payungnya. Karena hujan pula, Hadi bisa memperoleh sedikitnya Rp 10. 000, bila hujan turun sekitar satu jam, tanpa merengek ke orangtuanya. Sebuah pelajaran kecil tapi berharga telah ditunjukkan Hadi. Dengan akal sehatnya, dia mampu meraup rupiah. Toh, Hadi pun tidak merasa terbebani dengan apa yang dilakukannya. Sebab, dia juga masih bisa berhujan-hujan ria. Good Luck Hadi.